PONTIANAK POST - Kebakaran melanda sekitar 6 hektare lahan tak jauh dari Perumahan Seruat Mansion, Jalan Angkasa Pura, Desa Limbung, Kecamatan Sungai Raya, Sabtu (8/8) malam. Tiupan angin kencang membuat api bergerak cepat sehingga tim gabungan melakukan pemadaman sekaligus penyekatan untuk mencegah kobaran menjalar ke permukiman.
Kebakaran pertama kali ditemukan Tim Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) Polres Kubu Raya saat melakukan patroli di kawasan tersebut. Petugas langsung menghentikan kendaraan dan bergerak melakukan pemadaman setelah melihat titik api.
Sebanyak empat unit mesin Robin dikerahkan untuk menyuplai air ke lokasi kebakaran. Petugas juga membentangkan 42 selang, memasang empat nozzle dan empat selang hisap untuk menjangkau titik-titik api.
Baca Juga: Polres Kubu Raya Bersihkan Saluran Air ke Embung, Antisipasi Karhutla Saat Musim Kemarau 2026
Namun, proses pemadaman menghadapi kendala. Tiupan angin yang cukup kencang membuat api bergerak cepat dan berpotensi meluas ke bagian lahan lain. Kepulan asap cokelat pekat juga membubung di sekitar lokasi.
Penanganan kemudian diperkuat dengan melibatkan BNPB Kubu Raya, BPBD dan Koramil 05/Sungai Raya. Tim gabungan melakukan pemadaman sekaligus penyekatan untuk mencegah api menjalar ke lahan lain, terutama yang berdekatan dengan permukiman.
Kapolres Kubu Raya AKBP Rensa Sastika Aktadivia Robinson melalui Kasubsi Penmas Polres Kubu Raya Aiptu Ade mengatakan, tim gabungan masih melakukan penyemprotan, pemadaman dan penyekatan untuk melokalisasi kebakaran.
“Tim gabungan terus melakukan penyemprotan dan pemadaman, sekaligus penyekatan agar kebakaran tidak meluas ke lahan lain maupun mendekati permukiman masyarakat,” kata Ade, Minggu (9/8).
Baca Juga: Kebakaran 30 Hektare di Kaki Rinjani Berhasil Dikendalikan, Tim Gabungan Masih Lakukan Pemantauan
Menurut dia, proses pemadaman masih terkendala jarak titik kebakaran dengan sumber air yang cukup jauh. Kondisi tersebut membuat petugas harus mengatur suplai air secara efektif di tengah api yang masih berpotensi bergerak mengikuti arah angin.
“Api belum dapat dipadamkan seluruhnya karena lahan yang terbakar cukup luas. Di beberapa lokasi masih terdapat bara api yang cukup besar dan mengeluarkan asap. Bara tersebut sewaktu-waktu dapat kembali menyala,” ujarnya.
Karena itu, petugas melanjutkan proses pendinginan meski kobaran utama mulai berhasil ditekan. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan bara yang tersisa tidak kembali memicu titik api baru.
Petugas juga tetap melakukan penyekatan di sekitar lokasi untuk memutus jalur penyebaran api dan mencegah kebakaran mendekati permukiman warga.
“Hingga Minggu (9/8) siang tim gabungan masih melakukan pemadaman dan pendinginan di lokasi. Petugas juga bersiaga mengantisipasi munculnya kembali titik api,” tutupnya. (ash)
Editor : Miftakhair