Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Zodiak

Pemkab Kubu Raya Gelar Lomba Bertutur SD/MI untuk Menumbuhkan Budaya Gemar Membaca Sejak Dini

Ashri Isnaini • Rabu, 15 Juli 2026 | 10:59 WIB
Para peserta Lomba Bertutur Tingkat SD/MI se- Kubu Raya berfoto bersama usai pembukaan kegiatan di Aula Kepong Bakol, Sungai Raya, Selasa (14/7). (ISTIMEWA)
Para peserta Lomba Bertutur Tingkat SD/MI se- Kubu Raya berfoto bersama usai pembukaan kegiatan di Aula Kepong Bakol, Sungai Raya, Selasa (14/7). (ISTIMEWA)

PONTIANAK POST – Pemerintah Kabupaten Kubu Raya terus memperkuat budaya literasi melalui program Gerakan Edukasi Inklusi Sosial bersama Perpustakaan Kubu Raya (GEUS Baperkuy). Salah satu strategi yang dilakukan yakni menggelar Lomba Bertutur Tingkat Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah (SD/MI) se-Kabupaten Kubu Raya.

Kegiatan yang digelar dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-19 Kabupaten Kubu Raya itu berlangsung di Aula Kepong Bakol, Sungai Raya, Selasa (14/7). Sebanyak 18 peserta terbaik dari sembilan kecamatan mengikuti lomba tersebut setelah sebelumnya melalui proses seleksi di tingkat kecamatan.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Kubu Raya, Rudy Fitriyanto, mengatakan lomba bertutur merupakan salah satu program strategis dalam mendukung gerakan gemar membaca melalui GEUS Baperkuy.

Baca Juga: Respons Cepat Cegah Karhutla Meluas di Kubu Raya, Warga Diimbau Tetap Waspada

Menurutnya, kemampuan bertutur memiliki hubungan erat dengan kebiasaan membaca. Anak yang terbiasa membaca akan memiliki kemampuan lebih baik dalam menyampaikan cerita, memperluas wawasan, serta membangun karakter.

"Kenapa bertutur? Karena bertutur adalah cara paling dasar menumbuhkan minat baca. Anak yang gemar bercerita pasti gemar membaca. Anak yang gemar membaca akan memiliki daya imajinasi, kosakata, dan karakter yang kuat," ujarnya.

Rudy menjelaskan, para peserta membawakan cerita rakyat, cerita daerah, hingga kisah inspiratif yang berasal dari Kalimantan Barat, khususnya Kabupaten Kubu Raya. Penampilan peserta dinilai oleh dewan juri profesional untuk menentukan juara pertama, kedua, dan ketiga berdasarkan kategori cerita yang dibawakan.

Ia menyebutkan, terdapat tiga tujuan utama dalam pelaksanaan lomba tersebut. Pertama, menumbuhkan budaya gemar membaca sejak usia dini. Kedua, melestarikan budaya tutur dan cerita rakyat sebagai warisan budaya bangsa. Ketiga, menemukan bibit-bibit pendongeng muda Kubu Raya yang nantinya akan dibina untuk mengikuti ajang tingkat provinsi hingga nasional.

Baca Juga: Polsek Sungai Ambawang Serahkan 58 Buku ke Rumah Baca di Desa Jawa Tengah

"Kami berharap dari kegiatan ini lahir generasi muda yang tidak hanya gemar membaca, tetapi juga mampu menyampaikan kembali pengetahuan yang diperolehnya secara baik kepada orang lain," katanya.

Rudy juga menyampaikan apresiasi kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kubu Raya, para camat, kepala sekolah, guru pembina, serta orang tua yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut.

Ia memberikan motivasi kepada seluruh peserta agar menjadikan lomba bertutur sebagai wadah belajar dan meningkatkan kepercayaan diri.

Baca Juga: Wisata Tebiar Kubu Raya, Bekas Tempat Liburan Favorit yang Kini Menyisakan Kisah Tragis

"Juara memang penting, tetapi yang lebih penting adalah keberanian untuk tampil, bercerita, dan menginspirasi teman-teman lainnya. Kalian semua adalah pemenang karena sudah berani ber

Sementara itu, Bunda Literasi Kubu Raya, Atzebiyatulensi, mengatakan lomba bertutur bukan sekadar kompetisi berbicara di depan umum, tetapi juga menjadi sarana membangun budaya literasi sejak dini.

Menurutnya, melalui kegiatan tersebut, anak-anak belajar memahami isi bacaan, mengolah informasi, kemudian menyampaikannya kembali dengan bahasa yang baik, ekspresi yang tepat, dan penuh penghayatan.

"Lomba bertutur merupakan sarana menumbuhkan kecintaan terhadap budaya membaca, meningkatkan literasi, melatih keberanian, membangun rasa percaya diri, serta mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan inovatif," ujarnya.

Melalui cerita-cerita yang diangkat, para peserta diajak mengenal budaya lokal sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap buku-buku bertema budaya daerah sebagai bagian dari penguatan identitas bangsa. (ash)

Editor : Hanif
Pemkab Kubu Raya lomba bertutur literasi cerita rakyat membaca