PONTIANAK POST - Bupati Kubu Raya Sujiwo meminta sekolah memperkuat wawasan kebangsaan dan pengetahuan sejarah bagi para pelajar. Hal itu disampaikan setelah ia menemukan masih ada pelajar yang kesulitan menyebutkan nama pahlawan nasional.
Menurut Sujiwo, kondisi tersebut menjadi perhatian karena pengenalan terhadap pahlawan nasional merupakan bagian penting dalam menumbuhkan rasa cinta terhadap bangsa serta menghargai perjuangan para pendahulu.
“Selalu kalau ada anak-anak sekolah, saya sisipkan beberapa pertanyaan. Ada satu yang sangat menyedihkan dan memprihatinkan. Hampir rata-rata anak-anak sekolah ketika kita minta sebutkan tiga nama pahlawan, mereka masih berpikir panjang dan banyak yang tidak tahu,” kata Sujiwo, Selasa (18/8), usai menghadiri rangkaian perayaan HUT ke-19 Kabupaten Kubu Raya dan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di halaman Kantor Camat Sungai Ambawang.
Baca Juga: Wabup Kubu Raya Minta FKUB Susun Program Terukur untuk Jaga Kerukunan Antarumat Beragama
Sujiwo mengatakan, mengenal pahlawan bukan sekadar menghafal nama, tetapi juga memahami nilai perjuangan yang telah dilakukan para tokoh bangsa.
Ia kembali mengingatkan pesan Presiden Soekarno bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya. Karena itu, generasi muda perlu mengetahui tokoh-tokoh yang berjuang merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
“Kalau kita mencintai seseorang pasti kita akan mengenal namanya. Kita mencintai kedua orang tua kita, kita pasti tahu nama orang tua kita. Apalagi ini pahlawan,” ujarnya.
Dia menegaskan, kemerdekaan Indonesia bukan hadiah dari negara penjajah, melainkan hasil perjuangan panjang yang membutuhkan pengorbanan para pejuang.
Baca Juga: Pesan Bupati Kubu Raya Sujiwo di HUT RI: Kemerdekaan Harus Dibalas dengan Kerja Nyata
“Karena kemerdekaan itu bukan persembahan atau hadiah dari Belanda atau dari Jepang, tetapi kemerdekaan itu diperjuangkan,” tegasnya.
Karena itu, Sujiwo meminta sekolah memberikan perhatian lebih terhadap penguatan pengetahuan umum dan wawasan kebangsaan siswa. Menurutnya, pelajar tidak hanya perlu menguasai materi akademik, tetapi juga memahami sejarah bangsa serta lingkungan tempat mereka tinggal.
Ia mencontohkan pengetahuan dasar mengenai Kabupaten Kubu Raya. Menurutnya, pelajar di daerah tersebut perlu mengetahui ibu kota kabupaten, jumlah penduduk, jumlah kecamatan, hingga jumlah desa.
“Kubu Raya itu ibu kotanya di mana, jumlah penduduknya berapa, berapa kecamatan, berapa desa. Anak-anak sekolah harus sudah mengenal itu. Itu salah satu pengetahuan umum,” katanya.
Sujiwo menyadari tidak seluruh pengetahuan tersebut tercantum sebagai mata pelajaran tersendiri. Namun, sekolah tetap dapat menyisipkannya melalui berbagai kegiatan, termasuk apel maupun proses pembelajaran sehari-hari.
“Apakah muatan lokal, apakah mungkin di tengah-tengah apel disampaikan sesering mungkin edukasi-edukasi, informasi yang positif, konstruktif, itu disampaikan kepada anak didik kita,” ungkapnya.
Baca Juga: Isu SARA Jadi Perhatian di Kubu Raya, Kapolres Rensa Keliling ke Tokoh-Tokoh
Ia berharap sekolah tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga memperhatikan pengetahuan sejarah, wawasan kebangsaan, dan pemahaman terhadap lingkungan sekitar sebagai bagian dari pembentukan karakter siswa. (ash)
Editor : Hanif