PONTIANAK POST — DPD Partai Golkar Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, memastikan Musyawarah Daerah (Musda) VI akan digelar pada Rabu, 12 Agustus 2026. Hingga batas akhir pendaftaran, Tommy Hermansyah sementara menjadi satu-satunya bakal calon yang mengembalikan berkas pencalonan Ketua DPD Golkar Kubu Raya periode 2026-2031.
Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD Golkar Kubu Raya, Andry, mengatakan pelaksanaan Musda VI telah mendapat jadwal dan persetujuan dari DPD Partai Golkar Provinsi Kalimantan Barat.
"Alhamdulillah DPD Partai Golkar Kabupaten Kubu Raya telah berkonsultasi dengan DPD Provinsi Kalimantan Barat. Dari hasil konsultasi itu kami diberikan jadwal untuk melaksanakan Musda VI," ujar Andry.
Baca Juga: Soroti KUA-PPAS 2027, Fraksi Golkar Minta Target PAD Berbasis Potensi Bukan Sekadar Realisasi
Menurut Andry, Musda merupakan agenda lima tahunan Partai Golkar yang menjadi momentum konsolidasi sekaligus penyegaran kepengurusan di tingkat daerah.
Dalam forum tersebut, kepengurusan DPD Golkar Kubu Raya periode 2020-2025 juga akan menyampaikan laporan mengenai berbagai program dan kegiatan yang telah dilaksanakan, baik dalam konteks organisasi maupun program yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
Andry menyebut proses penjaringan bakal calon Ketua DPD Golkar Kubu Raya telah berlangsung selama beberapa hari. Hingga Senin, hanya satu kader yang mengambil sekaligus mengembalikan formulir pendaftaran.
"Sejauh dari pembukaan yang dilakukan teman-teman SC sejak beberapa hari lalu, memang hanya ada satu bakal calon. Hanya ada satu bakal calon yang mengambil formulir dan hari ini yang mengembalikan berkas formulir beserta sejumlah surat dukungan yang terkonfirmasi adalah Bapak Tommy Hermansyah," katanya.
Baca Juga: Musda Golkar Kubu Raya 2026 Siap Digelar
Meski demikian, Andry menegaskan proses pendaftaran masih dibuka hingga pukul 18.00 WIB. Dengan demikian, peluang bagi kader lain untuk mengajukan diri masih terbuka sampai batas waktu tersebut.
"Masih ada kesempatan bagi siapapun kader Partai Golkar yang ingin mengembalikan berkas bakal calon," ujarnya.
Sementara, Koordinator Panitia Pengarah Musda VI DPD Golkar Kubu Raya, Kusnadi, membenarkan bahwa pihaknya telah menerima berkas pencalonan Tommy Hermansyah.
Ia menjelaskan proses Musda mengacu pada petunjuk pelaksanaan yang berlaku, dengan tahapan meliputi penjaringan, pencalonan, dan pemilihan.
"Tahapan penjaringan sudah kita lalui mulai dari pengumuman. Hari ini masuk tahapan pendaftaran, selanjutnya kita verifikasi dan kemudian pengesahan bakal calon," kata Kusnadi.
Verifikasi berkas dijadwalkan dilakukan setelah masa pendaftaran berakhir. Tommy saat ini masih berstatus bakal calon dan belum secara otomatis ditetapkan sebagai calon ketua.
Baca Juga: Musda Golkar Sanggau Digelar Pertengahan Agustus, Sejumlah Nama Berpeluang Rebut Kursi Ketua DPD
"Posisi beliau saat ini baru bakal calon. Setelah verifikasinya selesai, baru kita tetapkan menjadi calon. Calon itu nanti kita bawa di sidang Musda pada hari Rabu," jelasnya.
Kusnadi mengungkapkan, salah satu persyaratan penting bagi bakal calon Ketua DPD Golkar Kubu Raya adalah memperoleh dukungan minimal 30 persen dari pemegang hak suara.
Dengan jumlah pemegang hak suara sebanyak 14, seorang bakal calon setidaknya harus memperoleh dukungan dari empat pemilik suara.
"Jumlah pemegang suara ada 14. Kalau 14 dikali 30 persen, berarti minimal mendapat dukungan empat pemilik suara. Itu nanti kita lakukan verifikasi," ujarnya.
Baca Juga: Bebby Kembali Pimpin Golkar Pontianak, Bidik Pemilih Muda dan Beri Sinyal ke PDIP Jelang Pilwako
Selain dukungan, bakal calon juga diwajibkan memenuhi sejumlah persyaratan lain, antara lain pernah aktif sebagai pengurus Partai Golkar sekurang-kurangnya satu periode, memiliki pendidikan minimal diploma tiga atau sederajat, mempunyai rekam jejak prestasi, dedikasi, disiplin dan loyalitas, serta memiliki kapabilitas dan aksesibilitas.
Persyaratan lainnya mencakup tidak pernah terlibat G30S/PKI, telah mengikuti pendidikan kader Partai Golkar, berdomisili di wilayah kabupaten bersangkutan, serta bersedia meluangkan waktu dan bekerja secara kolektif di dalam partai.
Andry berharap Musda VI tidak sekadar menjadi forum pergantian kepemimpinan, tetapi juga menjadi momentum memperkuat konsolidasi internal Partai Golkar di Kubu Raya.
Ia menekankan bahwa proses demokratisasi di internal partai harus tetap terbuka bagi seluruh kader yang memenuhi persyaratan.
"Sejak awal selalu terbuka bagi siapapun kader Partai Golkar untuk mencalonkan diri sebagai ketua dan ikut berpartisipasi aktif dalam menyukseskan Musda VI," katanya.
Kepengurusan baru nantinya diharapkan mampu menggerakkan mesin organisasi secara lebih efektif, sekaligus meningkatkan kontribusi Golkar dalam pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat Kubu Raya.
Musda VI DPD Golkar Kubu Raya pun menjadi penentu arah organisasi untuk periode kepengurusan berikutnya, termasuk menghadapi agenda politik dan konsolidasi partai di tingkat daerah. (den)
Editor : Miftahul Khair