Lihat Kebakaran Gambut di Kubu Raya, Ria Norsan Ingatkan Warga Jangan Bakar Lahan Pertanian

Ashri Isnaini • Dipublikasikan Kamis, 3 September 2026 | 11:35 WIB
Petugas berupaya memadamkan kebakaran lahan gambut di kawasan Sekunder C, Kecamatan Rasau Jaya, Kubu Raya, Rabu (2/9).
Petugas berupaya memadamkan kebakaran lahan gambut di kawasan Sekunder C, Kecamatan Rasau Jaya, Kubu Raya, Rabu (2/9).

PONTIANAK POST - Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan kembali mengingatkan masyarakat, khususnya pemilik lahan pertanian dan perkebunan, agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara dibakar. Imbauan itu disampaikan setelah Norsan melihat langsung kebakaran lahan gambut di kawasan Sekunder C, Kecamatan Rasau Jaya, Kubu Raya, Rabu (2/9).

Norsan bersama Wakil Bupati Kubu Raya Sukiryanto memantau penanganan kebakaran di kawasan tersebut. Dari hasil pemantauan, api membakar lahan gambut dengan luasan yang cukup besar.

"Kita lihat di Sekunder C ini, kebakaran gambut cukup luas," kata Norsan.

Baca Juga: Kabut Asap Pekat Selimuti Ketapang, Kebakaran 2 Hektare Lahan Gambut Dipadamkan hingga Dini Hari

Dia menegaskan, pembakaran lahan dapat menimbulkan dampak dan merugikan masyarakat. Terlebih, kondisi saat ini masih musim kemarau sehingga potensi kebakaran dan meluasnya api perlu diwaspadai.

Karena itu, Norsan meminta masyarakat tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara dibakar.

"Jadi, saya sampaikan lagi supaya tidak membakar. Tolonglah, karena kasihan. Kalau ada satu orang yang membakar, yang korban bisa ribuan orang," tegasnya.

Menurut Norsan, imbauan tersebut ditujukan kepada seluruh masyarakat, terutama mereka yang memiliki atau mengelola lahan pertanian dan perkebunan.

Baca Juga: Tinjau Kebakaran Lahan Gambut di Kubu Raya, Gubernur Ria Norsan Apresiasi Relawan

"Ini imbauan saya ke masyarakat," lanjutnya.

Norsan menilai pencegahan menjadi bagian penting dalam penanganan karhutla. Kebakaran di lahan gambut tidak hanya berdampak pada wilayah yang terbakar, tetapi juga dapat memicu asap yang mengganggu masyarakat di wilayah sekitar.

Sementara itu, Wakil Bupati Kubu Raya Sukiryanto mengapresiasi kunjungan Gubernur Kalbar ke lokasi kebakaran. Menurut dia, kehadiran gubernur menunjukkan perhatian pemerintah provinsi terhadap penanganan karhutla di Kubu Raya.

Sukiryanto mengatakan pemerintah daerah, baik provinsi maupun kabupaten/kota, terus berfokus menangani karhutla sekaligus dampak kekeringan selama musim kemarau.

"Jadi ini adalah upaya-upaya dan Pak Bupati juga meminta seluruh perangkat daerah agar semua peduli dengan karhutla dan ikut membantu," kata Sukiryanto.

Dia menyebut penanganan karhutla dilakukan secara bersama-sama dengan melibatkan berbagai unsur pemerintahan dan pihak terkait.

Baca Juga: Kebakaran Lahan Gambut Singkawang Capai 13,5 Hektare, Pemadaman Masuk Hari Keenam Dibantu Helikopter

Pada waktu yang sama, Bupati Kubu Raya Sujiwo bersama Kapolda Kalbar Irjen Pol Albert Teddy juga memantau penanganan karhutla dan kekeringan di Kecamatan Sungai Ambawang.

Sukiryanto menegaskan, keterlibatan seluruh perangkat daerah diperlukan agar penanganan karhutla dan dampak kekeringan dapat dilakukan secara lebih optimal.

"Jadi ini adalah upaya-upaya dan Pak Bupati juga meminta seluruh perangkat daerah agar semua peduli dengan karhutla dan ikut membantu," pungkasnya. (ash)

Editor : Miftakhair
Karhutla Kubu Raya Larangan bakar lahan Kebakaran gambut ria norsan kalimantan barat