Parit Mengering Usai Karhutla, Polda Kalbar Kirim Air Minum dan Obati Warga Teluk Bakung

Ashri Isnaini • Dipublikasikan Jumat, 4 September 2026 | 10:55 WIB
Teknologi water treatment dikerahkan Polda Kalbar untuk membantu krisis air yang dialami warga terdampak karhutla di Dusun Lintang Batang, Desa Teluk Bakung, Kecamatan Sungai Ambawang.
Teknologi water treatment dikerahkan Polda Kalbar untuk membantu krisis air yang dialami warga terdampak karhutla di Dusun Lintang Batang, Desa Teluk Bakung, Kecamatan Sungai Ambawang.

PONTIANAK POST - Bupati Kubu Raya Sujiwo mengapresiasi respons cepat Kapolda Kalbar Irjen Pol. Alberd Teddy Benhard Sianipar dalam membantu warga terdampak karhutla di Dusun Lintang Batang, Desa Teluk Bakung, Kecamatan Sungai Ambawang. Polda Kalbar menyalurkan air bersih dan air minum melalui teknologi water treatment serta menggelar bakti kesehatan bagi warga.

Didampingi Sujiwo dan Kapolres Kubu Raya AKBP Rensa Sastika Aktadivia Robinson, Alberd menemui warga terdampak karhutla pada Rabu (2/9). Selain distribusi air, Polda Kalbar memberikan pemeriksaan kesehatan, pengobatan, obat-obatan, dan edukasi kesehatan.

Sujiwo mengatakan, dukungan tersebut tidak hanya membantu penanganan kebakaran, tetapi juga menjawab kebutuhan dasar masyarakat setelah api berhasil dikendalikan.

Baca Juga: Gubernur Ria Norsan Ajak Warga Gotong Royong Atasi Karhutla di Limbung Kubu Raya

“Ini luar biasa. Pak Kapolda Kalbar beserta jajaran bukan hanya hadir dalam pemadaman karhutla, tetapi juga memikirkan kebutuhan masyarakat setelah bencana, termasuk persoalan air minum,” kata Sujiwo seusai meninjau lokasi bersama Kapolda, Rabu (2/9).

Menurut Sujiwo, salah satu dukungan Polda Kalbar ialah penyediaan air minum menggunakan teknologi water treatment. Teknologi tersebut memungkinkan air baku yang bersumber dari sungai diolah menjadi air layak minum tanpa perlu dimasak.

“Saya atas nama masyarakat Kabupaten Kubu Raya mengucapkan terima kasih atas pergerakan luar biasa yang langsung dikomandoi oleh Bapak Kapolda,” ujarnya.

Pemkab Kubu Raya, lanjut Sujiwo, juga mendalami sejumlah sumber air potensial untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Di antaranya sumber air di kawasan PT Alas Kusuma, Bukit Tokok, Kecamatan Sungai Ambawang, serta Desa Bemban, Kecamatan Kubu.

Baca Juga: Bukan Sekadar Air Bersih, 8 Sumur Bor di Kubu Raya Disiapkan untuk Hadapi Ancaman Karhutla

Upaya tersebut dilakukan karena pasokan air dari Anjungan, Kabupaten Mempawah, saat ini mengalami keterbatasan. Sujiwo menyebut kebutuhan air masyarakat Kubu Raya diperkirakan mencapai 15 hingga 20 tangki per hari, sedangkan pasokan dari Anjungan maksimal sekitar tiga tangki dalam sepekan.

Kapolda Kalbar Irjen Pol. Alberd Teddy Benhard Sianipar mengatakan, penanganan karhutla tidak berhenti setelah api dipadamkan. Masyarakat di sekitar lokasi kebakaran tetap harus mendapatkan perlindungan, terutama ketika dampak kebakaran memicu persoalan lain seperti krisis air dan gangguan kesehatan.

“Kami dari jajaran Kepolisian Polda Kalbar menunjukkan rasa prihatin, tanggung jawab, dan empati terhadap warga masyarakat di Dusun Lintang Batang,” ujar Alberd.

Dia menjelaskan, kebakaran lahan cukup besar terjadi di kawasan Lintang Batang sekitar dua hari sebelum kegiatan tersebut. Kobaran api sempat mendekati sejumlah fasilitas vital, termasuk stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di sekitar lokasi.

Api kemudian dikendalikan melalui sinergi kepolisian, TNI, Pemkab Kubu Raya, BPBD, Masyarakat Peduli Api, Manggala Agni, serta berbagai pihak lainnya. Personel gabungan masih melakukan pendinginan dan pembasahan di area bekas terbakar untuk memastikan bara yang tersisa tidak kembali memicu kebakaran.

Setelah ancaman api mereda, warga menghadapi persoalan lain. Kondisi kering menyebabkan sejumlah sumber air di sekitar permukiman ikut mengering.

Baca Juga: Ria Norsan Cek Langsung Penanganan Karhutla Limbung, Pastikan Kebutuhan Tim Terpenuhi

Alberd mengatakan, pelayanan kepada masyarakat terdampak dilakukan secara terpadu. Selain distribusi air bersih, Polda Kalbar memberikan pemeriksaan kesehatan, pengobatan, obat-obatan, serta edukasi kepada warga.

Warga Desa Teluk Bakung, Sinung, mengatakan kekeringan membuat masyarakat semakin kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Parit yang selama ini menjadi salah satu sumber air warga kini mengering.

“Kami sangat terdampak kebakaran lahan dan kekeringan. Parit sudah kering sehingga kami harus menggunakan air galon untuk kebutuhan sehari-hari. Bantuan air bersih dan bakti sosial kesehatan ini sangat membantu kami,” ungkapnya.

Selain persoalan air, asap karhutla juga memicu sejumlah masalah kesehatan. Warga mengeluhkan sakit tenggorokan, batuk dan flu, mata perih, hingga sesak napas. (ash)

Editor : Miftakhair
Karhutla Kubu Raya Teluk Bakung polda kalbar kesehatan warga krisis air bersih