PONTIANAK POST – Dinas Kesehatan Kabupaten Kubu Raya belum dapat mengukur dampak Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terhadap penurunan angka stunting. Pasalnya, kelompok sasaran utama pencegahan stunting, yakni bayi, balita, dan ibu menyusui (3B), belum seluruhnya terjangkau program tersebut.
Kepala Dinas Kesehatan Kubu Raya Wan Iwansyah mengatakan program MBG belum 100 persen menyasar kelompok 3B yang menjadi fokus intervensi pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).
“Belum 100 persen sasaran 3B mendapatkan asupan dari program MBG. Karena itu kami belum bisa melihat hubungan langsung antara MBG dengan penurunan angka stunting,” katanya, Rabu (24/6).
Baca Juga: Pengawasan LPG 3 Kilogram Diperketat, Dapur MBG Tak Boleh Pakai Gas Subsidi
Berdasarkan data Dinkes Kubu Raya, prevalensi stunting hasil survei mencapai 30,2 persen pada 2024, meningkat dibandingkan 25,4 persen pada 2023.
Meski demikian, Wan Iwansyah menyebut MBG mulai memberikan dampak positif dengan meningkatnya kunjungan masyarakat ke posyandu. Orang tua yang sebelumnya tidak rutin datang kini lebih aktif membawa anak untuk mendapatkan layanan kesehatan.
“Posyandu menjadi lebih hidup. Anak-anak yang datang tidak hanya menerima makanan bergizi, tetapi juga mendapat pemantauan tumbuh kembang, imunisasi, edukasi gizi, dan layanan kesehatan lainnya,” ujarnya.
Menurutnya, dampak program terhadap angka stunting baru dapat diketahui setelah hasil survei prevalensi stunting yang dijadwalkan berlangsung Oktober-November tahun ini keluar.
“Hasil survei nanti yang akan menjawab apakah MBG berkontribusi terhadap penurunan stunting atau belum,” pungkasnya. (ash)
Editor : Hanif