Wujud Empati dan Solidaritas Korban Gempa NTT, Polres Kubu Raya Bersama Warga Gelar Doa Bersama

Ashri Isnaini • Dipublikasikan Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:39 WIB
Jajaran Polres Kubu Raya bersama masyarakat menggelar salat istighosah dan doa bersama untuk korban gempa Nusa Tenggara Timur (NTT) di Masjid Baitul Hakim, Polres Kubu Raya, Jumat (21/8). (ISTIMEWA)
Jajaran Polres Kubu Raya bersama masyarakat menggelar salat istighosah dan doa bersama untuk korban gempa Nusa Tenggara Timur (NTT) di Masjid Baitul Hakim, Polres Kubu Raya, Jumat (21/8). (ISTIMEWA)

PONTIANAK POST - Jajaran Polres Kubu Raya bersama masyarakat menggelar salat istighosah dan doa bersama untuk korban gempa Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat (21/8) di Masjid Baitul Hakim, Polres Kubu Raya. Doa dipanjatkan bagi korban meninggal dunia serta warga yang masih menghadapi dampak bencana.

Kapolres Kubu Raya, AKBP Rensa S. Aktadivia melalui Kasubsi Penmas Polres Kubu Raya, Aiptu Ade mengatakan, istighosah tersebut merupakan bentuk kepedulian dan solidaritas terhadap masyarakat NTT yang sedang menghadapi musibah.

“Kita bersama-sama memanjatkan doa agar para korban yang meninggal dunia mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” ujar Ade menyampaikan pesan Kapolres Kubu Raya, Jumat siang (21/8).

Baca Juga: Polres Kubu Raya Bersihkan Saluran Air ke Embung, Antisipasi Karhutla Saat Musim Kemarau 2026

Menurutnya, doa juga ditujukan kepada masyarakat yang masih berada di lokasi pengungsian maupun mereka yang mengalami luka dan kehilangan tempat tinggal.

“Kita berharap masyarakat yang terdampak diberikan kekuatan, kesehatan dan keselamatan. Semoga proses penanganan bencana berjalan lancar dan masyarakat NTT dapat segera bangkit serta kembali menjalani kehidupan dengan baik,” katanya.

Ade mengatakan, kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi ritual keagamaan, tetapi juga menjadi ruang untuk menumbuhkan empati dan memperkuat rasa persaudaraan di tengah masyarakat.

Polri ingin menunjukkan bahwa kepedulian terhadap korban bencana tidak mengenal jarak. Dukungan dapat diberikan melalui doa, dukungan moral, maupun bantuan kemanusiaan.

Baca Juga: Polres Kubu Raya dan DPRD Perkuat Kolaborasi Cegah Karhutla serta Jaga Kamtibmas

“Musibah ini menjadi duka kita bersama. Karena itu, mari kita kuatkan kepedulian dan persaudaraan. Mudah-mudahan doa yang kita panjatkan menjadi penguat bagi saudara-saudara kita di NTT yang sedang menghadapi cobaan,” ujar Ade.

Gempa yang mengguncang NTT pada 15 Agustus 2026 menimbulkan korban jiwa dan kerusakan bangunan. Bencana tersebut juga membuat ribuan warga harus mengungsi. Penanganan terhadap masyarakat terdampak masih berlangsung. (ash)

Editor : Miftahul Khair
gempa NTT Polres Kubu Raya doa bersama