19 Jurnalis Ikuti KJC 2026 di Kubu Raya, Menggalang Komitmen Pelestarian Benteng Ekologis Pesisir

Marsita Riandini • Dipublikasikan Jumat, 24 Juli 2026 | 14:46 WIB
Sebanyak 19 jurnalis dan kreator konten dari berbagai media massa di Kalimantan Barat (Kalbar) tiba di Desa Medan Mas, Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Kubu Raya, pada Jumat (24/7). (ISTIMEWA)
Sebanyak 19 jurnalis dan kreator konten dari berbagai media massa di Kalimantan Barat (Kalbar) tiba di Desa Medan Mas, Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Kubu Raya, pada Jumat (24/7). (ISTIMEWA)

PONTIANAK POST - Sebanyak 19 jurnalis dan kreator konten dari berbagai media massa di Kalimantan Barat (Kalbar) tiba di Desa Medan Mas, Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Kubu Raya, pada Jumat (24/7).

Kedatangan rombongan ini menandai dimulainya kegiatan Kolase Journalist Camp (KJC) 2026 bertajuk 'Peringatan International Mangrove Day: Reconnecting Mangrove' yang berlangsung selama tiga hari hingga 26 Juli mendatang.

Kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi strategis antara Yayasan Kolase, Yayasan Hutan Biru (Blue Forests), Blue Ventures dan Pemerintah Desa Medan Mas, dalam upaya memperkuat narasi pelestarian ekosistem mangrove di tingkat tapak. Setibanya di dermaga desa, para peserta disambut dengan ritual adat beras kuning, sebuah simbol penghormatan bagi tamu yang berkunjung.

Baca Juga: Krisis Dokter di Puskesmas Pesisir Kubu Raya, Dinkes Cari Tenaga Medis untuk Perkuat Layanan Kesehatan

Ketua Yayasan Kolase, Andi Fachrizal, mengungkapkan kesan mendalamnya atas keramahan warga setempat.

"Sangat terkesan kami datang langsung di sambut dengan beras kuning. Kami sangat menghargai nilai-nilai lokal yang tetap tumbuh di desa Medan Mas dan bagi kami ini adalah sebuah kejutan," ujarnya.

Adapun delegasi media yang terlibat berasal dari Pontianak Post, Suara Kalbar, Kompas TV, LKBN Antara, RRI, Warta Pontianak, Inside Pontianak, Tribun Pontianak, dan Iniborneo serta perwakilan kreator konten dari Pontianak Infomedia, Pontianak Disway dan Melawi Spezial.

Kepala Desa Medan Mas, Wira, menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah desa, jurnalis, dan lembaga swadaya masyarakat sangat krusial untuk menjaga kelestarian lingkungan pesisir.

Baca Juga: Batu Ampar Kubu Raya Bersiap Jadi Desa Wisata, Punya Hutan Mangrove hingga Budidaya Kepiting

"Salah satunya adalah bukti kita semua untuk berkomitmen yaitu pentingnya dalam proses penjagaan kawasan mangrove yang ada di kawasan ini, terutama Desa Medan Mas, Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Kubu Raya. Kita tidak bisa bekerja sendiri. Pemerintahan desa tidak bisa kerja sendiri tanpa kita semua serta teman jurnalis ini yang bisa mengangkat potensi desa yang ada di Desa Medan Mas ini," ujar Wira.

Berdasarkan agenda kegiatan, para peserta akan mengikuti serangkaian aktivitas lapangan dan diskusi intensif. Pada Jumat, peserta melakukan field walk untuk menyusuri ekosistem mangrove, melakukan identifikasi jenis, serta membuat transek yang kemudian didiskusikan di Learning Center desa.

Pada Sabtu, Agenda bertajuk "Kuliah Pesisir" yang meliputi sharing session bersama tokoh lokal (local champion), dialog akar rumput mengenai tantangan ekonomi pesisir, serta praktik jurnalisme warga (citizen journalism) bersama masyarakat.​ Keesokan harinya, puncak acara berupa selebrasi Hari Mangrove Sedunia yang akan diisi dengan pameran produk olahan mangrove hasil karya warga, presentasi karya foto (photovoice), serta kampanye media sosial bersama.

Kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan komitmen bersama dalam menjaga kawasan mangrove sebagai benteng ekologis pesisir Indonesia. (mrd)

Editor : Miftahul Khair
Kolase Journalist Camp kuliah pesisir ekologis pesisir Mangrove batu ampar