Dua Bulan Kekeringan, Distribusi Air Bersih Jangkau 208 Warga di Kubu Raya

Novantar Ramses Negara • Dipublikasikan Sabtu, 15 Agustus 2026 | 09:45 WIB
Warga Dusun Sidomulyo, Desa Limbung, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya mengantre untuk mendapatkan air bersih beberapa waktu lalu. (ISTIMEWA)
Warga Dusun Sidomulyo, Desa Limbung, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya mengantre untuk mendapatkan air bersih beberapa waktu lalu. (ISTIMEWA)

PONTIANAK POST – Sebanyak 49 kepala keluarga atau sekitar 208 warga di Dusun Sidomulyo, Desa Limbung, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, mendapat bantuan air bersih di tengah kondisi kemarau dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Distribusi air bersih tersebut dilakukan DMC Dompet Dhuafa bersama Dompet Ummat sebagai respons atas kesulitan warga mendapatkan air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Dari 208 warga penerima bantuan, sebanyak 67 di antaranya merupakan anak-anak dan 15 lainnya lansia. Keterbatasan sumber air bersih semakin dirasakan warga setelah kemarau berlangsung dalam beberapa waktu terakhir.

Baca Juga: Pemkab Kayong Utara dan KIPP Bersinergi Tangani Karhutla dan Krisis Air Bersih

Direktur Eksekutif Dompet Ummat, Nurhayati, mengatakan penyaluran air bersih dilakukan setelah pihaknya menerima laporan dari masyarakat mengenai kesulitan mendapatkan air bersih.

“Ketika ada beberapa perwakilan masyarakat yang menyampaikan kebutuhan air bersih karena mengalami kekeringan, tentu ini menjadi perhatian bagi kami. Air adalah kebutuhan dasar yang tidak bisa ditunda,” ujar Nurhayati.

Menurutnya, Dompet Ummat berupaya merespons kebutuhan tersebut dengan menyalurkan air bersih sesuai kondisi dan kebutuhan warga di lapangan.

“Kami berharap air yang disalurkan ini dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari warga, terutama untuk kebutuhan rumah tangga,” katanya.

Baca Juga: Empat Kali Gagal, Sumur Bor Kelima Akhirnya Temukan Air untuk 600 Santri

Kondisi kekeringan juga berdampak terhadap kebutuhan sanitasi warga. Masyarakat setempat melaporkan sejumlah keluhan kesehatan, di antaranya sakit mata dan demam, serta kesulitan memenuhi kebutuhan air untuk sanitasi dan buang air besar.

Salah seorang warga, Elipriyanto, mengapresiasi bantuan air bersih yang diberikan. Menurutnya, warga antusias mengambil air bantuan, bahkan hingga malam hari.

“Kami berterima kasih kepada DMC Dompet Dhuafa dan Dompet Ummat yang sudah membantu menyediakan air bersih untuk warga. Bahkan sampai larut malam warga antusias mengambil air,” ujarnya.

Ia mengatakan kondisi kekeringan semakin dirasakan karena lokasi karhutla berada tidak jauh dari permukiman warga.

Warga lainnya, Sri Mawarni, mengatakan masyarakat telah mengalami kekeringan selama sekitar dua bulan. Selama itu, sebagian warga mengandalkan air hujan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Sudah sekitar dua bulan mengalami kekeringan. Biasanya untuk minum kami menggunakan air hujan, tetapi kualitas air hujannya juga kurang baik. Kami hanya menantikan hujan,” tuturnya.

Baca Juga: Dua Siswa MAN 1 Pontianak Lolos ke Kompetisi Roket Air Internasional di Kuala Lumpur

Nurhayati menyampaikan apresiasi kepada DMC Dompet Dhuafa, para donatur, dan masyarakat yang terus memberikan kepercayaan kepada Dompet Ummat untuk menyalurkan bantuan kepada warga yang membutuhkan.

“Kami berterima kasih kepada DMC Dompet Dhuafa, para donatur, dan masyarakat yang terus mempercayakan amanahnya kepada Dompet Ummat. Insyaallah, setiap kepedulian yang diberikan akan kami upayakan agar manfaatnya sampai kepada mereka yang membutuhkan,” katanya.

Nurhayati berharap distribusi air bersih tersebut dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar warga, sekaligus meringankan dampak kekeringan yang terjadi di tengah kondisi karhutla di wilayah Kubu Raya. (mse)

Editor : Miftahul Khair
dompet ummat kekeringan el nino karhutla Air Bersih