Sujiwo Janji Tindaklanjuti 10 Suara Anak Kubu Raya, Isu KIA hingga Kekerasan Jadi Sorotan

Ashri Isnaini • Dipublikasikan Jumat, 21 Agustus 2026 | 10:20 WIB
Bupati Kubu Raya, Sujiwo menghadiri peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 di Aula Praja Utama Kantor Bupati Kubu Raya, Kamis (20/8). Dalam kesempatan itu, Sujiwo menegaskan 10 poin suara anak harus ditindaklanjuti dengan solusi konkret.
Bupati Kubu Raya, Sujiwo menghadiri peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 di Aula Praja Utama Kantor Bupati Kubu Raya, Kamis (20/8). Dalam kesempatan itu, Sujiwo menegaskan 10 poin suara anak harus ditindaklanjuti dengan solusi konkret.

PONTIANAK POST - Bupati Kubu Raya, Sujiwo, memastikan 10 poin suara anak yang disampaikan dalam peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 tahun 2026 akan ditindaklanjuti melalui langkah konkret pemerintah daerah.

Sujiwo menilai aspirasi yang disampaikan anak-anak Kubu Raya tersebut merupakan persoalan nyata yang perlu mendapat perhatian dan tidak berhenti sebatas didengar.

“Anak-anak Kubu Raya itu adalah generasi penerus bangsa, kemudian harapan dan masa depan bangsa Indonesia,” kata Sujiwo usai menghadiri Peringatan Hari Anak Nasional, Kamis (20/8) di Aula Praja Utama Kantor Bupati Kubu Raya.

Baca Juga: Polisi Selidiki Dugaan Kekerasan Seksual terhadap Anak yang Viral di Sekadau

Dia mengatakan, kehadirannya dalam peringatan HAN merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap suara anak. Menurut dia, kegiatan tersebut bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi ruang bagi pemerintah untuk mendengar langsung kebutuhan anak.

Sujiwo menyebut 10 poin suara anak yang disampaikan dalam kegiatan tersebut merupakan persoalan yang benar-benar terjadi di tengah masyarakat.

“Sepuluh poin suara anak itu akan kami bundel. Tidak hanya kita dengar, tetapi harus kita jawab berupa solusi,” tegasnya.

Untuk menindaklanjuti aspirasi tersebut, Sujiwo akan meminta Sekretaris Daerah Kubu Raya bersama organisasi perangkat daerah (OPD) terkait menyusun langkah konkret. Ia juga meminta perangkat daerah yang menjadi leading sector perlindungan dan pemenuhan hak anak memberikan perhatian terhadap aspirasi tersebut.

Baca Juga: Hampir Dua Tahun Terpendam, Dugaan Kekerasan Seksual terhadap Anak Kandung di Singkawang Terungkap

“Nanti akan saya panggil Pak Sekda bersama OPD terkait untuk menindaklanjuti berupa langkah konkret terhadap suara anak yang baru saja disampaikan,” ujarnya.

Selain pemenuhan aspirasi, Sujiwo juga mendorong agar anak-anak Kubu Raya diberikan lebih banyak ruang untuk mengembangkan potensi dan keberanian. Menurut dia, kemampuan anak dalam berbagai bidang perlu terus mendapatkan dukungan.

Dia menilai penampilan anak-anak dalam kegiatan HAN menunjukkan kreativitas yang membanggakan. Karena itu, ia meminta OPD di lingkungan Pemkab Kubu Raya memprioritaskan anak-anak daerah untuk tampil dalam berbagai kegiatan pemerintah, baik seremoni maupun acara resmi.

“Ketika misalnya ada acara, kemudian ada seremoni, pembukaan, sudah hubungi sekolahnya, tampilkan. Tadi tampilan mereka keren-keren, tarian-tariannya,” katanya.

Menurut Sujiwo, kesempatan tampil di depan publik dapat membantu anak membangun kepercayaan diri. Ia juga mendorong agar anak-anak yang tampil memperoleh penghargaan atau honor yang layak.

Sujiwo menegaskan, masa depan anak tidak hanya ditentukan oleh kemampuan akademik maupun kondisi ekonomi keluarga. Menurut dia, kecerdasan intelektual harus dibarengi dengan pembentukan karakter.

Baca Juga: Sujiwo Temukan Pelajar Kubu Raya Kesulitan Sebut Tiga Pahlawan, Sekolah Diminta Bertindak

Dia menyebut mentalitas, keberanian, kedisiplinan, amanah, kejujuran, dan tanggung jawab sebagai karakter penting yang harus dibangun sejak dini.

Karena itu, Sujiwo mendorong anak-anak diberikan kesempatan untuk mengembangkan kemampuan melalui berbagai ruang, seperti kegiatan seni, olahraga, forum diskusi, dan kegiatan publik lainnya.

Sujiwo berharap perhatian terhadap anak tidak hanya dilakukan saat peringatan HAN. Menurut dia, suara dan kebutuhan anak harus menjadi bagian dari kebijakan pembangunan Kubu Raya.

“Sering diskusi-diskusi kecil, pasti akan muncul namanya public speaking, komunikasi yang bagus. Insyaallah akan kita atensi,” pungkasnya.

Baca Juga: Pemkab Kubu Raya Genjot Optimalisasi Aset Daerah, Sejumlah Ruang Publik Mulai Hasilkan PAD

Sementara itu, Presiden Forum Anak Kabupaten Kubu Raya, Wahyu Ananda, mengatakan penyampaian suara anak merupakan agenda rutin yang dilakukan setiap tahun dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional.

Menurut dia, suara anak dihimpun melalui diskusi bersama anak-anak dari sejumlah kecamatan di Kubu Raya. Forum tersebut menjadi wadah bagi anak untuk menyampaikan berbagai persoalan yang mereka temui di lingkungan masing-masing.

“Setiap ada acara Hari Anak, kami menyampaikan yang namanya suara anak. Kami mengajak teman-teman di beberapa kecamatan, bahkan semua kecamatan di Kabupaten Kubu Raya, untuk berdiskusi apa saja permasalahan yang ada di kabupaten atau kecamatan mereka,” kata Wahyu.

Dari hasil diskusi tersebut, salah satu persoalan yang ditemukan adalah masih adanya anak di Kubu Raya yang belum memiliki Kartu Identitas Anak (KIA). Kondisi itu dinilai dapat menghambat proses administrasi yang membutuhkan dokumen identitas anak.

Selain masalah administrasi kependudukan, Forum Anak Kubu Raya juga menyoroti isu kekerasan dan eksploitasi terhadap anak. Wahyu berharap persoalan tersebut mendapat perhatian serius dari pemkab.

 “Kami berharap, semoga apa yang kami sampaikan dapat didengar dan dapat diperjuangkan oleh Bapak Ibu Pemerintah Kabupaten Kubu Raya,” katanya.(ash)

Editor : Hanif
Hari Anak Nasional perlindungan anak sujiwo kubu raya