Perkuat Pencegahan Karhutla, 88 Perwira TNI Diterjunkan ke Kalbar

Ashri Isnaini • Dipublikasikan Selasa, 25 Agustus 2026 | 17:24 WIB
Pangdam XII/Tanjungpura Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito memberikan pembekalan kepada personel Satgas Penyuluh Karhutla di Aula Asrama Haji Pontianak, Selasa (25/8). Sebanyak 88 personel disiapkan memperkuat edukasi dan deteksi dini Karhutla di Kalbar. (ISTIMEWA)
Pangdam XII/Tanjungpura Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito memberikan pembekalan kepada personel Satgas Penyuluh Karhutla di Aula Asrama Haji Pontianak, Selasa (25/8). Sebanyak 88 personel disiapkan memperkuat edukasi dan deteksi dini Karhutla di Kalbar. (ISTIMEWA)

SUNGAI RAYA – Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat tak lagi hanya mengandalkan pemadaman. Kodam XII Tanjungpura kini mengerahkan 88 personel TNI sebagai Satgas Penyuluh gabungan yang terdiri atas perwira tinggi (Pati) dan perwira menengah (Pamen) TNI disiapkan untuk menjalankan tiga misi utama. Yakni memperkuat edukasi kepada masyarakat, meningkatkan respons terhadap deteksi dini (early fire response), serta memberikan pemahaman mengenai risiko pembakaran lahan.

Penugasan tersebut dilakukan di tengah status siaga darurat karhutla yang ditetapkan di Kalbar. Pendekatan persuasif dan edukatif dinilai penting untuk mencegah kebakaran sebelum berkembang dan membutuhkan penanganan pemadaman.

Saat memberikan pembekalan kepada personel Satgas Penyuluh Karhutla Kalbar di Aula Asrama Haji Pontianak, Selasa (25/8), Pangdam XII Tanjungpura, Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito  mengatakan penanganan karhutla tidak boleh hanya berorientasi pada pemadaman setelah api membesar. Upaya pencegahan harus diperkuat dari tingkat masyarakat.

“Penyelesaian Karhutla tidak bisa lagi hanya berfokus pada pemadaman saat api sudah membesar. Peran para penyuluh ini sangat penting di tingkat bawah untuk mengubah mindset masyarakat,” kata Novi Rubadi Sugito.

Menurut dia, personel penyuluh tidak hanya bertugas memberikan larangan. Mereka harus mampu memberikan pemahaman sekaligus alternatif kepada masyarakat agar pembukaan lahan dapat dilakukan dengan cara yang aman.

“Kita hadir bukan sekadar melarang, tetapi memberikan pemahaman dan alternatif jalan keluar agar tidak ada lagi yang membuka lahan dengan cara dibakar,” tegasnya.

Penyuluh Jadi Penghubung Informasi

Selain memberikan edukasi, para perwira yang ditugaskan sebagai penyuluh juga diharapkan menjadi penghubung informasi antara masyarakat dengan aparat dan instansi terkait.

Novi Rubadi Sugito pun meminta setiap personel mampu menyampaikan informasi dengan bahasa yang mudah dipahami masyarakat. Kecepatan dalam mendeteksi potensi kebakaran juga menjadi bagian penting dari penugasan tersebut.

“Setiap perwira yang ditugaskan harus menjadi penyambung informasi yang mudah dipahami. Jika ada potensi api, deteksi dini dan tindakan cepat adalah kuncinya,” ujarnya.

Dia menegaskan pembakaran lahan dapat memberikan keuntungan sesaat bagi sebagian pihak, tetapi menimbulkan dampak yang lebih luas bagi masyarakat dan lingkungan.

“Pembakaran lahan menguntungkan pribadi, namun merugikan keselamatan umum dan merusak ekosistem,” tegasnya. (ash)

Editor : Basilius Andreas Gas
Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito Satgas Penyuluh karhutla kodam xii tanjungpura perwira