PONTIANAK POST - Wakil Bupati Kubu Raya, Sukiryanto, memprediksi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kubu Raya masih tinggi hingga September 2026. Kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah daerah mengingat sebagian besar wilayah Kubu Raya merupakan lahan gambut yang rentan terbakar saat musim kemarau.
Sukiryanto mengatakan sekitar 80 persen wilayah Kubu Raya merupakan kawasan gambut. Bahkan, di sejumlah lokasi kedalaman gambut mencapai 6–8 meter sehingga membutuhkan penanganan serius ketika terjadi kebakaran.
"Ini bukan kita yang memilih. Tugas kita hanya berusaha. Tenaga ada, alat ada, tapi kalau air tidak ada ya sulit juga," ujar Sukiryanto, Jumat (31/7), saat briefing rutin penanganan karhutla di Ruang Pamong Praja I Kantor Bupati Kubu Raya.
Menurutnya, kondisi geografis tersebut menjadikan Kubu Raya sebagai salah satu daerah yang mendapat perhatian nasional dalam penanganan karhutla. Terlebih, wilayah ini memiliki Bandara Internasional Supadio yang aktivitas penerbangannya dapat terdampak apabila terjadi kabut asap.
Dalam evaluasi penanganan karhutla, Sukiryanto meminta sejumlah kekurangan segera dilengkapi, terutama terkait peralatan pemadaman dan sumber daya manusia di lapangan. Ia juga meminta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kubu Raya menambah tenaga survei untuk memperkuat pemantauan di wilayah rawan kebakaran.
"Saya minta Kepala Pelaksana BPBD menambah tim survei minimal tiga orang. Kapolres juga bisa menugaskan personel. Pos survei sebaiknya di kantor bupati agar koordinasi antarinstansi lebih mudah," katanya.
Selain personel, Sukiryanto mengakui bahwa keterbatasan sumber air menjadi kendala utama dalam proses pemadaman karhutla di kawasan gambut.
Pada kesempatan yang sama, Sukiryanto mengapresiasi para relawan dan petugas yang selama ini aktif melakukan pemantauan serta penanganan karhutla di lapangan. Ia meminta seluruh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) terus memperkuat komunikasi dan koordinasi.
"Kita harus semangat. Terus berkomunikasi terkait pemantauan dan penanganan karhutla supaya hasilnya maksimal," tegasnya.
Sementara itu, Kapolres Kubu Raya AKBP Rensa Sastika Aktadivia Robinson yang turut mengikuti kegiatan tersebut meminta jajarannya memperkuat koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan dalam upaya pencegahan dan penanganan karhutla.
Ia menginstruksikan personel di lapangan segera melakukan langkah pencegahan, termasuk pemantauan terhadap lokasi yang berpotensi terjadi kebakaran.
"Silakan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memulai tindakan pencegahan, koordinasi, dan kolaborasi dalam rangka penanganan titik-titik api dan pemadaman karhutla," kata Rensa.
Rensa juga menegaskan akan melakukan tindakan hokum apabila ditemukan dugaan pembakaran lahan secara sengaja. Menurutnya, masyarakat tetap diperbolehkan melakukan aktivitas pembersihan lahan sesuai ketentuan yang berlaku, namun tidak dengan cara membakar.
Baca Juga: Musda Golkar Kubu Raya 2026 Siap Digelar
Karena itu, pihaknya akan meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat melalui jajaran Sat Binmas dengan melibatkan tokoh masyarakat agar warga tidak melakukan pembakaran lahan. (ash)
Editor : Miftakhair