PONTIANAK POST – TNI menerapkan Bios 44 sebagai bagian dari upaya mitigasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan lahan gambut Desa Rasau Jaya Umum, Kecamatan Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya, Jumat (4/9).
Pengaplikasian Bios 44 dilakukan Pangkogabwilhan I Letjen TNI Kunto Arief Wibowo bersama Pangdam XII/Tanjungpura Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito. Langkah tersebut menjadi salah satu strategi pencegahan untuk menekan potensi munculnya titik api, khususnya dari lapisan bawah lahan gambut.
Kunto menjelaskan, Bios 44 merupakan racikan mikroorganisme yang digunakan untuk memutasi kondisi tanah maupun lahan gambut sehingga menjadi lebih lembap dan padat.
Menurut dia, kondisi tersebut dapat menutup rongga-rongga oksigen di lapisan dalam gambut. Hal itu diharapkan mampu mengurangi potensi munculnya sekam api yang dapat memicu kebakaran lebih besar.
"Dengan tertutupnya rongga oksigen di lapisan dalam gambut, potensi munculnya sekam api yang sering memicu kebakaran hebat dapat diminimalkan," jelas Kunto.
Baca Juga: Pemprov Kalbar Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Warga Rasau Jaya Terdampak Kemarau
Sementara itu, Novi menegaskan pencegahan sejak dini menjadi bagian penting dalam penanganan karhutla. Upaya tersebut perlu dilakukan bersamaan dengan penanganan kebakaran ketika titik api muncul.
Menurut Novi, penerapan Bios 44 diharapkan dapat membantu menjaga kondisi lahan gambut agar tidak mudah terbakar ketika memasuki musim kemarau.
"Pengaplikasian Bios 44 ini diharapkan mampu menutup rongga-rongga pada lahan gambut sehingga tidak mudah terbakar saat memasuki musim kemarau," ujar Novi Rubadi Sugito di sela kegiatan.
Penerapan Bios 44 tersebut menjadi bagian dari upaya TNI memperkuat mitigasi karhutla di Kalimantan Barat dengan menyasar kondisi lahan sebelum kebakaran berkembang lebih luas.(ash)
Editor : Uray Ronald