PONTIANAK POST – Manuver menyalip di Jalan Trans Kalimantan KM 60, Desa Teluk Bakung, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, berujung kecelakaan. Truk box yang melebar saat menyalip kendaraan di depannya bertabrakan dengan minibus dari arah berlawanan.
Kecelakaan yang terjadi Jumat (21/8/2026) sekitar pukul 14.10 WIB itu melibatkan minibus KB 1916 NA dan truk box B 9205 KXT. Dua pengemudi mengalami luka, sementara empat penumpang minibus selamat.
Kasat Lantas Polres Kubu Raya Iptu Judi Effendhy melalui Kasubsi Penmas Aiptu Ade mengatakan, kecelakaan bermula saat minibus yang dikemudikan AH (61) melaju dari arah Sanggau menuju Pontianak.
Saat bersamaan, dari arah berlawanan melaju truk box yang dikemudikan HA (41). Kendaraan tersebut sedang melakukan manuver menyalip kendaraan di depannya.
"Truk box B 9205 KXT yang dikemudikan HA sedang menyalip kendaraan di depannya," kata Ade, Senin (24/8/2026).
Saat menyalip, truk box melebar ke sisi kanan jalan. Pada saat yang sama, minibus datang dari arah berlawanan.
Karena jarak kedua kendaraan sudah terlalu dekat, benturan tidak dapat dihindarkan. Kedua kendaraan kemudian bertabrakan.
Akibat kecelakaan tersebut, AH mengalami luka dan mendapat perawatan di Puskesmas Lingga. Pengemudi truk box, HA, juga mengalami luka dan menjalani perawatan di fasilitas kesehatan yang sama.
Sementara empat penumpang minibus dilaporkan selamat.
Polisi langsung melakukan penanganan di lokasi, termasuk mendata kendaraan dan pihak-pihak yang terlibat dalam kecelakaan.
Polisi Ingatkan Bahaya Menyalip
Kecelakaan tersebut menjadi pengingat bagi pengendara agar tidak memaksakan diri saat melakukan manuver menyalip, terutama di ruas Transkalimantan yang memiliki aktivitas kendaraan cukup tinggi.
Ade meminta pengemudi memastikan kondisi lalu lintas dari arah berlawanan benar-benar aman sebelum menyalip.
"Pastikan kondisi dari arah berlawanan benar-benar aman sebelum melakukan manuver menyalip. Jangan memaksakan diri apabila jarak tidak memungkinkan karena dapat membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya," tegasnya.
Editor : Aristono Edi Kiswantoro