Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Zodiak

Dari Penghasil Arang ke Sentra Amplang, Batu Ampar Siapkan Wajah Baru Ekonomi Ramah Lingkungan

Ashri Isnaini • Rabu, 24 Juni 2026 | 10:29 WIB
PELATIHAN: Bupati Kubu Raya Sujiwo membuka pelatihan pengolahan amplang bagi pelaku industri kecil di Desa Batu Ampar, Kecamatan Batu Ampar, Sabtu (20/6).(Prokopim Kubu Raya)
PELATIHAN: Bupati Kubu Raya Sujiwo membuka pelatihan pengolahan amplang bagi pelaku industri kecil di Desa Batu Ampar, Kecamatan Batu Ampar, Sabtu (20/6).(Prokopim Kubu Raya)

PONTIANAK POST – Komitmen menjaga kelestarian kawasan mangrove di Kecamatan Batu Ampar mulai diikuti dengan langkah pemberdayaan ekonomi masyarakat. Warga yang terdampak penghentian aktivitas penebangan mangrove dan tungku arang kini mulai dibekali keterampilan baru melalui pelatihan pengolahan amplang berbahan baku ikan.

Bupati Kubu Raya, Sujiwo menegaskan, keputusan pemerintah menerapkan zero penebangan mangrove di kawasan Batu Ampar harus berjalan beriringan dengan solusi konkret bagi masyarakat yang sebelumnya menggantungkan penghasilan dari sektor arang.

"Itu kesepakatan dan kemudian keputusan untuk zero penebangan mangrove di Kecamatan Batu Ampar dan sekitarnya, khususnya Desa Batu Ampar ini. Pemerintah harus memberikan langkah konkret," kata Sujiwo saat menghadiri Pelatihan pembuatan camilan khas berbasis hasil perikanan, Sabtu (20/6) di Aula Balai Desa Batu Ampar, Kecamatan Batu Ampar.

Baca Juga: Warga Batu Ampar Kubu Raya Hilang Diduga Diterkam Buaya Saat Memancing, Tim Gabungan Lakukan Pencarian

Menurut dia, pemerintah tidak ingin masyarakat hanya menerima kebijakan penghentian aktivitas yang berdampak pada lingkungan tanpa diberikan pilihan mata pencaharian alternatif. Karena itu, berbagai program pemberdayaan ekonomi mulai dijalankan secara bertahap.

"Dulu kita pernah pasang badan untuk para petani arang karena saat itu negara belum bisa memberikan solusi. Nah, ketika sekarang pemerintah merasa sudah ada banyak langkah konkret, bahkan lebih dari sepuluh program, maka tidak ada alasan lagi. Lingkungan harus kita selamatkan," ujarnya.

Sujiwo mengatakan pelatihan pengolahan amplang dipilih karena sesuai dengan potensi utama Desa Batu Ampar sebagai wilayah pesisir dengan mayoritas masyarakat berprofesi sebagai nelayan. Melimpahnya hasil tangkapan ikan dinilai memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi lebih tinggi.

"Pelatihan amplang ini otomatis karena potensi perikanan di sini memang besar. Karena masyarakatnya nelayan, maka kita berdayakan nelayannya. Kita bantu mesin, alat tangkap, dan ke depan bahkan kita pikirkan bantuan sampan," jelasnya.

Baca Juga: Petugas Sensus Ekonomi 2026 di Kubu Raya Lampaui Target Harian Pendataan BPS

Dia memastikan program pemberdayaan tersebut bukan sekadar rencana, melainkan sudah memasuki tahap pelaksanaan di lapangan.

"Kita bukan tataran wacana, bukan tataran rencana. Ini sudah tataran eksekusi dan aplikasi," tegasnya.

Melalui pelatihan tersebut, masyarakat diharapkan mampu mengembangkan usaha baru berbasis potensi lokal sekaligus meningkatkan nilai tambah hasil perikanan. Produk amplang nantinya diharapkan menjadi salah satu ikon ekonomi baru masyarakat pesisir Batu Ampar.

Sujiwo optimistis dengan dukungan pelatihan, bantuan peralatan, serta pendampingan usaha, masyarakat Batu Ampar dapat bertransformasi dari kawasan yang selama ini dikenal sebagai penghasil arang menjadi sentra produk olahan perikanan yang ramah lingkungan.

“Dengan dukungan pelatihan, peralatan, dan pendampingan usaha, Desa Batu Ampar diharapkan mampu bertransformasi menjadi sentra produk olahan perikanan yang bernilai ekonomi tinggi dan tetap menjaga kelestarian lingkungan,” pungkasnya. (ash)

Editor : Miftakhair
#amplang ikan #Mangrove #ekonomi pesisir #sujiwo #batu ampar