Kekeringan Melanda Kubu Raya, Sujiwo Siap Pakai Dana Pribadi Isi 40 Tandon Air untuk Warga

Ashri Isnaini • Dipublikasikan Kamis, 3 September 2026 | 11:57 WIB
Bupati Kubu Raya, Sujiwo.
Bupati Kubu Raya, Sujiwo.

PONTIANAK POST - Pemerintah Kabupaten Kubu Raya menyiapkan 40 tandon air berkapasitas masing-masing 2.000 liter untuk membantu mengatasi kesulitan air bersih akibat kekeringan yang telah berlangsung hampir dua bulan.

Bupati Kubu Raya Sujiwo bahkan menyatakan siap menggunakan dana pribadinya untuk mengisi tandon tersebut sebelum dukungan anggaran pemerintah daerah tersedia. Hal itu disampaikan Sujiwo seusai memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) serta kekeringan di Kantor Bupati Kubu Raya, Selasa (1/9).

Sujiwo mengatakan, kekeringan mulai berdampak terhadap ketersediaan air bersih. Kondisi tersebut harus segera diantisipasi agar tidak berkembang menjadi persoalan yang lebih besar. Menurut dia, pemerintah tidak boleh menunggu kondisi semakin parah. Kebutuhan air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang harus dipastikan ketersediaannya.

Baca Juga: Kubu Raya Siapkan BTT Rp2 Miliar untuk Karhutla dan Kekeringan, Hujan Diprediksi Masih Lama

"Sekarang saja air bersih sudah mulai susah didapat. Maka ini harus segera dilakukan mitigasi dan direncanakan dengan baik," tegasnya.

Sebagai langkah awal, Sujiwo meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kubu Raya segera mendistribusikan sekitar 40 tandon yang tersedia. Tandon akan ditempatkan di kecamatan berdasarkan pemetaan kebutuhan di lapangan.

Camat dan kepala desa diminta memastikan titik-titik yang mengalami kesulitan air agar distribusi bantuan tepat sasaran.

"Saya minta bisa segera didistribusikan. Kalau menunggu anggaran juga masih lama, saya akan gunakan, saya akan sedekah dari dana pribadi saya untuk mengisi tandon-tandon itu sampai nanti anggaran itu terproses," ujar Sujiwo.

Baca Juga: Ketapang-Kalbar Dilanda Hari Tanpa Hujan Hingga 63 Hari, BMKG Ingatkan Kekeringan Ekstrem

Dengan kapasitas 2.000 liter per unit, 40 tandon tersebut memiliki total kapasitas penampungan 80 ribu liter air. Sujiwo menilai keberadaan tandon akan membantu menyediakan tempat penampungan sekaligus mendukung distribusi air bersih kepada masyarakat.

Dia mencontohkan, jika satu kecamatan mendapat lima tandon, kapasitas penampungan yang tersedia mencapai 10 ribu liter.

"Lumayan. Kapasitas satu tandon sekitar 2.000 liter. Kalau satu kecamatan ada lima tandon saja, itu sudah ada 10 ribu liter. Tinggal bagaimana menyuplai airnya," katanya.

Sujiwo menegaskan, distribusi tandon harus berdasarkan kondisi riil di lapangan. Tidak boleh ada wilayah yang membutuhkan air tetapi tidak mendapatkan bantuan.

"Tidak ada yang tidak terdistribusi. Makanya Pak Camat harus memetakan secara riil, secara nyata, secara fakta. Sekarang misalnya dapat sepuluh tandon, di mana titik-titik yang harus diletakkan," ujarnya.

Selain kekeringan, pemerintah daerah masih menghadapi ancaman karhutla. Karena itu, penanganan kedua persoalan tersebut harus dilakukan secara bersamaan. Di kesempatan yang sama, Sujiwo meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) di Kubu Raya ikut terlibat dalam penanganan dampak kekeringan dan karhutla.

Baca Juga: Ribuan Warga Mempawah Gelar Salat Istisqa di Tengah Kekeringan dan Kepungan Kabut Asap

Menurut dia, kondisi tersebut bukan hanya persoalan satu instansi, tetapi menyangkut keselamatan dan kebutuhan dasar masyarakat.

"Ketika kita bicara tentang misi kemanusiaan, semua bidang, semua badan, semua dinas, semua perangkat daerah itu masuk. Kita sudah bicara tentang misi kemanusiaan, tentang penyelamatan rakyat," tegasnya.

Dia juga mengingatkan pentingnya menjaga semangat gotong royong. Dalam situasi bencana, kata Sujiwo, seluruh pihak harus mengutamakan penyelamatan masyarakat daripada saling menyalahkan.

"Di situasi seperti ini sudah tidak tepat, bukan waktunya untuk kita menyalahkan siapa-siapa. Kita fokus tadi itu untuk penyelamatan rakyat dulu," ucapnya. Sujiwo berharap masyarakat tetap bersabar sembari pemerintah bersama seluruh pihak terus berupaya mengatasi dampak kekeringan dan karhutla. "Keselamatan rakyat itu nomor satu. Keselamatan rakyat itu hukum tertinggi," pungkasnya. (ash)

Editor : Miftakhair
kekeringan sujiwo krisis air bersih kubu raya Tandon Air