PONTIANAK POST - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kubu Raya masih menjadi perhatian serius. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kubu Raya mencatat, sebanyak 296 titik panas (hotspot) terdeteksi berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) per Rabu (12/8).
Kepala BPBD Kubu Raya, Arianto mengatakan, tingginya jumlah hotspot menunjukkan potensi karhutla masih perlu diwaspadai. Penanganan pun terus dilakukan dengan melibatkan berbagai unsur terkait di lapangan.
Menurut Arianto, BPBD Kubu Raya kini rutin menggelar briefing setiap pagi pukul 08.00 WIB. Kegiatan tersebut menjadi forum evaluasi penanganan karhutla pada hari sebelumnya sekaligus menyusun strategi untuk menghadapi kondisi pada hari berjalan.
Baca Juga: APBD Kubu Raya Dipotong Rp397 Miliar, Anggaran Disesuaikan
“Setiap pukul 8 kami rutin melakukan briefing yang menghadirkan seluruh unsur terkait penanganan karhutla di Kubu Raya,” kata Arianto, Rabu (12/8) kepada Pontianak Post di Sungai Raya.
Briefing tersebut, lanjut dia, tidak sekadar menjadi agenda koordinasi. Setiap perkembangan penanganan karhutla dievaluasi untuk mengetahui kendala yang dihadapi tim di lapangan. Hasil evaluasi kemudian menjadi dasar dalam menentukan langkah penanganan berikutnya, termasuk pembagian tugas kepada masing-masing unsur yang terlibat.
“Tujuannya untuk mengevaluasi pelaksanaan penanganan hari sebelumnya dan menentukan langkah-langkah penanganan serta pembagian tugas untuk hari ini,” ujarnya.
Arianto menyebut, dari sejumlah wilayah yang mengalami karhutla, Kecamatan Sungai Raya menjadi salah satu kawasan yang paling banyak terdampak. Kondisi tersebut membuat penanganan di wilayah itu mendapat perhatian lebih.
Baca Juga: Kronologi Lengkap Warga Rasau Jaya di Kubu Raya Meninggal Saat Ikut Membantu Penanganan Karhutla
Selain Sungai Raya, beberapa wilayah lain juga mulai menunjukkan peningkatan kejadian karhutla, di antaranya Sungai Ambawang, Sungai Kakap, Batu Ampar, dan Rasau Jaya.
“Yang paling banyak memang Sungai Raya. Kemudian Sungai Ambawang juga sudah mulai, Sungai Kakap, Batu Ampar, dan Rasau Jaya,” jelasnya.
Dengan masih tingginya jumlah hotspot tersebut, BPBD Kubu Raya bersama unsur terkait terus meningkatkan kesiapsiagaan. Koordinasi dilakukan secara rutin untuk memastikan setiap titik yang berpotensi berkembang menjadi kebakaran dapat segera ditangani. (ash)
Editor : Miftakhair