PONTIANAK POST - Kabupaten Kubu Raya menjadi tuan rumah Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) XXIII Tingkat Kalimantan Barat. Kegiatan tersebut menjadi momentum bagi pemerintah daerah untuk memperkuat budaya gotong royong dalam pembangunan dan pelayanan masyarakat.
Pencanangan BBGRM XXIII digelar di Taman Dirgantara Angkasa Pura, Sungai Raya, Selasa (28/7), dengan tema "Menggerakkan Potensi Masyarakat Melalui Gotong Royong untuk Membangun Desa Maju dan Mandiri".
Bupati Kubu Raya Sujiwo menyampaikan apresiasi kepada Pemprov Kalbar, khususnya Gubernur Kalbar Ria Norsan, atas kepercayaan menjadikan Kubu Raya sebagai tuan rumah kegiatan tersebut.
Baca Juga: Mengapa SPBU Pontianak dan Kubu Raya Masih Antre BBM? Ini Penyebab dan Langkah Pertamina
"Kami atas nama pemerintah dan seluruh masyarakat Kabupaten Kubu Raya mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Bapak Gubernur Kalbar yang telah memberikan kepercayaan kepada Kabupaten Kubu Raya menjadi penyelenggara kegiatan ini," ujar Sujiwo.
Menurut Sujiwo, pembangunan daerah membutuhkan keterlibatan seluruh pihak. Karena itu, semangat gotong royong harus terus dijaga dan diterapkan, termasuk dalam lingkungan pemerintahan.
"Budaya gotong royong adalah warisan yang sangat mulia. Pesan moral ini harus sampai ke seluruh lapisan masyarakat, termasuk di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kubu Raya," katanya.
Ia mengajak jajaran pemerintah daerah hingga aparatur desa menjadikan gotong royong sebagai budaya kerja dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Baca Juga: BBGRM 2025 Dipusatkan di Pontianak Utara, Pemkot Prioritaskan Pembangunan Wilayah Pinggiran
"Permasalahan yang berat dipikul bersama, yang ringan dijinjing bersama. Gotong royong juga bisa diwujudkan dalam bentuk kerja sama membangun daerah," tegasnya.
Sementara itu, Gubernur Kalbar Ria Norsan mengatakan BBGRM XXIII menjadi momentum menghidupkan kembali budaya gotong royong di masyarakat. Menurutnya, semangat kebersamaan juga penting dalam membangun keluarga berkualitas dan mendukung pembangunan daerah.
"Pesan moralnya yang pertama adalah menghidupkan kembali semangat gotong royong di tengah masyarakat. Kemudian, melalui peringatan Hari Keluarga Nasional kita juga mengingatkan pentingnya perhatian terhadap keluarga dan anak-anak kita," ujarnya.
Norsan menilai keluarga memiliki peran penting dalam membentuk kualitas sumber daya manusia. Karena itu, nilai kebersamaan dan kepedulian harus terus diperkuat.
"Dari keluarga yang baik akan menopang pembangunan nasional. Dari keluarga yang berkualitas akan lahir generasi-generasi penerus yang mampu memberikan manfaat bagi bangsa dan negara," katanya.
Rangkaian BBGRM XXIII juga dirangkai dengan sejumlah agenda, seperti pengukuhan Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan), rapat koordinasi Bunda PAUD, Hari Kesatuan Gerak PKK ke-54, Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan), serta peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas).
Baca Juga: Prabowo Keluarkan Perpres, Kejari Kubu Raya Akhirnya Resmi Terbentuk
Norsan berharap semangat gotong royong terus dipelihara karena tantangan pembangunan membutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat. "Kalau semangat gotong royong terus hidup, saya yakin pembangunan akan lebih mudah diwujudkan karena semua pihak merasa memiliki tanggung jawab bersama untuk membangun daerah," pungkasnya. (ash)
Editor : Miftakhair