PONTIANAK POST – Bupati Kubu Raya Sujiwo memberikan bantuan paket sembako dan baju lapangan kepada personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) sebagai bentuk apresiasi atas perjuangan mereka menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Bantuan tersebut diberikan menggunakan dana pribadi Sujiwo, bukan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Ia menyebut bantuan itu sebagai bentuk perhatian kepada personel yang menghadapi tugas berat di lapangan.
"Ya kita berikan bentuk apresiasi juga. Walaupun tidak seberapa, seperti paket sembako dan kaos," kata Sujiwo di Sungai Raya, Jumat (28/8).
Baca Juga: Karhutla 20 Hektare di Kubu Raya Dipasang Police Line, Polisi Telusuri Penyebab dan Status Lahan
Bantuan untuk Menjaga Semangat Petugas
Sujiwo mengatakan BPBD dan Satpol PP merupakan perangkat daerah yang memiliki tugas khusus karena personelnya berhadapan langsung dengan berbagai persoalan masyarakat di lapangan.
"BPBD, Satpol PP, ini di antara perangkat-perangkat daerah yang mendapatkan perlakuan khusus. Karena memang mereka ini tugas-tugasnya agak khusus," ujarnya.
Menurut dia, perhatian kepada personel tidak hanya diberikan melalui bantuan. Pemerintah daerah juga perlu memastikan semangat mereka tetap terjaga ketika menjalankan tugas berat, termasuk menangani karhutla di tengah kemarau panjang.
Sujiwo mengaku beberapa kali turun langsung ke lokasi pemadaman untuk merasakan kondisi yang dihadapi petugas dan relawan saat berupaya mengendalikan api.
"Saya ingin berempati, saya ingin merasakan seperti apa capeknya, lelahnya, menderitanya, sakitnya memadamkan api. Saya merasakan. Saya harus, pemimpin itu harus mempunyai empati," katanya.
Baca Juga: Karhutla Kubu Raya Kembali Muncul, Kapolda Kalbar Turun Langsung Pimpin Pemadaman
Kehadiran Pimpinan di Lokasi Karhutla
Sujiwo menilai kehadiran pimpinan di tengah petugas dapat memberikan dorongan psikologis sekaligus meningkatkan semangat personel dalam menjalankan tugas.
Selain memberikan arahan, ia juga membawa makanan dan minuman untuk disantap bersama petugas di lokasi penanganan karhutla sebagai bentuk kebersamaan.
Kubu Raya 51 Hari Tidak Diguyur Hujan
Sujiwo mengatakan kondisi Kubu Raya yang telah 51 hari tidak diguyur hujan menjadi tantangan serius dalam penanganan karhutla.
Karena itu, pemerintah daerah akan terus memperkuat koordinasi dan dukungan kepada BPBD dalam menghadapi kondisi tersebut.
Sujiwo juga mengapresiasi TNI, Polri, pemadam kebakaran, serta relawan swasta yang turut membantu penanganan karhutla.
Ia mengajak seluruh masyarakat untuk terus meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan.
“Kita sama-sama berdoa, mudah-mudahan Allah segera turunkan hujan,” kata Sujiwo.*
Editor : Uray RonaldSumber : Antara