Water Cannon Sambangi Rumah Warga, Salurkan 6.000 Liter Air

Aristono Edi Kiswantoro • Dipublikasikan Jumat, 4 September 2026 | 22:51 WIB
Water cannon yang biasa digunakan mengendalikan massa kini mendatangi rumah warga untuk membawa 6.000 liter air bersih bagi korban karhutla.
Water cannon yang biasa digunakan mengendalikan massa kini mendatangi rumah warga untuk membawa 6.000 liter air bersih bagi korban karhutla.

 

SUNGAI AMBAWANG – Kendaraan water cannon yang biasanya digunakan untuk pengamanan dan pengendalian massa kini mendatangi permukiman warga. Kendaraan milik Polres Kubu Raya itu membawa 6.000 liter air bersih bagi 170 kepala keluarga (KK) terdampak karhutla di Dusun Teluk Lais, Desa Persiapan Kuala Bakung, Kecamatan Sungai Ambawang, Jumat (4/9).

Api memang telah menjauh dari permukiman. Namun, kebakaran dan kemarau meninggalkan persoalan baru bagi warga, yakni keterbatasan air bersih untuk minum, memasak, mandi, dan kebutuhan rumah tangga lainnya.

Air mulai disalurkan sekitar pukul 14.30 WIB di kawasan Jalan Trans Kalimantan Kilometer 43. Warga membawa wadah masing-masing untuk menampung air yang dialirkan dari kendaraan tersebut.

Air bersih berasal dari penampungan sumur bor milik Asun, warga Dusun Bawas Lestari, Desa Teluk Bakung, di Kilometer 60 Jalan Trans Kalimantan. Air kemudian diangkut menggunakan water cannon Sat Samapta Polres Kubu Raya menuju permukiman penerima.

Wakapolres Kubu Raya Kompol Andri Syahroni memimpin penyaluran tersebut bersama personel Polres Kubu Raya dan Polsek Sungai Ambawang.

Kasubsi Penmas Sihumas Polres Kubu Raya Aiptu Ade mengatakan, bantuan diberikan setelah kepolisian menerima keluhan warga yang kesulitan memperoleh air bersih.

“Hari ini kami menyalurkan 6.000 liter atau 6 ton air bersih kepada sekitar 170 KK. Kegiatan ini tidak berhenti di sini saja,” katanya.

Jika dibagi merata, setiap keluarga hanya memperoleh sekitar 35 liter air. Jumlah itu dapat membantu kebutuhan mendesak, tetapi belum menjadi solusi jangka panjang apabila kekeringan berlanjut.

Belum dijelaskan kebutuhan air harian warga, kondisi sumber air setempat, maupun jadwal distribusi berikutnya. Kepastian pasokan diperlukan karena air menjadi kebutuhan dasar yang tidak dapat ditunda.

“Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat,” ujar Ade.

Keterbatasan air menunjukkan dampak karhutla tidak berakhir ketika kobaran api padam. Lingkungan yang kering membuat warga tetap menghadapi kesulitan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Menurut Ade, penanganan karhutla harus mencakup pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, tidak hanya pemadaman dan pencegahan kebakaran.

“Penyaluran ini merupakan upaya membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus merespons keluhan warga yang mengalami keterbatasan sumber air,” katanya.

Kepolisian menyatakan distribusi akan dilanjutkan sesuai kebutuhan. Namun, penanganan berkelanjutan tetap memerlukan pemetaan sumber air, jadwal pasokan, dan keterlibatan instansi yang bertanggung jawab terhadap penyediaan air bersih.

Penyaluran tersebut merupakan tindak lanjut arahan Kapolres Kubu Raya AKBP Rensa S. Aktadivia. Kepolisian juga menilai ketersediaan air perlu dijaga untuk mencegah kerawanan sosial di tengah masyarakat. (*)

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
Water Cannon Polres Kubu Raya warga Teluk Lais kekeringan Sungai Ambawang dampak karhutla krisis air bersih