PONTIANAK POST – Rumah Hakka di Kubu Raya tidak hanya menjadi ikon budaya masyarakat Tionghoa, tetapi juga menyimpan sejumlah fakta menarik yang jarang diketahui. Salah satu keunikannya adalah seluruh bangunan dibuat menggunakan susunan batu bata tanpa dilapisi plester, sehingga menampilkan karakter arsitektur yang berbeda dibandingkan bangunan pada umumnya.
Bangunan ini menjadi simbol pelestarian budaya Hakka di Kalimantan Barat sekaligus menghadirkan nuansa arsitektur tradisional yang mengingatkan pada rumah-rumah Hakka di Tiongkok.
Dibangun Seluruhnya Menggunakan Batu Bata
Baca Juga: Rumah Hakka Kubu Raya Terinspirasi Warisan Dunia UNESCO, Arsiteknya Berkali-kali Belajar ke Tiongkok
Salah satu fakta paling mencolok dari Rumah Hakka adalah material bangunannya.
Berdasarkan tayangan YouTube @paulosche5707, bangunan tersebut dibuat menggunakan batu bata asli yang didatangkan dari Singkawang. Menariknya, susunan bata dibiarkan terlihat alami tanpa menggunakan lapisan plester sehingga menghadirkan kesan klasik sekaligus memperlihatkan keahlian dalam teknik penyusunan dinding.
Penggunaan bata ekspos ini juga menjadi identitas visual yang membuat Rumah Hakka mudah dikenali para pengunjung.
Baca Juga: Menyusuri Rumah Hakka Terbesar di Kalbar, Bangunan Unik yang Disebut Hanya Ada Dua di Asia Tenggara
Bentuk Melingkar Khas Arsitektur Hakka
Rumah Hakka memiliki bentuk bangunan melingkar yang menjadi ciri khas arsitektur masyarakat Hakka.
Desain tersebut terinspirasi dari rumah-rumah tradisional Hakka di Tiongkok yang dikenal memiliki bentuk menyerupai benteng. Selain berfungsi sebagai tempat berkumpul, desain melingkar pada masa lalu juga dimanfaatkan sebagai bentuk perlindungan bagi para penghuninya.
Di Kalbar, konsep tersebut diadaptasi sebagai simbol kebersamaan sekaligus menjadi pusat berbagai kegiatan budaya masyarakat Hakka.
Tulisan "Ngai" Menjadi Identitas Hakka
Fakta menarik lainnya dapat ditemukan pada bagian depan bangunan. Dalam tayangan YouTube HandyYang9, terlihat sebuah tulisan besar bertuliskan "Ngai", yang merupakan kata dalam bahasa Hakka yang berarti "saya" atau "aku".
Tulisan tersebut menjadi salah satu identitas budaya yang langsung menyambut setiap pengunjung dan memperlihatkan kekhasan bahasa yang masih dijaga oleh masyarakat Hakka.
Dikelilingi Sungai dan Nuansa Benteng
Keunikan Rumah Hakka juga terlihat dari tata kawasan di sekitarnya.Bangunan ini dilengkapi dengan sungai kecil yang mengelilingi area, sehingga menambah kesan asri sekaligus mempercantik pemandangan.
Baca Juga: Mengapa Orang Hakka Disebut Keluarga Tamu? Ini Asal Usul dan Kisah Perjalanannya hingga Mendunia
Di beberapa sisi juga tampak dinding menyerupai benteng lengkap dengan gerbang masuk yang memperkuat nuansa arsitektur tradisional Hakka.
Desain tersebut dibuat semirip mungkin dengan Rumah Hakka yang berada di Tiongkok sehingga pengunjung dapat merasakan suasana khas perkampungan Hakka tanpa harus pergi ke luar negeri.
Destinasi Wisata Edukasi Budaya
Kini Rumah Hakka menjadi salah satu destinasi wisata budaya di Pontianak yang menarik untuk dikunjungi.
Selain menikmati keunikan arsitekturnya, pengunjung juga dapat mengenal lebih dekat sejarah, bahasa, dan budaya masyarakat Hakka yang telah menjadi bagian penting dari keberagaman Kalimantan Barat.
Perpaduan bangunan bata tanpa plester, bentuk melingkar, tulisan khas Hakka, serta lanskap sungai dan benteng menjadikan Rumah Hakka sebagai salah satu ikon budaya yang memiliki nilai sejarah sekaligus daya tarik wisata.
Editor : Silvina