Tanggulangi Karhutla dengan Ikhtiar Lahir dan Batin, Ratusan Prajurit Kodam XII/Tpr Gelar Salat Istisqa

Ashri Isnaini • Dipublikasikan Sabtu, 1 Agustus 2026 | 13:21 WIB
Prajurit dan PNS Kodam XII/Tanjungpura menggelar salat istisqa di halaman Makodam pada Jumat (31/7). (ISTIMEWA)
Prajurit dan PNS Kodam XII/Tanjungpura menggelar salat istisqa di halaman Makodam pada Jumat (31/7). (ISTIMEWA)

PONTIANAK POST – Upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat tidak hanya dilakukan melalui pemadaman di lapangan. Ratusan prajurit dan Pegawai Negeri Sipil (PNS) Kodam XII/Tanjungpura juga menempuh ikhtiar spiritual dengan menggelar Salat Istisqa untuk memohon turunnya hujan, Jumat (31/7).

Ibadah yang berlangsung di Lapangan Tidayu, Makodam XII Tanjungpura, Kubu Raya, itu dipimpin Pangdam XII Tanjungpura, Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito bersama para Pejabat Utama (PJU) Kodam XII Tanjungpura. Bertindak sebagai imam sekaligus khatib, Ustadz Mas'udi Syamsudin, pimpinan Pondok Pesantren Darul Qur'an Wadda'wah Kubu Raya.

Usai salat, Pangdam XII Tanjungpyra,  Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito mengatakan, penanganan karhutla memerlukan ikhtiar yang menyeluruh. Selain pengerahan personel untuk memadamkan api bersama TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, dan para relawan, doa juga menjadi bagian penting dalam menghadapi bencana yang dipicu musim kemarau tersebut.

Baca Juga: BMKG Keluarkan Peringatan Kekeringan di Kalbar, BMKG Ingatkan Potensi Karhutla Meningkat

"Penanganan karhutla membutuhkan ikhtiar bersama, baik secara fisik di lapangan maupun secara spiritual. Selain prajurit terus berjuang memadamkan titik api bersama instansi terkait, hari ini kita berserah diri memohon bantuan Yang Maha Kuasa agar mengaruniakan hujan. Ini adalah bentuk ikhtiar lahir dan batin kita bersama," ujarnya. 

Novi menambahkan, ikhtiar spiritual tersebut tidak hanya dilakukan oleh prajurit yang beragama Islam melalui Sholat Istisqa. Prajurit yang memeluk agama lain juga melaksanakan doa memohon hujan sesuai tata cara dan keyakinan masing-masing.

Menurutnya, kebersamaan seluruh prajurit dalam berdoa menjadi wujud harapan agar kondisi cuaca segera membaik sehingga upaya pemadaman karhutla dapat berjalan lebih efektif dan masyarakat terhindar dari dampak kabut asap.

Dalam tausiyahnya, Pimpinan Pondok Pesantren Darul Qur'an Wadda'wah Kubu Raya, Ustadz Mas'udi Syamsudin mengajak seluruh jamaah untuk memperbanyak istighfar, bertobat, serta mengakui keterbatasan manusia di hadapan Allah Subhanahuwata'ala.

Baca Juga: Dalkarhut dan JICA Perkuat Pencegahan Karhutla Berbasis Masyarakat, Berdayakan MPA di Tingkat Desa

"Kita ditakdirkan untuk bersama-sama sujud dan menghadap Allah, mengakui bahwa diri kita adalah hamba yang tak berdaya dan sangat membutuhkan pertolongan Allah SWT. Berdoalah dengan penuh keyakinan bahwa doa akan dikabulkan," pesannya.

Dia juga mengingatkan bahwa memperbanyak istighfar dan memohon ampun merupakan salah satu ikhtiar yang dianjurkan untuk memperoleh rahmat Allah SWT, termasuk turunnya hujan sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur'an Surat Nuh ayat 10 hingga 12.

"Melalui ikhtiar lahir dan batin tersebut, kami berharap curah hujan segera turun sehingga titik-titik api di Kalimantan Barat dapat segera terkendali dan masyarakat terbebas dari ancaman bencana asap akibat karhutla," pungkasnya. (ash)

Editor : Miftahul Khair
kodam xii/tanjungpura Salat Istisqa karhutla kabut asap