PONTIANAK POST – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kubu Raya mencapai titik paling mengkhawatirkan. Kobaran api di Komplek Perumahan Bumi Serdam Indah, Kecamatan Sungai Raya, hanya berjarak sekitar dua meter atau "dua langkah" dari rumah-rumah warga. Situasi darurat itu memaksa tim gabungan mengevakuasi sebagian penghuni dan memusatkan seluruh upaya pemadaman agar api tidak melahap kawasan permukiman.
Dalam dua hari berturut-turut, kebakaran juga mengancam Komplek Fajar Asri 6, memperlihatkan bahwa karhutla tak lagi hanya membakar lahan kosong, tetapi telah mengepung kawasan hunian. Di saat yang sama, operasi pemadaman masih berlangsung di sedikitnya 10 kabupaten/kota di Kalimantan Barat, menandakan musim kemarau mulai meningkatkan risiko bencana di berbagai daerah.
Api Hanya Berjarak Dua Meter dari Rumah
Kebakaran yang terjadi sejak Sabtu (25/7/2026) menjadi salah satu titik karhutla paling kritis di Kalimantan Barat. Asap tebal dari lahan gambut yang terbakar menyelimuti kawasan permukiman, sementara kobaran api terus bergerak mendekati rumah-rumah warga.
Puluhan personel gabungan dari BPBD Kalbar, TNI, Polri, PMI, pemadam kebakaran sukarelawan, relawan, dan masyarakat berjibaku melakukan pemadaman sejak siang hingga malam. Fokus utama operasi bukan sekadar memadamkan api, melainkan menyelamatkan permukiman yang berada tepat di bibir lokasi kebakaran.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalbar, Judan, mengatakan luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai empat hingga lima hektare. BPBD mengerahkan sekitar 20 personel beserta mesin pompa air dan selang untuk memperkuat operasi di lapangan.
"Targetnya ini pemblokiran perumahan, karena jarak titik api dengan perumahan hanya sekitar dua meter," ujar Judan.
Menurutnya, kawasan Bumi Serdam Indah menjadi prioritas utama karena merupakan titik kebakaran yang paling membahayakan keselamatan masyarakat. Sementara itu, tim lain disebar ke sejumlah titik kebakaran di kawasan Sungai Raya Dalam.
Warga Dievakuasi, Keselamatan Jadi Prioritas
Ketua Bidang Penanggulangan Bencana PMI Kalbar, Asrul Putra Nanda, mengatakan kondisi di lapangan semakin berbahaya ketika asap pekat mulai memasuki kawasan permukiman, sementara kobaran api terus membesar akibat tiupan angin.
Demi menghindari risiko yang lebih besar, sebagian warga dievakuasi sementara hingga kondisi dinyatakan aman.
"Jangan tunggu api membesar. Satu laporan cepat dari masyarakat dapat menyelamatkan banyak nyawa, rumah, dan lingkungan," katanya.
PMI mengimbau masyarakat segera melaporkan setiap titik api maupun kepulan asap agar penanganan dapat dilakukan sebelum kebakaran berkembang menjadi lebih luas.
Sehari Berselang, Api Kepung Fajar Asri 6
Belum reda ancaman di Bumi Serdam Indah, kebakaran kembali mengepung kawasan permukiman di Komplek Fajar Asri 6, Kecamatan Sungai Raya, Minggu (26/7/2026) sekitar pukul 12.48 WIB.
Api bergerak cepat akibat embusan angin hingga mendekati rumah-rumah warga. Laporan masyarakat melalui Call Center Polri 110 langsung direspons Polres Kubu Raya dengan mengerahkan personel untuk membantu evakuasi sekaligus berkoordinasi dengan tim pemadam kebakaran.
Saat petugas tiba di lokasi, asap tebal telah menyelimuti kawasan perumahan. Personel mendatangi rumah-rumah warga dan meminta penghuni segera keluar demi keselamatan.
Pemadaman dilakukan bersama personel Direktorat Samapta Polda Kalbar, Polres Kubu Raya, Pemadam Kebakaran Mitra PAL Kubu Raya, serta masyarakat.
Kasubsi Penmas Polres Kubu Raya, Aiptu Ade, mengatakan keselamatan warga menjadi prioritas utama selama operasi berlangsung.
"Personel mengutamakan keselamatan masyarakat dengan mengimbau warga meninggalkan rumah serta berkolaborasi bersama Dit Samapta Polda Kalbar, Pemadam Kebakaran Mitra PAL Kubu Raya, dan warga melakukan pemadaman. Alhamdulillah api berhasil dipadamkan sehingga tidak sampai menjalar ke permukiman," ujarnya.
Meski api berhasil dikendalikan, petugas tetap melakukan pendinginan untuk mencegah bara api kembali menyala.
Karhutla Meluas di Sejumlah Daerah Kalbar
Berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Kalbar per 26 Juli 2026, operasi pemadaman masih berlangsung di sejumlah wilayah Kubu Raya, antara lain:
- Desa Limbung
- Rasau Jaya Umum
- Kuala Dua
- Sidomulyo
- Sungai Raya Dalam
Selain itu, operasi pemadaman juga dilakukan di:
- Kota Pontianak
- Kabupaten Ketapang
- Kayong Utara
- Sambas
- Sintang
- Bengkayang
- Sekadau
- Melawi
- Sanggau
Sebagian besar kebakaran terjadi di lahan gambut, dengan tantangan berupa minimnya sumber air, medan sulit, dan cuaca kering yang mempercepat penyebaran api.
BPBD Kalbar bersama TNI, Polri, Manggala Agni, pemerintah daerah, serta relawan terus mengintensifkan patroli darat, patroli udara, dan operasi water bombing untuk mencegah kebakaran meluas, terutama di kawasan yang berdekatan dengan permukiman dan fasilitas vital.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan bahwa musim kemarau 2026 diperkirakan berlangsung lebih kering dari kondisi normal sehingga meningkatkan potensi kebakaran hutan dan lahan di berbagai wilayah Indonesia. BMKG juga menggunakan indikator seperti Fine Fuel Moisture Code (FFMC), Duff Moisture Code (DMC), hingga Drought Code (DC) untuk mengukur tingkat kekeringan bahan bakar alami di permukaan dan bawah permukaan tanah, yang menjadi penentu kemudahan api muncul dan menyebar.
BNPB menjelaskan kebakaran di lahan gambut jauh lebih sulit ditangani dibandingkan kebakaran di tanah mineral karena api tidak hanya membakar vegetasi di permukaan, tetapi juga merambat di dalam lapisan gambut (ground fire). Kondisi tersebut membuat titik api sulit dideteksi dan pemadaman membutuhkan waktu lebih lama, terutama ketika api telah menembus lapisan gambut yang dalam.
BMKG juga menyediakan layanan prediksi sebaran partikulat kabut asap akibat karhutla karena asap kebakaran dapat menurunkan kualitas udara dan memengaruhi aktivitas masyarakat. Sementara itu, BNPB menegaskan bencana asap akibat karhutla menjadi salah satu alasan dilakukannya operasi modifikasi cuaca (OMC) di sejumlah daerah rawan untuk menekan risiko terhadap kesehatan masyarakat dan gangguan transportasi.
Fakta Cepat Karhutla Kalbar:
Titik Permukiman Terancam
- Komplek Bumi Serdam Indah
- Komplek Fajar Asri 6
- Arang Limbung
- Rasau Jaya Umum
- Kuala Dua
- Sidomulyo
Operasi Pemadaman Berlangsung di
- Kubu Raya
- Pontianak
- Ketapang
- Kayong Utara
- Sambas
- Sintang
- Bengkayang
- Sekadau
- Melawi
- Sanggau