Imbas Kabut Asap Kualitas Udara Sangat Tidak Sehat, PJJ Kubu Raya Diperpanjang

Ashri Isnaini • Dipublikasikan Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:05 WIB
KARHUTLA: Tim gabungan BPBD Kalbar bersama relawan dan aparat TNI-Polri melakukan pemadaman karhutla di Gang Bahagia, Desa Limbung, Kubu Raya, Selasa (22/7) sore.
KARHUTLA: Tim gabungan BPBD Kalbar bersama relawan dan aparat TNI-Polri melakukan pemadaman karhutla di Gang Bahagia, Desa Limbung, Kubu Raya.

 

PONTIANAK POST – PJJ Kubu Raya diperpanjang hingga 29 Agustus 2026 setelah kualitas udara memburuk dan masuk kategori sangat tidak sehat. Kebijakan ini berlaku bagi seluruh satuan pendidikan PAUD, SD, dan SMP negeri maupun swasta di Kabupaten Kubu Raya.

Perpanjangan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) berlaku mulai 24 hingga 29 Agustus 2026. Keputusan tersebut diambil untuk melindungi peserta didik dan tenaga pendidikan dari paparan udara yang tidak sehat akibat asap kebakaran lahan.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kubu Raya, Syarif Muhammad Firdaus, mengatakan kondisi udara belum memungkinkan pembelajaran tatap muka kembali dilaksanakan.

“Karena kondisi kualitas udara di Kubu Raya masih buruk, maka pelaksanaan pembelajaran jarak jauh diperpanjang,” kata Firdaus kepada Pontianak Post, Minggu (23/8), di Sungai Raya.

PM2.5 Kubu Raya Capai 154,4 Mikrogram per Meter Kubik

Berdasarkan pemantauan BMKG Provinsi Kalimantan Barat pada Minggu (23/8) hingga pukul 14.55 WIB, kualitas udara di Kubu Raya berada pada kategori sangat tidak sehat.

Konsentrasi partikulat halus atau PM2.5 Kubu Raya tercatat mencapai 154,4 µg/m³. Peningkatan partikulat tersebut dipengaruhi asap kebakaran lahan.

Semua Pembelajaran Dialihkan ke Rumah

Selama periode 24–29 Agustus, seluruh kegiatan belajar mengajar yang sebelumnya dilakukan secara tatap muka dialihkan menjadi pembelajaran dari rumah.

Kegiatan sekolah yang telah dijadwalkan pada periode tersebut juga diminta disesuaikan dengan kondisi. Sekolah harus memastikan materi dan tugas tetap diberikan agar proses belajar tidak terhenti.

Firdaus meminta kepala sekolah memastikan guru dan tenaga kependidikan tetap menjalankan tugas selama PJJ.

Orang Tua Diminta Awasi Anak Selama PJJ

Perpanjangan PJJ membuat peran orang tua semakin penting. Wali murid diminta memastikan anak tetap mengikuti pembelajaran dari rumah secara tertib.

Disdikbud Kubu Raya juga meminta orang tua tidak membiarkan anak beraktivitas di luar rumah selama kualitas udara masih buruk.

Jika anak harus keluar dalam kondisi tertentu, penggunaan masker medis atau masker dengan filtrasi yang baik dianjurkan untuk mengurangi paparan udara tidak sehat.

“Jika dalam kondisi tertentu anak harus keluar rumah, penggunaan masker, terutama masker medis atau masker dengan filtrasi yang baik, dianjurkan untuk mengurangi paparan udara yang tidak sehat,” kata Firdaus.

Sekolah Diminta Bebas dari Aktivitas Pembakaran

Disdikbud juga mengingatkan seluruh pihak di lingkungan sekolah untuk tidak melakukan pembakaran dalam bentuk apa pun.

Larangan tersebut mencakup pembakaran sampah, dedaunan, maupun lahan. Langkah ini dinilai penting agar kualitas udara tidak semakin memburuk.

Masyarakat juga diminta memperbanyak konsumsi air putih dan mencukupi waktu istirahat. Jika mengalami gangguan pernapasan, warga diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan.

Sekolah Diminta Laporkan Kondisi Siswa dan Guru

Satuan pendidikan diminta menginventarisasi peserta didik, tenaga pendidik, dan tenaga kependidikan yang terindikasi mengalami ISPA.

Data tersebut dilaporkan melalui pengawas sekolah. Pengawas kemudian memantau pelaksanaan PJJ dan menyampaikan kendala yang ditemukan kepada Disdikbud Kubu Raya.

Kepala sekolah juga diwajibkan melaporkan pelaksanaan PJJ melalui pengawas pembina masing-masing. Laporan dapat berupa foto atau video singkat mengenai metode dan tugas pembelajaran yang diberikan.

Kualitas Udara Jadi Dasar Evaluasi PJJ

Disdikbud Kubu Raya memastikan perkembangan kualitas udara terus dipantau. Hasil pemantauan akan menjadi dasar untuk menentukan mekanisme pembelajaran setelah 29 Agustus.

“Kami terus memantau perkembangan kualitas udara dan akan menginformasikan kepada satuan pendidikan mengenai mekanisme proses belajar mengajar berikutnya,” tutup Firdaus.

Dengan demikian, perpanjangan PJJ bukan hanya kebijakan pendidikan, tetapi juga langkah perlindungan bagi anak-anak di tengah memburuknya kualitas udara. Keputusan kembali ke pembelajaran tatap muka akan bergantung pada perkembangan kondisi udara dan pertimbangan keselamatan peserta didik.

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
kualitas udara Kubu Raya PJJ Kubu Raya PM2.5 Kubu Raya Pembelajaran daring kabut asap