PONTIANAK POST – Pemerintah Kabupaten Kubu Raya terus mendorong pengembangan sektor pariwisata berbasis masyarakat. Salah satu wilayah yang dipersiapkan menjadi desa wisata adalah Desa Batu Ampar, Kecamatan Batu Ampar, yang memiliki kekayaan ekosistem mangrove serta potensi ekonomi pesisir.
Pengembangan desa wisata ini diharapkan tidak hanya menghadirkan destinasi baru bagi wisatawan, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat setempat melalui konsep wisata berkelanjutan.
Diawali Aksi Bersih Lingkungan
Berdasarkan unggahan Instagram @bappedalitbang.kkr pengembangan Desa Batu Ampar sebagai desa wisata diawali dengan kegiatan clean-up action atau aksi bersih-bersih ruang publik.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian program pengembangan kawasan wisata sekaligus upaya menciptakan lingkungan yang bersih, nyaman, dan siap menyambut wisatawan.
Program ini juga diikuti berbagai kegiatan lain yang berlangsung selama dua hari sebagai bagian dari persiapan pengembangan Desa Batu Ampar.
Baca Juga: Mengintip Wisata Tersembunyi di Kubu Raya, Dari Puncak Perbukitan hingga Senja di Sungai Kakap
Mangrove Menjadi Daya Tarik Utama
Salah satu potensi terbesar Desa Batu Ampar adalah kawasan hutan mangrove yang masih terjaga.
Di kawasan Bukit Medika, pengunjung dapat menikmati hamparan mangrove yang menjadi habitat berbagai biota pesisir. Saat ini telah tersedia jalur tracking mangrove, meski panjangnya masih terbatas.
Baca Juga: Sejarah Kabupaten Kubu Raya, Dari Kerajaan Kubu hingga Menjadi Kabupaten Termuda di Kalbar
Ke depan, jalur tersebut direncanakan akan diperpanjang agar wisatawan dapat menikmati kawasan mangrove dengan lebih nyaman sekaligus mengenal pentingnya ekosistem pesisir.
Budidaya Kepiting Masuk Konsep Wisata Edukasi
Selain menawarkan panorama alam, Desa Batu Ampar juga memiliki potensi wisata edukasi melalui budidaya kepiting.
Baca Juga: Menyusuri Jejak Perantau Hadramaut Yaman yang Membangun Kerajaan Kubu di Kalbar
Kawasan pembesaran kepiting di Bukit Medika direncanakan menjadi bagian dari daya tarik wisata, sehingga pengunjung tidak hanya menikmati keindahan alam, tetapi juga dapat mengenal aktivitas ekonomi masyarakat pesisir.
Konsep tersebut diharapkan mampu memberikan nilai tambah bagi pelaku usaha lokal sekaligus memperkenalkan potensi perikanan Batu Ampar kepada wisatawan.
Pariwisata Didorong untuk Meningkatkan Kesejahteraan Warga
Baca Juga: Menelusuri Sejarah dan Peran Masjid Jami’atus Sholihin, Pusat Dakwah Tertua di Tanjung Saleh
Pemerintah Kabupaten Kubu Raya menilai sektor pariwisata dapat menjadi salah satu solusi dalam meningkatkan perekonomian masyarakat.
Dengan memanfaatkan potensi alam yang dimiliki Desa Batu Ampar, pengembangan desa wisata diharapkan mampu menciptakan lapangan usaha baru bagi warga, mulai dari sektor kuliner, jasa wisata, hingga produk ekonomi kreatif.
Pendekatan ini juga diarahkan agar masyarakat menjadi pelaku utama dalam pengelolaan destinasi wisata.
Baca Juga: Mengenal H. Ismail Mundu, Pendiri Masjid Batu Teluk Pakedai yang Dibangun Tanpa Kayu (bagian 1)
Penanaman Pohon Jadi Komitmen Pelestarian Lingkungan
Selain membangun fasilitas wisata, pengembangan Desa Batu Ampar juga dibarengi dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan.
Salah satu kegiatan yang dilakukan adalah penanaman pohon sebagai bentuk komitmen menjaga ekosistem pesisir dan mangrove.
Baca Juga: Mengenal H. Ismail Mundu, Pendiri Masjid Batu Teluk Pakedai yang Dibangun Tanpa Kayu (bagian 2)
Langkah tersebut menjadi bagian dari konsep desa wisata berkelanjutan, yakni mengembangkan sektor pariwisata tanpa mengabaikan kelestarian alam yang menjadi daya tarik utama kawasan.
Berpeluang Menjadi Destinasi Baru di Kubu Raya
Dengan kekayaan hutan mangrove, kawasan pesisir, budidaya kepiting, serta komitmen menjaga lingkungan, Desa Batu Ampar dinilai memiliki peluang besar menjadi salah satu destinasi wisata unggulan di Kabupaten Kubu Raya.
Baca Juga: Permainan Jage Telok Buaya, Warisan Budaya dari Pesisir Teluk Pakedai yang Nyaris Hilang
Apabila pengembangan dilakukan secara bertahap dan melibatkan masyarakat, desa ini berpotensi menjadi contoh pengembangan wisata berbasis lingkungan yang mampu meningkatkan kesejahteraan warga sekaligus menjaga kelestarian alam.
Editor : Silvina