PONTIANAK POST - Polres Kubu Raya memperkuat mitigasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan memastikan ketersediaan sumber air di wilayah rawan. Tim Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) menormalisasi saluran air menuju embung di Desa Limbung, Kecamatan Sungai Raya, Minggu (9/8).
Saluran air yang dipenuhi semak belukar dan gulma dibersihkan untuk memperlancar aliran menuju embung. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan ketersediaan air saat terjadi kebakaran, termasuk untuk proses pemadaman dan pendinginan lahan.
Embung tersebut disiapkan sebagai salah satu sumber air bagi tim gabungan yang menangani karhutla, mulai dari TNI-Polri, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Manggala Agni, relawan hingga Masyarakat Peduli Api (MPA).
Baca Juga: Polres Kubu Raya dan DPRD Perkuat Kolaborasi Cegah Karhutla serta Jaga Kamtibmas
Kapolres Kubu Raya AKBP Rensa S. Aktadivia melalui Kasubsi Penmas Aiptu Ade mengatakan, normalisasi saluran air merupakan bagian dari upaya mitigasi untuk memastikan kesiapan menghadapi karhutla.
“Langkah ini kami ambil agar saat proses pemadaman maupun pendinginan lahan (cooling down), tim di lapangan tidak terkendala ketersediaan air. Kecepatan memadamkan titik api sangat bergantung pada kesiapan saluran air seperti ini,” ujar Ade.
Menurut dia, keberadaan sumber air yang mudah diakses menjadi salah satu faktor penting dalam penanganan karhutla. Saluran yang tersumbat dapat menghambat aliran air dan menyulitkan petugas ketika membutuhkan pasokan air secara cepat.
Karena itu, Polres Kubu Raya tidak hanya mengandalkan pemadaman ketika api sudah muncul. Kesiapan sarana pendukung juga diperkuat sebagai bagian dari langkah pencegahan. Ade mengajak masyarakat, khususnya warga yang tinggal di kawasan permukiman dan lahan rawan karhutla, ikut menjaga saluran air di lingkungan masing-masing.
Baca Juga: Pemerintah Butuh Bantuan, Menhut Minta Warga Aktif Cegah Karhutla
“Kami dari Polres Kubu Raya mengajak masyarakat bersama-sama membersihkan jalur air di lingkungan masing-masing. Ini sangat penting. Karhutla adalah tanggung jawab kita bersama,” katanya. (ash)
Editor : Miftakhair