Kubu Raya Jadi Pusat Empat Agenda Strategis Pemprov Kalbar, Ria Norsan Soroti Gotong Royong dan Gemarikan

Ashri Isnaini • Dipublikasikan Selasa, 28 Juli 2026 | 10:58 WIB
Gubernur Kalbar, Ria Norsan bersama Bupati Kubu Raya, Sujiwo berfoto bersama anak-anak PAUD Kubu Raya usai Pengukuhan Forikan Kalbar, Senin (27/7) di Halaman Kantor Bupati Kubu Raya. (ASHRI ISNAINI/PONTIANAK POST)
Gubernur Kalbar, Ria Norsan bersama Bupati Kubu Raya, Sujiwo berfoto bersama anak-anak PAUD Kubu Raya usai Pengukuhan Forikan Kalbar, Senin (27/7) di Halaman Kantor Bupati Kubu Raya. (ASHRI ISNAINI/PONTIANAK POST)

PONTIANAK POST - Kabupaten Kubu Raya menjadi pusat pelaksanaan empat agenda strategis Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, Senin (27/7). Kegiatan tersebut meliputi pengukuhan Ketua Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan) Kalbar, Rapat Koordinasi Kelompok Kerja (Pokja) Bunda PAUD, peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK, serta Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM).

Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, mengatakan pelaksanaan empat agenda tersebut di Kubu Raya merupakan bagian dari kegiatan rutin pemerintah provinsi yang kali ini digelar secara bersamaan.

“Alhamdulillah, hari ini ada empat agenda yang dipusatkan di Kabupaten Kubu Raya. Mulai dari pengukuhan Forikan, rapat koordinasi Pokja Bunda PAUD, Hari Kesatuan Gerak PKK, hingga Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat,” ujar Norsan usai menghadiri kegiatan di Aula Praja Utama Kantor Bupati Kubu Raya, Senin (27/7).

Baca Juga: Hari Ke-13 Karhutla Kubu Raya, Tim Gabungan Berpacu Padamkan Api demi Selamatkan Permukiman

Menurut Norsan, seluruh kegiatan tersebut memiliki tujuan yang sama, yakni memperkuat pembangunan sumber daya manusia melalui kolaborasi berbagai elemen masyarakat serta menjaga nilai sosial yang menjadi identitas bangsa.

Salah satu perhatian utama adalah pelaksanaan BBGRM. Norsan menilai budaya gotong royong merupakan warisan leluhur yang harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

“Gotong royong adalah budaya yang diwariskan oleh nenek moyang kita. Nilai ini tidak boleh hilang dan harus terus kita pelihara bersama,” katanya.

Ia mengakui semangat gotong royong di tengah masyarakat mulai mengalami perubahan seiring perkembangan zaman. Karena itu, pemerintah terus mendorong berbagai program yang melibatkan masyarakat secara langsung untuk menghidupkan kembali nilai kebersamaan tersebut.

Baca Juga: Pemprov Kalbar Perkuat Kepemimpinan ASN untuk Percepat Transformasi Birokrasi dan Tingkatkan Pelayanan Publik

Selain penguatan budaya gotong royong, pemerintah provinsi juga terus mendorong Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) melalui Forikan. Norsan mengatakan, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi bersama pemerintah kabupaten dan kota selama ini rutin melaksanakan edukasi serta kegiatan masyarakat untuk meningkatkan konsumsi ikan.

“Kegiatan Gemarikan biasanya dilakukan dengan turun langsung ke masyarakat melalui berbagai program edukasi maupun kegiatan bersama yang mengajak masyarakat lebih gemar mengonsumsi ikan,” jelasnya.

Menurutnya, ikan dapat diolah menjadi berbagai menu menarik sehingga mampu meningkatkan minat konsumsi masyarakat, terutama anak-anak. Selain mudah diolah, ikan juga memiliki kandungan gizi yang baik untuk mendukung pertumbuhan dan kesehatan.

Sementara itu, Bupati Kubu Raya, Sujiwo, mengapresiasi kepercayaan Pemprov Kalbar yang menjadikan Kubu Raya sebagai tuan rumah empat agenda tersebut. Menurutnya, seluruh kegiatan memiliki tujuan yang sama, yakni mempercepat pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Pada Rapat Koordinasi Bunda PAUD, Sujiwo meminta agar kegiatan tidak berhenti pada seremoni, tetapi dilanjutkan dengan program nyata. Ia menekankan peran Bunda PAUD bersama Dinas Pendidikan dalam membentuk karakter anak sebagai generasi Indonesia Emas 2045.

“Di tengah kesulitan keuangan daerah ini tantangannya berat. Apalagi sekarang wajib belajar sudah 13 tahun karena ditambah usia satu tahun PAUD. Bunda PAUD harus mengambil peran bersama Dinas Pendidikan untuk membentuk karakter anak,” ujarnya.

Baca Juga: Warga Dusun Cingka dan ANTAM Gotong Royong Bersihkan Sungai, Wujudkan Kepedulian Lingkungan Menyambut Hari Sungai Nasional

Terkait pembentukan Forikan, Sujiwo menyebut gerakan gemar makan ikan penting untuk membiasakan masyarakat mengonsumsi makanan bergizi. Kandungan protein ikan dinilai berperan dalam mendukung pertumbuhan otak anak dan mencegah stunting.

Sementara mengenai HKG PKK, Sujiwo menilai organisasi tersebut memiliki peran strategis karena jaringannya hingga tingkat desa melalui Dasawisma.

“Sepuluh rumah di kanan, kiri, depan, belakang bisa dipantau. Ada yang kena TBC, ada anak stunting, ada yang tidak mampu makan, itu bisa langsung diketahui kalau PKK aktif,” jelasnya.

Untuk BBGRM, Sujiwo mengajak masyarakat dan pemerintah menghidupkan kembali budaya gotong royong yang mulai tergerus. Menurutnya, gotong royong tidak hanya diwujudkan melalui kerja bakti, tetapi juga dalam bentuk kolaborasi antarlembaga. (ash)

Editor : Miftakhair
pusat pemprov kalbar kubu raya sdm unggul gotong royong