PONTIANAK POST - Kapolda Kalimantan Barat Irjen Pol Alberd Teddy Benhard Sianipar mengerahkan jajarannya untuk membantu warga terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kekeringan melalui layanan kesehatan dan distribusi air bersih.
"Jajaran Polda Kalbar selain memberikan dukungan pemadaman, pendinginan hingga pembasahan area, juga memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat," kata Alberd Teddy di Sungai Raya, Rabu (2/9).
Bantuan tersebut diberikan saat jajaran Polda Kalbar bersama TNI, Pemerintah Kabupaten Kubu Raya, BPBD, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api, dan pemangku kepentingan lainnya menangani karhutla di Dusun Lintang Batang.
Teddy mengatakan kebakaran yang terjadi dua hari sebelumnya sempat meluas hingga mendekati stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), tetapi berhasil dikendalikan melalui kerja bersama berbagai unsur.
Baca Juga: Karhutla Kubu Raya Kembali Muncul, Kapolda Kalbar Turun Langsung Pimpin Pemadaman
Selain mendukung pemadaman, pelayanan kepada masyarakat meliputi pemeriksaan kesehatan, pengobatan, pemberian obat-obatan, edukasi, serta pendistribusian air bersih untuk memenuhi kebutuhan dasar warga, terutama air minum.
Ia mengatakan ketersediaan air bersih di sekitar Dusun Teluk Batang, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, mulai mengkhawatirkan sehingga diperlukan langkah cepat untuk memastikan kebutuhan warga tetap terpenuhi.
"Kami juga mendengar laporan Bupati Kubu Raya yang akan mengecek tiga lokasi yang dipastikan memiliki sumber air. Mudah-mudahan bisa langsung dibor dan ditarik menjadi sumber air untuk masyarakat," ujarnya.
Baca Juga: Kapolda Kalbar Tinjau Sumur Bor dan Titik Hotspot Karhutla di Bengkayang-Mempawah
Pemkab dan Aparat Bersama Tangani Karhutla
Sementara itu, Bupati Kubu Raya Sujiwo menyampaikan apresiasi kepada Kapolda Kalbar dan jajarannya yang dinilai konsisten membantu pemerintah daerah menangani karhutla, termasuk ketika kebakaran terjadi pada malam hari.
Menurut Sujiwo, personel TNI-Polri bersama relawan, pemerintah, dan pihak swasta telah berjibaku di lapangan untuk memadamkan kebakaran.
"Kalau tidak ada TNI-Polri, saya sudah lempar handuk putih. Pemadaman itu kita kendalikan bersama-sama TNI-Polri, relawan, swasta dan pemerintah," katanya.
Sujiwo mengatakan penanganan karhutla tidak boleh dilakukan dengan saling menyalahkan, tetapi melalui kolaborasi dan gotong royong karena persoalan tersebut menyangkut keselamatan masyarakat.
Ia menilai langkah Kapolda yang turut memikirkan kebutuhan air bersih menunjukkan bahwa penanganan bencana tidak hanya berfokus pada pemadaman api, tetapi juga mitigasi terhadap dampak yang dirasakan masyarakat.
Baca Juga: Kapolda dan Gubernur Kalbar Janji Tegas ke Korporasi Penyebab Karhutla
"Beliau sudah berpikir bagaimana memitigasi tentang keselamatan rakyat. Sekarang sudah mulai kelangkaan air bersih dan air minum. Beliau sudah berpikir sampai ke situ, karena keselamatan rakyat ini memang nomor satu," ujar Sujiwo.
Sujiwo mengajak masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan memberikan dukungan serta menjaga semangat kebersamaan dalam menghadapi karhutla dan kekeringan, sementara pemerintah terus melakukan berbagai langkah penanganan di lapangan.*
Editor : Uray RonaldSumber : Antara