PONTIANAK POST – Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kubu Raya diperkuat 60 personel Bawah Kendali Operasi (BKO) Brimob. Pasukan tambahan tersebut disiapkan sebagai kekuatan respons cepat yang dapat digeser mengikuti perkembangan titik api di lapangan.
Kapolres Kubu Raya AKBP Rensa Sastika Aktadivia Robinson memimpin apel pelepasan personel BKO di Gedung Pramuka, Jalan Arteri Supadio, Kecamatan Sungai Raya, Rabu (26/8).
Puluhan personel tersebut tidak ditempatkan secara permanen di satu lokasi. Polres Kubu Raya menerapkan pola pengerahan dinamis agar kekuatan pasukan dapat segera digeser ke wilayah yang membutuhkan penanganan.
Baca Juga: BNPB Perkuat OMC, Berharap Hujan untuk Atasi Karhutla Kalbar
Dari total 60 personel, sebanyak 21 personel ditempatkan untuk memperkuat wilayah hukum Polsek Sungai Raya. Masing-masing sembilan personel diperbantukan di Polsek Rasau Jaya, Polsek Sungai Kakap, dan Polsek Sungai Ambawang. Sementara 12 personel lainnya bergabung dengan Tim Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) Polres Kubu Raya.
Kapolres Kubu Raya AKBP Sastika Aktadivia Robinson melalui Kasubsi Penmas Polres Kubu Raya Aiptu Ade mengatakan, seluruh personel BKO berada dalam kendali operasional Polres Kubu Raya selama menjalankan tugas penanganan karhutla.
"Personel BKO ini kami tempatkan di wilayah yang menjadi titik perhatian dalam penanganan karhutla. Penggunaannya akan kami sesuaikan dengan situasi dan perkembangan titik api di lapangan," kata Ade Rabu (26/8) di Sungai Raya.
Menurutnya, pola pengerahan tersebut memungkinkan personel bergerak secara fleksibel. Jika kondisi di salah satu wilayah terkendali, personel dapat segera digeser ke lokasi lain yang membutuhkan tambahan kekuatan.
Baca Juga: DPR Soroti Karhutla Meluas: El Niño Bukan Alasan, Pemerintah Diminta Audit Konsesi
Personel BKO akan bergabung dengan jajaran Polres Kubu Raya dan polsek untuk melakukan sejumlah kegiatan, mulai dari pemadaman, penyekatan, patroli, pemantauan wilayah rawan, hingga upaya pencegahan agar api tidak meluas.
Penguatan personel tersebut dilakukan di tengah kondisi karhutla Kubu Raya yang masih membutuhkan respons cepat. Salah satu kendala yang dihadapi petugas di lapangan adalah keterbatasan sumber air akibat kondisi kemarau.
Selain di Kubu Raya, penguatan penanganan karhutla juga dilakukan di sejumlah wilayah prioritas di Kalimantan Barat. Sebanyak 300 personel BKO Brimob diperbantukan ke delapan wilayah, termasuk Kubu Raya.
Tambahan kekuatan tersebut diharapkan dapat mempercepat waktu respons ketika muncul titik api, terutama di wilayah yang sulit dijangkau dan berpotensi menyebabkan kebakaran meluas.
"Fokus kami adalah bagaimana setiap titik api bisa segera ditangani sebelum berkembang menjadi kebakaran yang lebih besar. Setiap perkembangan di lapangan akan menjadi dasar untuk menentukan ke mana personel harus digerakkan," tegas Ade. (ash)
Editor : Miftakhair