PONTIANAK POST - Kemarau panjang mulai memberikan tekanan terhadap pelayanan Perumda Air Minum Tirta Raya dalam menjaga ketersediaan dan distribusi air bersih bagi masyarakat. Kondisi tersebut dipengaruhi pendangkalan Sungai Kapuas yang menghambat produksi air baku serta meningkatnya konsumsi pelanggan setelah sumber air alternatif seperti tampungan air hujan mulai mengering.
Direktur Perumda Air Minum Tirta Raya, Harmawan, mengatakan kondisi itu mulai dirasakan seiring masuknya musim kemarau. Bahkan, puncak kemarau diperkirakan terjadi pada November mendatang.
“Yang pertama adalah pendangkalan Sungai Kapuas. Kondisinya cukup ekstrem sehingga berpengaruh terhadap kapasitas produksi air baku,” ujar Harmawan, Senin (10/8) di Sungai Raya.
Baca Juga: Kasus ISPA Kubu Raya Naik 30 Persen, Sungai Raya Disebut Jadi Episentrum Karhutla dan Kabut Asap
Menurut dia, pendangkalan Sungai Kapuas memengaruhi kapasitas pengambilan air baku yang kemudian berdampak terhadap produksi air bersih.
Di sisi lain, kebutuhan air masyarakat justru mengalami peningkatan. Hal itu terjadi karena tampungan air hujan yang selama ini menjadi sumber air alternatif bagi sebagian warga mulai mengering.
“Air tampungan hujan masyarakat sudah banyak yang kering. Akibatnya, kebutuhan air dari Perumda meningkat cukup signifikan,” katanya.
Harmawan menyebut, konsumsi pelanggan yang sebelumnya berada di kisaran 12 meter kubik per bulan kini meningkat menjadi 15 hingga 16 meter kubik.
Baca Juga: Sungai Kapuas Terintrusi Air Laut, Warga Pontianak Diminta Hemat Air
Peningkatan konsumsi tersebut turut memberikan tekanan terhadap sistem distribusi. Pelanggan yang berada di wilayah terjauh dari booster atau pompa pendorong menjadi kelompok yang paling merasakan dampaknya.
Tekanan air yang menurun menyebabkan aliran air bersih belum maksimal menjangkau seluruh wilayah pelanggan, terutama saat penggunaan air meningkat.
Harmawan mengatakan Perumda Tirta Raya terus melakukan berbagai upaya untuk menjaga pelayanan dan memenuhi kebutuhan dasar masyarakat selama musim kemarau. Namun, upaya tersebut perlu didukung kesadaran masyarakat untuk menghemat penggunaan air.(ash)
Editor : Miftakhair