PONTIANAK POST — PTM Kubu Raya kembali diberlakukan setelah kualitas udara berangsur membaik. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kubu Raya mengakhiri pembelajaran jarak jauh (PJJ) dan mengembalikan pembelajaran tatap muka di seluruh satuan pendidikan PAUD, SD, dan SMP sederajat mulai Senin (17/8).
Keputusan tersebut diambil setelah pemerintah daerah memantau perkembangan kualitas udara dan berkoordinasi dengan instansi terkait. Sebelumnya, pembelajaran dialihkan ke rumah pada 11–14 Agustus 2026 karena kualitas udara menurun akibat kabut asap yang berkaitan dengan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kepala Disdikbud Kubu Raya, Syarif Muhammad Firdaus, mengatakan keputusan kembali menerapkan PTM dilakukan berdasarkan perkembangan kondisi udara di wilayah Kubu Raya.
Pemantauan kualitas udara menjadi pertimbangan penting sebelum kegiatan belajar kembali dilaksanakan di sekolah. Pemerintah daerah juga berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan kondisi memungkinkan bagi siswa dan tenaga pendidik kembali beraktivitas di sekolah.
Sebelumnya, kabut asap akibat karhutla membuat aktivitas pembelajaran di Kubu Raya harus disesuaikan. PJJ diberlakukan selama empat hari, yakni 11 hingga 14 Agustus 2026.
Kebijakan tersebut menjadi langkah perlindungan bagi siswa dan tenaga pendidik ketika kualitas udara berada pada kondisi yang kurang baik. Dengan kembali membaiknya kualitas udara, aktivitas belajar di sekolah kini dapat dilanjutkan.
Bagi siswa dan orang tua, perubahan pola belajar tersebut menunjukkan bahwa aktivitas pendidikan sangat dipengaruhi kondisi lingkungan. Ketika udara memburuk, ruang belajar pun harus beradaptasi untuk melindungi kesehatan anak.
Kembalinya PTM bukan berarti ancaman kabut asap sepenuhnya berakhir. Kondisi udara tetap perlu dipantau mengingat karhutla masih menjadi persoalan di sejumlah wilayah Kalimantan Barat.
Sekolah dan orang tua perlu memperhatikan perubahan kualitas udara, terutama ketika muncul kembali kabut asap. Penyesuaian kegiatan belajar dapat dilakukan apabila kondisi lingkungan kembali tidak aman bagi siswa.
Kembalinya siswa ke sekolah membuat peran orang tua tetap penting. Selain memastikan anak mengikuti pembelajaran, orang tua perlu memperhatikan kondisi kesehatan anak selama beraktivitas di tengah situasi udara yang masih dapat berubah.
Apabila anak mengalami keluhan kesehatan yang berkaitan dengan paparan asap, orang tua dapat berkonsultasi dengan tenaga kesehatan. Sekolah juga perlu memastikan lingkungan belajar tetap mendukung keselamatan dan kenyamanan siswa.
Dengan membaiknya kualitas udara, siswa PAUD hingga SMP sederajat di Kubu Raya kembali mengikuti pembelajaran secara langsung. Namun, pemantauan kondisi udara tetap menjadi bagian penting agar kegiatan belajar dapat berlangsung aman di tengah ancaman karhutla.
Editor : Aristono Edi Kiswantoro