PONTIANAK POST - Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) Kubu Raya mencapai 1.200 akibat pekatnya kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Bupati Kubu Raya Sujiwo meminta masyarakat mengurangi aktivitas di luar rumah dan menginstruksikan instansi terkait mempercepat distribusi masker.
Jika terpaksa beraktivitas di luar ruangan, masyarakat diminta menggunakan masker untuk mengurangi risiko paparan asap.
“Secara umum, kita bisa ketahui asap semakin pekat. Kemudian kualitas udara juga sudah 1.200. Artinya, ini sangat berbahaya,” kata Sujiwo, Senin (31/8), usai meninjau lokasi karhutla di Desa Teluk Bakung, Kecamatan Sungai Ambawang.
Baca Juga: Lakukan Penyemprotan dan Pembagian Masker di Desa Nanga Tikan
Sujiwo meminta masyarakat membatasi aktivitas di luar rumah selama kondisi kualitas udara belum membaik. Penggunaan masker juga dinilai penting bagi warga yang harus beraktivitas di luar ruangan.
“Saya berpesan dan memohon dengan segala hormat kepada masyarakat, kurangi aktivitas. Kemudian ketika keluar rumah dan melakukan aktivitas di luar, gunakan masker,” ujarnya.
Selain mengimbau masyarakat, Sujiwo menginstruksikan Dinas Kesehatan Kubu Raya segera mempercepat distribusi masker. Pemkab Kubu Raya juga akan memaksimalkan penggunaan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk mendukung penanganan dampak karhutla.
“Pak Kadis Kesehatan, minta tolong untuk segera dibagikan masker. Kemudian kita akan anggarkan melalui BTT dan maksimalkan. Masyarakat harus kita bagikan masker secara maksimal,” tegasnya.
Baca Juga: 6.396 Kasus ISPA Tercatat di Kubu Raya Selama Agustus, Kabut Asap Karhutla Jadi Sorotan
Sujiwo juga mengantisipasi persoalan lain yang dapat muncul akibat kondisi kemarau dan karhutla, yakni keterbatasan air bersih, khususnya untuk kebutuhan minum masyarakat.
Dia meminta para camat segera menyiapkan titik penampungan air di wilayah masing-masing. Langkah tersebut dilakukan agar distribusi air menggunakan armada tangki dapat dilakukan dengan cepat ketika dibutuhkan.
“Supplier-nya sudah kita dapat, tinggal kecamatan menyiapkan penampungannya,” ungkapnya.
Sujiwo mengatakan titik penampungan akan disiapkan berdasarkan kebutuhan masyarakat di masing-masing kecamatan. Di Kecamatan Sungai Ambawang, misalnya, pemerintah daerah berencana menyiapkan sekitar 10 titik penampungan air minum.
“Ketika tangki datang, langsung kita isi. Kecamatan Sungai Kakap juga bisa kita siapkan titik-titik penampungan seperti itu. Ini harus dilakukan secepat mungkin,” katanya.
Sujiwo menegaskan penanganan karhutla tidak cukup hanya dengan melakukan pemadaman. Perlindungan terhadap masyarakat yang terdampak asap harus menjadi prioritas pemerintah.
Baca Juga: Kemarau Panjang di Kayong Utara, TNI Gencarkan Edukasi Cegah Karhutla dan Warga Hadapi Krisis Air
Dia mengutip adagium Latin salus populi suprema lex esto yang bermakna keselamatan rakyat merupakan hukum tertinggi.
“Sekali lagi, keselamatan rakyat itu nomor satu. Salus populi suprema lex esto. Keselamatan rakyat itu segalanya,” tegas Sujiwo.
Karena itu, dia meminta sekretaris daerah dan seluruh jajaran Pemkab Kubu Raya bergerak cepat dengan memaksimalkan seluruh sumber daya yang tersedia untuk melindungi masyarakat dari dampak karhutla.
“Kita memastikan masyarakat harus terlindungi dari dampak kebakaran hutan dan lahan. Seluruh langkah penanganan bermuara pada satu prinsip yang tidak bisa ditawar, yaitu keselamatan rakyat harus menjadi yang utama,” pungkasnya. (ash)
Editor : Miftakhair