Polres Kubu Raya Padamkan Karhutla Seluas 5 Hektare di Desa Limbung

Uray Ronald • Dipublikasikan Senin, 27 Juli 2026 | 22:59 WIB
Jajaran Polres Kubu Raya melakukan pemadaman karhutla di Desa Limbung, Kubu Raya, Minggu (26/7). (Humas Polri)
Jajaran Polres Kubu Raya melakukan pemadaman karhutla di Desa Limbung, Kubu Raya, Minggu (26/7). (Humas Polri)

 

PONTIANAK POST – Jajaran Polres Kubu Raya menggencarkan Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) untuk menanggulangi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah hukumnya. Dalam operasi yang berlangsung di Desa Limbung, Kecamatan Sungai Raya, petugas berhasil memadamkan kebakaran lahan gambut seluas sekitar 5 hektare guna mencegah meluasnya api dan munculnya kabut asap.

Kegiatan dilaksanakan pada Minggu (26/7/2026) pukul 10.00–18.00 WIB. Operasi dipimpin Wakapolres Kubu Raya KOMPOL Andri Syahroni, S.I.P., M.M., didampingi Kabagops Polres Kubu Raya AKP Samidi dan Danton 2 IPTU Pahmi Iskandar Nasution, serta melibatkan personel Pleton 2 KRYD Karhutla berdasarkan Surat Perintah Kapolres Kubu Raya.

Baca Juga: Sulitnya Sumber Air Hambat Pemadaman Karhutla di Kubu Raya

Kebakaran Terjadi di Lahan Gambut

Petugas bergerak menuju lokasi kebakaran di Jalan Parit Paeran, Dusun Mulyorejo, Desa Limbung, Kecamatan Sungai Raya, berdasarkan titik koordinat -0.154737, 109.382156.

Di lokasi tersebut, petugas menemukan lahan gambut dengan vegetasi semak belukar kering yang terbakar. Luas area terdampak diperkirakan mencapai sekitar 5 hektare.

Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada 27 Juli 2026, terdeteksi 147 titik panas (hotspot) di Kabupaten Kubu Raya.

Dari jumlah tersebut, dua titik masuk kategori high confidence atau tingkat kepercayaan tinggi. Sementara itu, secara keseluruhan BMKG mencatat terdapat 1.083 hotspot yang tersebar di Kalimantan Barat, menjadikan Kubu Raya sebagai salah satu daerah dengan jumlah titik panas tertinggi di provinsi ini.

Baca Juga: BMKG Deteksi 147 Hotspot, Karhutla Kubu Raya Kian Mengkhawatirkan

Pemadaman Terkendala Cuaca dan Sulitnya Sumber Air

Dalam proses pemadaman, tim menggunakan dua unit mesin Robin, 10 selang, dua nozzle, dan dua selang hisap.

Petugas menghadapi sejumlah kendala di lapangan, di antaranya cuaca panas, angin kencang yang mempercepat rambatan api, serta karakteristik lahan gambut dengan titik api yang tersebar.

Selain itu, minimnya sumber air dan jauhnya lokasi kebakaran dari sumber air turut memperberat proses pemadaman.

Pendinginan Terus Dilakukan

Berkat kerja sama Regu 1 hingga Regu 4 Pleton 2 KRYD Karhutla, kobaran api berhasil dipadamkan. Meski demikian, hingga kegiatan berakhir pukul 18.00 WIB, petugas masih melakukan pendinginan karena kepulan asap masih terlihat di area bekas terbakar.

Polres Kubu Raya menilai upaya pemadaman, penyekatan, dan pendinginan menjadi langkah penting untuk mencegah api merambat ke lokasi lain maupun ke kawasan permukiman warga.

Polisi Waspadai Munculnya Titik Api Baru

Menghadapi cuaca panas dan minimnya curah hujan yang diperkirakan masih berlangsung dalam beberapa hari ke depan, kepolisian mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan.

Polres Kubu Raya juga mengingatkan adanya kemungkinan munculnya titik api baru, baik di lokasi yang pernah terbakar maupun wilayah lain, yang berpotensi meningkatkan jumlah hotspot serta memicu kabut asap di Kabupaten Kubu Raya dan sekitarnya.

Baca Juga: Kabut Asap Karhutla Selimuti Kubu Raya, Warga Diimbau Pakai Masker

Berdasarkan pemantauan BMKG pada 27 Juli 2026, kualitas udara di Kabupaten Kubu Raya berada pada kategori "Tidak Sehat" dengan nilai PM2.5 sebesar 149,1 µg/m³.

BMKG juga mengeluarkan peringatan dini kualitas udara ekstrem dan menyebut tingginya konsentrasi partikulat berpotensi meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama bagi kelompok rentan. Selain itu, pemodelan BMKG menunjukkan potensi sebaran partikulat kabut asap masih terjadi di wilayah tersebut.

Hingga hari ini, BPBD Kubu Raya belum merilis data resmi mengenai akumulasi luas lahan yang terbakar selama musim kemarau tahun ini. Pendataan masih terus dilakukan seiring berlangsungnya proses pemadaman dan verifikasi di lapangan.

Secara provinsi, Kalimantan Barat tercatat sebagai wilayah dengan luas kebakaran hutan dan lahan terbesar di Indonesia sepanjang Januari hingga akhir Juni 2026. Berdasarkan data BNPB, total luas lahan yang terbakar mencapai 28.216,31 hektare, sehingga upaya pencegahan dan penanganan karhutla terus diperkuat di berbagai kabupaten, termasuk Kubu Raya.*

Editor : Uray Ronald
Sumber : Humas Polri
Karhutla Kubu Raya KRYD Polres Kubu Raya kebakaran lahan Desa Limbung pemadaman karhutla Sungai Raya Polres Kubu Raya