PONTIANAK POST - Informasi cuaca dan iklim semakin penting bagi petani dan nelayan dalam menentukan waktu serta langkah sebelum menjalankan aktivitas. Masyarakat diminta tidak lagi menganggap remeh prakiraan cuaca, terutama untuk mengantisipasi risiko cuaca ekstrem.
“Prakiraan cuaca dan iklim setiap saat, kini tidak bisa kita sepelekan,” kata Sekda Kubu Raya Yusran Anizam saat menghadiri pertemuan Sekolah Lapang Cuaca Nelayan (SLCN) dan Sekolah Lapang Iklim (SLI) Tematik yang difasilitasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) di Aula Kantor Desa Limbung, Kecamatan Sungai Raya, Kamis (27/8).
Menurut Yusran, pemahaman terhadap informasi cuaca dan iklim dapat membantu petani maupun nelayan mengambil keputusan secara lebih tepat. Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya mengurangi risiko akibat cuaca ekstrem dan menjaga produktivitas masyarakat.
Baca Juga: Pemkab Kubu Raya Matangkan Proyek Strategis 2027, Pasar Induk hingga Stadion Disiapkan
Yusran berharap 88 peserta SLCN dan SLI tidak berhenti pada pemahaman pribadi. Mereka diharapkan menjadi agen yang meneruskan informasi serta pengetahuan dari BMKG kepada masyarakat di lingkungan masing-masing.
“Kita berharap kegiatan ini bisa dimasifkan. Dari 88 peserta ini bisa menyosialisasikan ke rekan-rekan masyarakat yang lainnya, sehingga masyarakat kita benar-benar bisa beraktivitas lebih hati-hati lagi, lebih tepat lagi, dan tentu lebih memberikan hasil yang bisa menyejahterakan,” ujarnya.
Yusran menambahkan, informasi cuaca yang akurat dapat menjadi salah satu pertimbangan penting dalam menentukan waktu dan metode kegiatan pertanian maupun aktivitas nelayan. Dengan perencanaan yang lebih baik, risiko akibat kondisi cuaca ekstrem dapat ditekan.
Sementara itu, Ketua Tim Kerja Deputi Klimatologi BMKG Hary Tirto Djatmiko mengatakan SLCN dan SLI merupakan bagian dari upaya BMKG meningkatkan literasi cuaca dan iklim di tengah masyarakat.
Program tersebut, kata dia, dirancang agar informasi cuaca dan iklim yang bersifat teknis dapat dipahami masyarakat dan diterapkan dalam aktivitas sehari-hari.
"Pengetahuan tersebut penting agar masyarakat dapat melakukan langkah antisipasi sebelum menghadapi cuaca ekstrem maupun dampak perubahan iklim," tutupnya. (ash)
Editor : Hanif