PONTIANAK POST - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kubu Raya mulai mencatat peningkatan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) seiring kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyelimuti sejumlah wilayah. Meski demikian, peningkatan tersebut hingga kini belum tergolong signifikan.
Kepala Dinas Kesehatan Kubu Raya, Wan Iwansyah, mengatakan pihaknya terus memantau perkembangan kasus melalui seluruh fasilitas pelayanan kesehatan.
"Sudah ada sedikit peningkatan kasus ISPA, namun jumlahnya belum signifikan," katanya kepada Pontianak Post, Rabu (29/7).
Baca Juga: Udara Pontianak Sempat Tidak Sehat, Dinkes Pastikan Kasus ISPA Masih Stabil Tanpa Lonjakan
Menurut Wan Iwansyah, Dinkes telah menggelar rapat evaluasi untuk memantau tren penyakit akibat kabut asap. Ia memperkirakan jumlah penderita ISPA berpotensi meningkat pada pekan depan apabila kebakaran lahan masih terus terjadi.
"Kalau kebakaran lahan masih terus terjadi, kemungkinan pada pekan depan akan ada peningkatan kasus ISPA yang lebih signifikan," ujarnya.
Mengantisipasi kondisi tersebut, Dinkes telah menyiapkan logistik untuk mendukung pelayanan kesehatan jika terjadi lonjakan pasien. Selain memperkuat kesiapsiagaan fasilitas kesehatan, Dinkes terus mengedukasi masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Wan Iwansyah juga mengimbau kelompok rentan seperti balita, lansia, ibu hamil, dan penderita penyakit pernapasan membatasi aktivitas di luar rumah saat kabut asap pekat.
"Kalaupun harus keluar rumah, gunakan masker agar mengurangi paparan asap," pesannya.
Baca Juga: Karhutla Kalbar Meluas, Norsan Usul Hujan Buatan demi Cegah Asap Makin Parah
Ia menegaskan karhutla tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama penyakit saluran pernapasan. Karena itu, masyarakat diminta tidak melakukan pembakaran hutan maupun lahan.
Wan Iwansyah berharap hujan segera turun agar titik-titik kebakaran dapat padam dan kualitas udara kembali membaik.
"Kami berharap dalam waktu dekat turun hujan sehingga kabut asap hilang dan kualitas udara kembali bersih serta sehat bagi masyarakat," pungkasnya. (ash)
Editor : Miftakhair