PONTIANAK POST - Bupati Kubu Raya Sujiwo ingin tradisi Robo-Robo terus hidup, lestari, dan berkembang sebagai identitas budaya masyarakat Sungai Kakap. Menurutnya, warisan leluhur tidak boleh sekadar menjadi seremoni tahunan.
Karena itu, selain menjaga tradisinya, pemerintah daerah mulai melakukan penataan kawasan Robo-Robo agar lebih bersih dan tertata. Penataan tersebut diharapkan mampu menjadikan kawasan itu sebagai daya tarik budaya sekaligus menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat.
“Robo-Robo bukan sekadar agenda tahunan, tetapi bagian dari kekayaan budaya yang harus terus dirawat dan dihidupkan oleh generasi penerus,” kata Sujiwo, Rabu (12/8), saat menghadiri ritual budaya Robo-Robo di Kecamatan Sungai Kakap.
Baca Juga: Empat Raperda Jadi Perda di Kubu Raya, Aturan Kawasan Tanpa Rokok Jadi Sorotan Utama
Sujiwo menilai Kecamatan Sungai Kakap memiliki potensi besar untuk dikembangkan. Selain kekayaan budaya dan sejarah, kawasan tersebut memiliki aktivitas ekonomi masyarakat pesisir yang cukup kuat, mulai dari pembuatan dan perbaikan kapal hingga perdagangan hasil laut.
Menurut dia, pelestarian Robo-Robo harus berjalan beriringan dengan penataan kawasan. Perhelatan budaya tersebut diharapkan mampu menjadi daya tarik bagi masyarakat dari Kota Pontianak maupun daerah lain untuk datang ke Sungai Kakap.
“Tahun ini alhamdulillah tendanya lebih besar, warna-warni. Kita bagikan gratis, kita tata. Saya berharap tahun depan pengelolaannya harus lebih keren lagi,” kata Sujiwo.
Untuk memberikan kenyamanan kepada pengunjung, pemkab juga menyiapkan petugas kebersihan khusus di sekitar lokasi kegiatan. Namun, Sujiwo menekankan bahwa kebersihan bukan hanya menjadi tanggung jawab petugas.
Baca Juga: Pekan Budaya Robo-Robo 2026 Sungai Kakap Hadirkan Weni DA dan Julia Indry
Masyarakat dan pengunjung diminta ikut menjaga kebersihan selama rangkaian Robo-Robo berlangsung. Terlebih, kawasan tersebut menjadi bagian dari ruang budaya yang harus dijaga bersama.
Sujiwo mengatakan, penataan kawasan Robo-Robo dilakukan dengan semangat gotong royong. Pemkab tidak sepenuhnya mengandalkan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD).
Dari total kebutuhan kegiatan, sekitar Rp100 juta dialokasikan melalui APBD. Sementara kebutuhan lainnya dihimpun melalui swadaya berbagai elemen masyarakat.
Menurut Sujiwo, konsep tersebut menunjukkan bahwa pelestarian budaya dapat dilakukan dengan melibatkan masyarakat secara langsung. Pemkab berperan memberikan dukungan dan memfasilitasi, sedangkan masyarakat ikut mengambil bagian dalam menjaga keberlangsungan tradisi.
“Kami datangkan grup band, menghadirkan artis dari Pontianak. Semua tanpa membebani APBD. Alhamdulillah hasilnya cantik, masyarakat bahagia melihat perkembangan ini,” ujarnya.
Tidak berhenti pada pelaksanaan ritual tahunan, pemkab juga menyiapkan rencana pengembangan kawasan Robo-Robo sebagai ruang publik dan pusat aktivitas ekonomi masyarakat.
Baca Juga: 296 Hotspot Terdeteksi di Kubu Raya, Sungai Raya Jadi Wilayah Karhutla Paling Banyak Terdampak Tahun
Sujiwo menyebut pemkab berencana membangun delapan kios dengan nilai sekitar Rp400 juta. Masing-masing kios diperkirakan bernilai Rp50 juta dan nantinya diberikan secara gratis kepada pedagang.
Kawasan tersebut akan dikembangkan menjadi Pusat Jajanan Serba Ada (Pujasera). Dengan begitu, lokasi Robo-Robo tidak hanya ramai saat perayaan budaya, tetapi dapat terus dimanfaatkan masyarakat sepanjang tahun.
Pemkab juga menyiapkan ruang bagi kreativitas generasi muda. Setiap malam Sabtu dan Minggu, kawasan tersebut direncanakan menjadi lokasi panggung kreasi masyarakat. Berbagai kelompok seni dan komunitas lokal akan diberi kesempatan tampil, mulai dari pesilat, penari hingga pemantun.
“Jangan hanya hiburan dari luar. Kita tampilkan anak-anak kita sendiri supaya mentalnya terbentuk dan berani,” jelas Sujiwo.
Baca Juga: Dermaraja Ditata, Pemkab Kubu Raya Bidik Pelabuhan Jadi Percontohan di Kalbar, Ini Alasannya
Selain kawasan Robo-Robo, Sujiwo juga menargetkan pembenahan infrastruktur di Kecamatan Sungai Kakap. Salah satu yang menjadi perhatian adalah penerangan jalan umum (PJU).
Dia meminta Dinas Perhubungan menuntaskan penerangan jalan dari Parit Jadeh hingga Jalan Raya Sungai Kakap pada tahun depan. Selain itu, akses yang menghubungkan Desa Sungai Kakap–Sungai Itik–Sungai Rengas juga akan dibenahi secara bertahap.
Penataan tersebut diarahkan untuk membentuk dua jalur lingkar di kawasan Sungai Kakap. Selain kondisi jalan yang mulus, jalur tersebut diharapkan memiliki penerangan yang memadai serta ruang terbuka dengan tanaman dan taman yang tertata. (ash)
Editor : Miftakhair