PONTIANAK POST - Pemerintah Kabupaten Kubu Raya memberikan apresiasi kepada kafilah yang berhasil membawa daerah itu meraih gelar juara umum pada Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXXIV tingkat Provinsi Kalimantan Barat di Kabupaten Kayong Utara. Bupati Kubu Raya Sujiwo menyiapkan paket ibadah umrah bagi qari dan qariah peraih medali emas.
Sujiwo mengatakan, apresiasi tersebut diberikan sebagai bentuk penghargaan atas perjuangan para kafilah yang telah mengharumkan nama Kubu Raya. Selain paket umrah, pemerintah daerah juga memberikan opsi uang pembinaan bagi peserta yang meraih medali emas.
“Insyaallah khusus untuk umrah kita tidak akan menggunakan APBD. Saya akan menggalang gotong royong,” kata Sujiwo saat menyambut kepulangan kafilah Kubu Raya di Kantor Bupati Kubu Raya, Minggu (9/8).
Baca Juga: Kubu Raya Juara Umum MTQ Kalbar Setelah 10 Tahun, LPTQ Kini Bidik Bibit Qari hingga Desa
Sementara itu, kafilah yang meraih juara kedua dan ketiga akan mendapatkan apresiasi berupa paket wisata religi. Rencananya, mereka akan diajak mengunjungi sejumlah destinasi wisata religi di Jawa Timur.
Menurut Sujiwo, pemberian apresiasi tersebut diharapkan dapat menjadi motivasi bagi para kafilah untuk terus meningkatkan kemampuan. Tantangan Kubu Raya setelah meraih gelar juara umum adalah mempertahankan prestasi pada pelaksanaan MTQ berikutnya.
“Mudah-mudahan ganjaran dan apresiasi ini menambah semangat. Saya serahkan sepenuhnya kepada LPTQ dan para pelatih bagaimana mempertahankan prestasi ini dapat kita lakukan,” ujarnya.
Sujiwo mengingatkan para kafilah agar tidak larut dalam euforia kemenangan. Menurut dia, keberhasilan meraih juara umum bukan merupakan tujuan akhir dari pembinaan Alquran. Ia menilai, pengamalan nilai-nilai Alquran dalam kehidupan sehari-hari jauh lebih penting dibandingkan sekadar mempertahankan gelar juara.
Baca Juga: Golkar Kubu Raya Siapkan Musda VI, Kepengurusan Baru Diharapkan Dongkrak Kekuatan Partai
“Bahagia pasti, bangga pasti. Tetapi yang lebih penting adalah bagaimana kita bersama-sama mendorong dan memotivasi agar nilai-nilai yang terkandung dalam Alquran dapat kita aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari,” tuturnya.
Sujiwo menegaskan, prestasi tersebut harus menjadi momentum untuk meningkatkan pemahaman, penghayatan, dan pengamalan nilai-nilai Alquran serta hadis.
Untuk mempertahankan prestasi, Sujiwo meminta Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kubu Raya bersama para pelatih menyiapkan pola pembinaan secara berkelanjutan. MTQ tingkat Provinsi Kalimantan Barat berikutnya akan digelar di Kota Pontianak.
Sujiwo juga menyampaikan adanya wacana dari sejumlah kepala daerah agar pelaksanaan MTQ tingkat provinsi digelar dua tahun sekali. Menurutnya, jeda waktu yang lebih panjang dapat memberikan kesempatan bagi peserta dan tuan rumah melakukan persiapan secara lebih matang.
“Teman-teman kepala daerah ada keinginan agar bisa dilaksanakan dua tahun sekali. Supaya gaungnya lebih terasa. Mudah-mudahan itu dapat dipertimbangkan,” katanya.
Keterbatasan Jadi Pelecut
Sementara itu, Wakil Bupati Kubu Raya Sukiryanto mengapresiasi perjuangan seluruh kafilah, pelatih, dan ofisial. Menurutnya, keberhasilan menjadi juara umum membuktikan prestasi tidak selalu ditentukan oleh besarnya anggaran dan kemewahan fasilitas.
Sukiryanto mengatakan, persiapan kafilah Kubu Raya berlangsung dalam kondisi sederhana. Bahkan, dukungan anggaran tahun ini disebut kurang dari separuh dibandingkan saat mengikuti MTQ di Kapuas Hulu.
“Saya melihat langsung bagaimana persiapan hingga pembukaannya. Kalau yang lain itu mungkin pakai charter pesawat, kita pakai kapal motor. Kita numpang di rumah masyarakat dengan ala kadarnya. Karena kita terus terang, anggaran kita dipotong untuk MTQ tahun ini,” kata Sukiryanto.
Baca Juga: Setelah 7 Kali Juara Umum, Mempawah Tumbang di MTQ Kalbar 2026, Kubu Raya Rebut Gelar
Keterbatasan tersebut justru dijadikan pelecut bagi para kafilah. Sukiryanto meminta peserta tidak minder dengan fasilitas yang dimiliki kontingen daerah lain.
Ia mendorong para kafilah menjadikan keterbatasan sebagai motivasi untuk berlatih lebih keras dan memberikan kemampuan terbaik.
“Saya berpesan kepada anak-anak kafilah kita, tolong ini (keterbatasan) menjadi pemecut, menjadi pendongkrak kawan-kawan untuk mempersiapkan diri, berlatih, dan memberikan yang terbaik untuk Kabupaten Kubu Raya,” ujarnya.
Menurut Sukiryanto, soliditas antara kafilah, pelatih, dan ofisial menjadi salah satu kunci keberhasilan Kubu Raya. Kekompakan tersebut mampu menjaga semangat kontingen meski dihadapkan pada keterbatasan fasilitas dan anggaran.
“Alhamdulillah dengan kesederhanaan itu, kafilah menjadi luar biasa. Kita buktikan bahwa tidak selamanya dengan kemewahan dan anggaran besar itu hasilnya maksimal,” katanya.
Sukiryanto menilai keberhasilan tersebut sekaligus membuktikan keterbatasan bukan alasan untuk gagal berprestasi.
Kubu Raya memang gagal mempertahankan gelar juara pertama kategori pawai mobil hias yang sebelumnya diraih dua tahun berturut-turut. Namun, hasil tersebut terbayar dengan keberhasilan merebut gelar juara umum.(ash)
Editor : Miftakhair