Karhutla Kubu Raya Ancam Sekolah dan Permukiman, Petugas Berjibaku Padamkan Api

Aristono Edi Kiswantoro • Dipublikasikan Kamis, 23 Juli 2026 | 22:40 WIB
PEMADAMAN: Personel Polres Kubu Raya bersama BNPB, relawan, dan pemadam kebakaran melakukan penyekatan serta pendinginan di lokasi kebakaran lahan di Jalan Parit Paeran, Desa Limbung, Kecamatan Sungai Raya, Kamis (23/7). Api yang membakar sekitar 3 hektare lahan sempat mengancam SMA Negeri 4 Kubu Raya.
PEMADAMAN: Personel Polres Kubu Raya bersama BNPB, relawan, dan pemadam kebakaran melakukan penyekatan serta pendinginan di lokasi kebakaran lahan di Jalan Parit Paeran, Desa Limbung, Kecamatan Sungai Raya, Kamis (23/7). Api yang membakar sekitar 3 hektare lahan sempat mengancam SMA Negeri 4 Kubu Raya.

 

PONTIANAK POST – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali mengancam Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat. Sedikitnya 9 hektare lahan terbakar di dua lokasi berbeda pada Kamis (23/7), dengan kobaran api mendekati SMA Negeri 4 Kubu Raya serta kawasan permukiman warga di Kecamatan Sungai Raya dan Rasau Jaya.

Di Jalan Parit Paeran, Dusun Mulyorejo, Desa Limbung, Kecamatan Sungai Raya, api melahap sekitar 3 hektare lahan gambut. Titik kebakaran hanya berjarak belasan meter dari bangunan SMA Negeri 4 Kubu Raya, sehingga petugas harus bergerak cepat mencegah api merembet ke lingkungan sekolah.

Kapolres Kubu Raya AKBP Kadek Ary Mahardika turun langsung memimpin upaya pemadaman bersama personel Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), relawan, dan unsur terkait. Tim melakukan penyekatan serta pendinginan untuk menghambat pergerakan api yang dipicu kondisi lahan gambut kering.

Pemadaman Berlangsung di Dua Lokasi

Pada waktu yang hampir bersamaan, kebakaran juga terjadi di depan Perumahan Candramidi, Jalan Cendrawasih, RT 004/RW 002, Dusun I Sangkar Mas, Desa Rasau Jaya III.

Kapolsek Rasau Jaya Iptu Sihar Lumbantoruan bersama personel Manggala Agni, pemadam kebakaran swasta, dan relawan memadamkan api yang membakar sekitar 6 hektare lahan. Lokasi kebakaran berada sangat dekat dengan rumah warga sehingga proses pemadaman diprioritaskan untuk mencegah api meluas ke kawasan permukiman.

Petugas terus menyiram titik-titik api dan melakukan pendinginan pada lapisan gambut yang masih menyimpan bara di bawah permukaan tanah.

Polisi: Bara Gambut Masih Berpotensi Memicu Kebakaran

Kasubsi Penmas Polres Kubu Raya, Aiptu Ade, mengatakan secara visual kobaran api telah berhasil dikendalikan. Namun, bara di bawah permukaan gambut masih berpotensi memunculkan titik api baru.

CEGAH MELUAS: Petugas gabungan berjibaku memadamkan kebakaran lahan di depan Perumahan Candramidi, Desa Rasau Jaya III, Kecamatan Rasau Jaya, Kamis (23/7). Sekitar 6 hektare lahan terbakar, sementara proses pendinginan terus dilakukan untuk mencegah bara di lapisan gambut memicu kebakaran susulan.
CEGAH MELUAS: Petugas gabungan berjibaku memadamkan kebakaran lahan di depan Perumahan Candramidi, Desa Rasau Jaya III, Kecamatan Rasau Jaya, Kamis (23/7). Sekitar 6 hektare lahan terbakar, sementara proses pendinginan terus dilakukan untuk mencegah bara di lapisan gambut memicu kebakaran susulan.

 

"Dua lokasi di Sungai Raya dan Rasau Jaya sudah kami upayakan pemadaman, pendinginan serta penyekatan bersama BNPB, Manggala Agni, pemadam swasta, relawan dan stakeholder terkait. Secara visual api memang berhasil dipadamkan, tapi perut gambut masih menyimpan bara dan menyebarkan asap pekat," ujarnya, Kamis (23/7).

Menurut Ade, personel gabungan masih disiagakan untuk memastikan tidak terjadi kebakaran susulan.

Polisi Ingatkan Bahaya Pembakaran Lahan

Polres Kubu Raya mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Praktik tersebut dinilai tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga membahayakan keselamatan masyarakat, terutama ketika api mendekati fasilitas pendidikan dan permukiman.

"Setiap meter lahan yang kami siram adalah upaya menyelamatkan rumah warga dari kepungan api dan menjaga anak-anak kita agar tetap bisa menghirup udara segar. Kami minta ketidakpedulian ini dihentikan. Siapa pun yang sengaja bermain-main dengan api di atas tanah ini, akan kami tindak tegas tanpa kompromi," tegas Ade.

Hingga Kamis malam, petugas gabungan masih bertahan di lokasi untuk melakukan pendinginan dan menyisir bara api yang tersembunyi di lapisan gambut.

Dampak Karhutla bagi Masyarakat

Karhutla tidak hanya menghanguskan lahan, tetapi juga meningkatkan risiko gangguan kesehatan akibat asap, mengancam aktivitas belajar di sekolah, serta membahayakan permukiman yang berada di sekitar lokasi kebakaran.

Data Kementerian Kehutanan menunjukkan Kalimantan Barat masih menjadi provinsi dengan luas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terbesar di Indonesia sepanjang 2026. Hingga akhir Juni 2026, luas lahan yang terbakar mencapai 28.680,47 hektare, jauh di atas provinsi lain seperti Riau dan Nusa Tenggara Timur. Kondisi tersebut menempatkan Kalbar sebagai salah satu wilayah prioritas nasional dalam upaya pengendalian karhutla.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebelumnya mengingatkan bahwa penurunan curah hujan di Kalimantan Barat pada semester kedua 2026 berpotensi meningkatkan risiko karhutla.

Meski fenomena ENSO dan Indian Ocean Dipole (IOD) masih berada pada fase netral, BMKG memprakirakan terdapat peluang berkembangnya El Nino lemah hingga moderat yang dapat memicu kondisi lahan semakin kering. BMKG juga menggunakan indikator Fire Weather Index (FWI) untuk memantau tingkat kemudahan bahan bakar alami terbakar dan potensi penyebaran api di wilayah rawan karhutla.

Polres Kubu Raya menyatakan penyebab kebakaran di Desa Limbung dan Rasau Jaya III masih dalam penyelidikan. Polisi belum menyimpulkan apakah kebakaran dipicu faktor kelalaian, unsur kesengajaan, maupun penyebab lainnya. Aparat memastikan akan mengumpulkan keterangan saksi dan barang bukti sebelum menetapkan kesimpulan.

Kepolisian juga mengingatkan bahwa setiap orang yang terbukti sengaja membuka lahan dengan cara membakar dapat diproses sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Sebelumnya, Polres Kubu Raya pernah mengungkap kasus pembakaran lahan di Rasau Jaya yang menjerat seorang pelaku setelah penyidik menemukan bukti adanya aktivitas pembakaran untuk membersihkan kebun. (ars)

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
karhutla kalimantan barat BPBD Kubu Raya Kebakaran lahan Kubu Raya Kebakaran gambut SMA Negeri 4 Kubu Raya