Kubu Raya Larang Penebangan Mangrove, Materi Pelestarian Pesisir dan Gambut Masuk Kurikulum Sekolah

miftakhair • Dipublikasikan Rabu, 29 Juli 2026 | 10:14 WIB
Sekretaris Daerah Kubu Raya, Yusran Anizam.
Sekretaris Daerah Kubu Raya, Yusran Anizam.

PONTIANAK POST - Pemerintah Kabupaten Kubu Raya memperkuat perlindungan hutan mangrove sebagai benteng alami kawasan pesisir dan penyerap karbon dalam menghadapi perubahan iklim. Upaya tersebut dilakukan melalui larangan penebangan mangrove, program revitalisasi dan konservasi, serta memasukkan materi mangrove dan gambut dalam kurikulum muatan lokal tingkat SD dan SMP.

Komitmen tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Kubu Raya, Yusran Anizam, saat menghadiri kegiatan penanaman mangrove dalam rangka Peringatan Hari Mangrove Sedunia Tahun 2026 Tingkat Provinsi Kalbar di Desa Sungai Kupah, Kecamatan Sungai Kakap, Minggu (26/7).

Yusran mengatakan, Kubu Raya memiliki potensi mangrove yang besar. Dengan garis pantai sekitar 194 kilometer, kawasan pesisir Kubu Raya menjadi salah satu wilayah dengan luasan mangrove terbesar di Kalbar.

Baca Juga: Kubu Raya Jadi Tuan Rumah BBGRM XXIII Kalbar, Sujiwo Ajak Gotong Royong Jadi Budaya Kerja Pemerintah

"Luasan mangrove Kubu Raya juga terbanyak. Dengan bentangan pesisir kita sekitar 194 kilometer, ini merupakan potensi luar biasa untuk menjaga bumi, terutama terkait perubahan iklim," ujarnya.

Menurut Yusran, mangrove memiliki kemampuan menyerap karbon dalam jumlah tinggi sehingga keberadaannya harus dijaga melalui kebijakan berkelanjutan. Pemerintah daerah pun telah menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk menjaga ekosistem tersebut.

Langkah itu meliputi pengalokasian anggaran pada organisasi perangkat daerah dan instansi terkait, pelarangan penebangan mangrove secara menyeluruh, serta pelaksanaan revitalisasi dan konservasi bersama berbagai pihak.

"Pertama, mengatur alokasi anggaran di dinas dan pihak terkait agar bersama-sama melestarikan mangrove. Kedua, Bupati Kubu Raya telah memutuskan pelarangan penebangan mangrove secara total. Ketiga, dilakukan revitalisasi dan konservasi bekerja sama dengan berbagai pihak," paparnya.

Baca Juga: Hari Mangrove se-Dunia 2026 di Mempawah, Ribuan Bibit Ditanam untuk Jaga Ekosistem Pesisir

Selain menjaga kawasan pesisir, Pemkab Kubu Raya juga menyiapkan upaya jangka panjang melalui pendidikan lingkungan. Materi tentang mangrove dan lahan gambut akan dimasukkan dalam muatan lokal sekolah, disertai praktik langsung agar siswa memahami pentingnya menjaga ekosistem sejak dini.

Yusran menambahkan, pelestarian mangrove tidak hanya menjaga fungsi ekologis dan habitat flora fauna, tetapi juga diarahkan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat melalui pengembangan wisata berbasis lingkungan.

Sementara itu, Ketua Karang Taruna Kubu Raya, Juliansyah, menyatakan pihaknya akan terus mendukung pelestarian mangrove di wilayah pesisir. Pada peringatan Hari Mangrove Sedunia tahun ini, penanaman dilakukan di dua lokasi dengan total sekitar 2.000 bibit dari target 10 ribu bibit yang ditanam secara bertahap.

"Lokasi pertama tadi sudah kita laksanakan penanaman sekitar seribu bibit. Saat ini kita di lokasi dua untuk menanam juga kurang lebih seribu bibit. Total target ada sepuluh ribu, tapi bertahap," ujarnya. (ash)

Editor : Miftakhair
Lindungi Mangrove Lingkungan kubu raya krisis iklim