PONTIANAK POST – Seorang perempuan berinisial EG, 50, ditemukan meninggal dunia di rumahnya di Desa Pal Sembilan, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, Kamis (20/8) pagi. Korban ditemukan setelah tidak merespons telepon suaminya sejak Rabu (19/8) malam.
Kapolsek Sungai Kakap, Iptu Widiharso mrlalui Kasubsi Penmas Polres Kubu Raya, Aiptu Ade mengatakan, saat kejadian korban berada di rumah seorang diri. Sementara suaminya, Musa, sedang bekerja di Kabupaten Sanggau.
“Musa meninggalkan rumah pada Selasa (18/8) untuk bekerja ke Kabupaten Sanggau dengan membawa muatan menggunakan dump truck. Pada Rabu sekitar pukul 14.30 WIB, Musa masih berkomunikasi dengan korban melalui telepon,” kata Ade, Kamis (20/8).
Baca Juga: Kecelakaan di Jalan Ya’ M. Sabran Pontianak, Dua Pelajar Meninggal, Satu Luka Berat
Namun, komunikasi keduanya terputus pada Rabu malam. Sekitar pukul 20.00 WIB, Musa kembali menghubungi istrinya. Panggilan tersebut tidak mendapat respons.
Merasa khawatir, Musa kemudian meminta bantuan tetangganya, Susilowati, untuk mengecek kondisi korban.
“Sekitar pukul 07.20 WIB, suami korban menghubungi tetangga untuk meminta bantuan melihat kondisi istrinya karena sejak Rabu malam tidak lagi mendapatkan respons melalui telepon,” ujar Ade.
Susilowati kemudian mendatangi rumah korban sekitar pukul 07.30 WIB. Saat tiba, pintu rumah dalam keadaan terbuka.
Baca Juga: Ruko Salon Terbakar di Pontianak Timur, Api Diduga Bermula dari Sofa Depan Bangunan
Dia kemudian menemukan korban dalam posisi terlentang di dapur. Korban sudah dalam kondisi meninggal dunia.
Susilowati selanjutnya menghubungi ketua RT setempat dan suami korban serta melaporkan kejadian tersebut kepada Polsek Sungai Kakap.
Mendapat laporan tersebut, polisi mendatangi lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Jenazah korban kemudian dievakuasi ke RS Bhayangkara Anton Soedjarwo Pontianak untuk menjalani pemeriksaan medis.
Berdasarkan hasil pemeriksaan luar atau Visum et Repertum, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
“Dari hasil pemeriksaan luar oleh pihak medis, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada jenazah, namun kami masih melakukan penyelidikan,” kata Ade.
Polisi juga memperoleh informasi bahwa korban memiliki riwayat penyakit stroke atau Cerebrovascular Accident (CVA). Namun, polisi belum menyimpulkan riwayat penyakit tersebut sebagai penyebab kematian.
Sebab, pemeriksaan yang dilakukan terhadap jenazah sejauh ini baru berupa pemeriksaan luar.
Pihak keluarga kemudian menolak dilakukan autopsi atau pemeriksaan bagian dalam jenazah. Keluarga menyatakan menerima kepergian korban dan selanjutnya membawa jenazah untuk dimakamkan.
Polisi memastikan penanganan kasus tersebut dilakukan sesuai prosedur. "Hingga saat ini, penyelidikan masih dilakukan untuk memastikan rangkaian peristiwa yang menyebabkan korban meninggal dunia," tutup Ade. (ash)
Editor : Hanif