PONTIANAK POST – Tim Siaga Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Satuan Brimob Polda Kalimantan Barat bergerak cepat memadamkan kebakaran lahan kosong di Jalan Wonodadi III Gang Pendidikan, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Minggu (26/7). Langkah cepat tersebut dilakukan untuk mencegah kobaran api meluas di tengah meningkatnya risiko karhutla pada musim kemarau.
Sebanyak lima personel Tim Siaga Karhutla yang dipimpin Ipda Putu Muliana diterjunkan ke lokasi setelah menerima laporan mengenai munculnya titik api. Petugas membawa peralatan pemadam untuk melakukan pemadaman sekaligus pembasahan lahan guna memastikan api tidak kembali menyala.
"Begitu menerima informasi adanya kebakaran lahan, personel langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan pemadaman dan pembasahan agar api tidak meluas ke area sekitar," ujar Putu Muliana.
Patroli Rutin Antisipasi Karhutla
Selain melakukan pemadaman, Satbrimob Polda Kalbar terus meningkatkan patroli di sejumlah kawasan yang dinilai rawan kebakaran hutan dan lahan. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya deteksi dini agar setiap titik api dapat ditangani sebelum berkembang menjadi kebakaran yang lebih besar.
Respons cepat terhadap laporan masyarakat juga menjadi bagian dari komitmen Polri mendukung pemerintah dalam penanggulangan karhutla, terutama saat musim kemarau ketika potensi kebakaran meningkat.
Asap Karhutla Ancam Kesehatan dan Aktivitas Masyarakat
Karhutla tidak hanya merusak ekosistem, tetapi juga berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat. Asap yang dihasilkan dapat menurunkan kualitas udara dan meningkatkan risiko gangguan kesehatan, seperti infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), iritasi mata, hingga sesak napas, terutama pada anak-anak, lansia, dan ibu hamil.
Kabut asap juga berpotensi mengganggu transportasi darat, sungai, maupun penerbangan akibat berkurangnya jarak pandang sehingga menghambat aktivitas masyarakat dan perekonomian.
Warga Diajak Berperan Aktif
Di sela-sela kegiatan pemadaman, Putu Muliana mengajak masyarakat berperan aktif mencegah karhutla dengan tidak membuka lahan menggunakan api, tidak membuang puntung rokok sembarangan, serta memastikan api unggun benar-benar padam sebelum ditinggalkan.
Ia juga meminta masyarakat segera melaporkan apabila menemukan titik api sekecil apa pun melalui petugas terdekat atau Call Center Polri 110 agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat.
"Kesadaran masyarakat untuk mencegah dan segera melaporkan kebakaran merupakan langkah penting dalam melindungi lingkungan, kesehatan, dan keselamatan bersama," katanya. (ars)
Editor : Aristono Edi Kiswantoro