PONTIANAK POST – Potensi konflik berbasis isu SARA, hoaks, dan ujaran kebencian menjadi perhatian Polres Kubu Raya. Kepolisian memperkuat komunikasi dengan tokoh agama sebagai langkah deteksi dini agar persoalan di tengah masyarakat tidak berkembang menjadi gangguan keamanan.
Langkah itu dilakukan Kapolres Kubu Raya AKBP Rensa S. Aktadivia saat bersilaturahmi dengan Pastor RP. Donatus Jensi, CDD, Pastor Kepala St. Agustinus Sungai Raya, Selasa (18/8/2026). Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga toleransi dan kerukunan antarumat beragama di Kubu Raya.
Tokoh Agama Jadi Mitra Deteksi Dini
Kapolres didampingi Kasatintelkam Polres Kubu Raya AKP Iman Kurniawan. Dalam pertemuan tersebut, keduanya membahas penguatan peran tokoh agama sebagai mitra kepolisian dalam menyampaikan pesan kamtibmas kepada umat dan masyarakat.
Kapolres Kubu Raya melalui Kasubsi Penmas Polres Kubu Raya Aiptu Ade mengatakan komunikasi langsung dengan tokoh agama penting untuk membangun mekanisme deteksi dini terhadap persoalan yang berkembang di masyarakat.
“Silaturahmi ini merupakan upaya membangun komunikasi dua arah. Kami ingin setiap persoalan yang berkembang di tengah masyarakat dapat segera disampaikan, kemudian dicarikan solusi bersama sebelum berkembang menjadi gangguan kamtibmas,” ujar Ade.
Menurut dia, tokoh agama memiliki posisi strategis dalam menjaga suasana kehidupan masyarakat tetap sejuk. Pesan mengenai kerukunan, toleransi, dan pentingnya menyaring informasi dapat disampaikan kepada umat melalui kegiatan keagamaan maupun komunikasi sehari-hari.
Waspadai Hoaks dan Ujaran Kebencian
Polres Kubu Raya juga meminta tokoh agama ikut mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi.
“Peran tokoh agama sangat penting sebagai mitra Polri untuk menyampaikan pesan-pesan kamtibmas kepada umat dan masyarakat. Termasuk mengantisipasi potensi konflik sosial, penyebaran berita hoaks, ujaran kebencian, intoleransi, dan isu SARA,” kata Ade.
Kewaspadaan dinilai penting seiring derasnya arus informasi di ruang digital. Informasi yang belum teruji kebenarannya dapat menyebar cepat dan memicu kesalahpahaman di tengah masyarakat.
Jamin Kegiatan Keagamaan Tetap Aman
Dalam pertemuan tersebut, Kapolres dan Pastor RP. Donatus Jensi juga membahas pentingnya menjaga toleransi antarumat beragama, terutama ketika masyarakat menjalankan kegiatan keagamaan.
Polres Kubu Raya berharap seluruh kegiatan keagamaan dapat berlangsung aman dan tertib dengan tetap mengedepankan sikap saling menghormati.
“Yang kami harapkan adalah terbangunnya suasana Kubu Raya yang aman, toleran, dan harmonis. Setiap umat harus dapat menjalankan kegiatan keagamaan dengan aman dan nyaman, sementara masyarakat lainnya tetap saling menghormati,” ujar Ade.
Kepolisian mengajak seluruh elemen masyarakat tidak menjadikan perbedaan sebagai alasan untuk saling menjauh. Sebaliknya, keberagaman diharapkan menjadi kekuatan dalam menjaga persatuan dan keamanan daerah.
Bagi Polres Kubu Raya, menjaga kamtibmas tidak hanya dilakukan setelah gangguan terjadi. Membangun komunikasi, memperkuat kepercayaan, serta mengidentifikasi potensi persoalan sejak awal menjadi bagian dari upaya pencegahan.
Melalui sinergi dengan tokoh agama dan masyarakat, kepolisian berharap ruang publik di Kubu Raya tetap aman dari provokasi, hoaks, ujaran kebencian, intoleransi, dan isu SARA.
Editor : Aristono Edi Kiswantoro