PONTIANAK POST – Dugaan tindakan kekerasan terhadap petugas keamanan (security) di RSUD Tuan Besar Syarif Idrus (TBSI) Kubu Raya pada Sabtu malam (8/8) berujung damai. Pihak keluarga pasien telah bertemu dengan manajemen rumah sakit dan menyampaikan permintaan maaf atas insiden yang terjadi di ruang Unit Gawat Darurat (UGD).
Direktur RSUD Tuan Besar Syarif Al Idrus Kubu Raya, Asep Ahmad Saefullah, mengatakan insiden tersebut dipicu kesalahpahaman dalam situasi yang berlangsung penuh kepanikan. Saat itu, petugas keamanan berupaya mengatur kondisi ruang UGD agar proses penanganan pasien dapat berjalan lebih optimal.
“Ini sebenarnya bisa terjadi kepada siapa pun. Kondisinya memang suasana kerja yang penuh kepanikan, begitu juga dengan pasien. Singkatnya terjadi salah paham,” kata Asep kepada Pontianak Post, Senin (10/8) di Sungai Raya.
Baca Juga: Taman Pasar Kakap Resmi Dibuka, Gebrakan Baru Bupati Kubu Raya Jelang Robo-Robo
Menurut Asep, petugas keamanan saat itu berusaha mengondisikan ruangan karena jumlah keluarga pasien yang berada di dalam UGD cukup banyak. Kondisi tersebut dinilai dapat mengganggu petugas medis dalam memberikan penanganan kepada pasien yang membutuhkan perhatian khusus.
Petugas kemudian meminta agar jumlah keluarga yang berada di dalam ruangan dibatasi. Langkah tersebut dilakukan semata-mata untuk menjaga kondisi UGD tetap aman dan memungkinkan tenaga kesehatan bekerja secara maksimal.
“Petugas dari Satpam mengondisikan ruangan agar nyaman untuk bekerja. Keluarga pasien tentu panik dan khawatir dengan kondisi pasien. Jadi, ada aksi spontan karena kekesalan,” jelasnya.
Asep menyebut sempat terjadi kontak fisik antara keluarga pasien dan petugas keamanan. Namun, dia memastikan persoalan tersebut tidak berlanjut karena kedua pihak telah bertemu dan menyelesaikannya secara kekeluargaan.
Baca Juga: Dibalik Merosotnya Prestasi LPTQ Kapuas Hulu, Ada Putra Kapuas Hulu Kemilau di Kubu Raya
“Sudah ketemu, sudah meminta maaf dan sudah saling memaafkan. Kami memaklumi kejadian ini dan rumah sakit juga berempati,” ujarnya.
Asep menjelaskan pasien yang terlibat dalam peristiwa tersebut merupakan warga Rasau Jaya III. Pasien datang ke UGD RSUD TBSI pada Sabtu malam (8/8) sekitar pukul 23.00 WIB untuk mendapatkan penanganan medis.
Dia tidak merinci diagnosis pasien. Namun, kondisi pasien disebut membutuhkan penanganan lebih lanjut sehingga setelah mendapatkan penanganan awal di RSUD Tuan Besar Syarif Al Idrus, pasien kemudian dirujuk ke RSUD dr. Soedarso Pontianak.
“Pasien harus mendapat penanganan yang cepat. Setelah penanganan awal, pasien dirujuk ke Soedarso,” katanya.
Asep menegaskan, pihak rumah sakit memahami kepanikan keluarga ketika menghadapi kondisi pasien yang membutuhkan penanganan medis. Di sisi lain, rumah sakit juga perlu memastikan ruang UGD tetap kondusif agar dokter dan tenaga kesehatan dapat bekerja tanpa gangguan.
Karena itu, dia menilai komunikasi antara petugas dan keluarga pasien menjadi penting untuk mencegah kesalahpahaman serupa terjadi kembali.
“Rumah sakit berempati. Kami memahami keluarga pasien khawatir, tetapi kondisi ruang UGD juga harus dikondisikan agar tenaga kesehatan bisa memberikan pelayanan secara maksimal,” pungkasnya. (ash)
Editor : Miftahul Khair