PONTIANAK POST – Bupati Kubu Raya Sujiwo meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kubu Raya memberikan perhatian lebih terhadap pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Penguatan tersebut mencakup pemetaan kebutuhan lembaga PAUD, peningkatan koordinasi dengan berbagai pihak, hingga perhatian terhadap kesejahteraan para guru PAUD.
Hal itu disampaikan Sujiwo saat menghadiri wisuda peserta didik PAUD Kuala Karya di Desa Kuala Dua, Kecamatan Sungai Raya, Rabu (24/6). Dalam kesempatan tersebut, ia mengapresiasi perkembangan PAUD Kuala Karya yang dinilai terus maju dan menjadi pilihan masyarakat.
"Saya mengikuti perjalanan PAUD Kuala Karya ini sejak awal dirintis. Alhamdulillah, hari ini kita melihat perkembangan yang sangat baik. PAUD ini semakin maju dan menjadi salah satu lembaga pendidikan yang diminati oleh para orang tua di Kabupaten Kubu Raya. Ini tentu menjadi kebanggaan kita bersama," ujar Sujiwo.
Baca Juga: Pemkab Kubu Raya Perkuat Kualitas PAUD untuk Wujudkan Generasi Emas Indonesia
Menurutnya, PAUD memiliki peran penting sebagai fondasi pendidikan anak sebelum memasuki jenjang berikutnya, terlebih dengan diberlakukannya kebijakan wajib belajar 13 tahun yang memasukkan satu tahun PAUD.
"Sekarang wajib belajar bukan lagi 12 tahun, melainkan 13 tahun. Satu tahunnya dimulai dari PAUD. Karena itu, pendidikan anak usia dini harus menjadi perhatian bersama. Kita harus memastikan anak-anak mendapatkan pendidikan dan pembinaan yang baik sejak usia dini sebagai bekal menuju jenjang pendidikan berikutnya," katanya.
Sujiwo menegaskan pemerintah daerah perlu memperkuat keberadaan PAUD secara terstruktur, termasuk pemetaan kebutuhan lembaga dan penguatan peran tenaga pendidik.
Ia juga meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kubu Raya melakukan langkah strategis mulai dari pemetaan kondisi PAUD, penguatan koordinasi dengan pemangku kepentingan, hingga perhatian terhadap guru PAUD.
Baca Juga: Pelepasan Anak Didik PAUD PKK Percontohan, Pondasi Penting Bentuk Karakter Anak Ada di PAUD
"Saya meminta Dinas Pendidikan untuk bekerja secara maksimal, membangun komunikasi dan koordinasi dengan seluruh pihak terkait, serta melakukan pemetaan kebutuhan PAUD di Kubu Raya. Salah satu yang menjadi perhatian saya adalah insentif bagi guru-guru PAUD yang selama ini telah mengabdikan diri untuk mendidik anak-anak kita," tegasnya.
Sujiwo menyebut pemerintah daerah akan berupaya mengakomodasi insentif guru PAUD melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan. Meski kondisi fiskal daerah terbatas, menurutnya perhatian terhadap guru tetap menjadi prioritas.
"Memang kondisi keuangan daerah saat ini tidak mudah. Namun saya berharap insentif guru PAUD dapat terakomodasi dalam APBD Perubahan. Nilainya mungkin tidak besar, tetapi yang terpenting adalah bentuk penghargaan dan apresiasi pemerintah kepada para guru PAUD yang telah memberikan pengabdian luar biasa," ungkapnya.
Baca Juga: Ketua PP PAUD Kalbar Windy Prihastari Raih Penghargaan Satya Adhikari Tingkat Nasional
Ia menambahkan, kebijakan wajib belajar 13 tahun harus berjalan seiring dengan keberpihakan pemerintah daerah terhadap PAUD dan tenaga pendidik.
"Jangan sampai sikap kita menjadi anomali. Ketika pemerintah menetapkan wajib belajar 13 tahun dan satu tahunnya berasal dari PAUD, maka pemerintah daerah juga harus menunjukkan perhatian dan keberpihakan yang nyata terhadap PAUD dan para gurunya. Kebijakan dan perhatian kita harus berjalan linier," tutur Sujiwo.
Dalam kesempatan itu, Sujiwo juga menyampaikan apresiasi kepada para guru PAUD atas dedikasi mereka dalam membentuk karakter anak usia dini.
"Kepada seluruh guru PAUD, saya berpesan jangan pernah lelah. Saya tahu bapak dan ibu adalah pahlawan tanpa tanda jasa yang dengan tulus mengabdikan tenaga, waktu, pikiran, dan kasih sayangnya untuk mendidik anak-anak kita," katanya. (ash)
Editor : Hanif