Lantik Kepala Sekolah dan Puskesmas, Sujiwo Tegaskan Jabatan Harus Dibuktikan dengan Kerja Nyata

Ashri Isnaini • Dipublikasikan Sabtu, 5 September 2026 | 13:30 WIB
Bupati Kubu Raya, Sujiwo melantik kepala sekolah dan kepala puskesmas di Aula Praja Utama, Jumat (4/9). Ia menegaskan, kepentingan rakyat harus menjadi prioritas dalam menjalankan amanah jabatan. (PROKOPIM KKR)
Bupati Kubu Raya, Sujiwo melantik kepala sekolah dan kepala puskesmas di Aula Praja Utama, Jumat (4/9). Ia menegaskan, kepentingan rakyat harus menjadi prioritas dalam menjalankan amanah jabatan. (PROKOPIM KKR)

PONTIANAK POST – Bupati Kubu Raya Sujiwo meminta kepala sekolah dan kepala puskesmas yang baru dilantik menjaga kepercayaan negara dan masyarakat. Dia menegaskan, jabatan merupakan amanah yang harus dijalankan dengan mengutamakan kepentingan rakyat.

Pesan tersebut disampaikan Sujiwo saat melantik dan mengambil sumpah/janji guru yang diberi tugas sebagai Kepala UPTD Satuan Pendidikan serta tenaga kesehatan yang mendapat tugas dan jabatan fungsional di lingkungan Pemkab Kubu Raya, Jumat (4/9), di Aula Praja Utama Kantor Bupati Kubu Raya.

Pejabat yang dilantik di antaranya kepala puskesmas serta kepala sekolah jenjang pendidikan dasar dan menengah pertama. Sujiwo meminta seluruh pejabat yang baru dilantik memegang teguh sumpah jabatan dan menjalankan tugas sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat.

“Pesan saya, jaga amanah dari Allah ini dengan sebaik-baiknya. Jabatan itu amanah dari Tuhan,” kata Sujiwo.

Baca Juga: Kekeringan Melanda Kubu Raya, Sujiwo Siap Pakai Dana Pribadi Isi 40 Tandon Air untuk Warga

Menurut dia, jabatan yang diberikan kepada ASN bukan sekadar kepercayaan dari pemerintah, tetapi juga bentuk kepercayaan negara dan masyarakat. Karena itu, kepercayaan tersebut harus dijaga melalui kinerja dan pelayanan yang baik.

Sujiwo menekankan, sumpah jabatan mengandung komitmen untuk mengutamakan kepentingan rakyat. Prinsip tersebut, kata dia, harus menjadi pedoman dalam menjalankan tugas, termasuk bagi kepala sekolah dan kepala puskesmas.

Dia juga mengingatkan para pejabat mengenai perubahan pola pengawasan masyarakat terhadap kinerja pemerintah. Kemajuan teknologi membuat masyarakat semakin mudah mengetahui dan menilai pelayanan yang diberikan pemerintah.

“Zaman sudah berubah. Semuanya sudah berubah cepat. Rakyat mudah mengawasi kita, mengakses kita, melihat kinerja kita. Selain Tuhan, 24 jam CCTV-nya tidak pernah padam. Maka, kerjakan yang terbaik,” pesan Sujiwo.

Ia menegaskan, kinerja para pejabat yang baru dilantik akan menjadi perhatian dan evaluasi. Evaluasi bahkan dilakukan sejak bulan pertama mereka menjalankan tugas. Menurut dia, dalam waktu tiga bulan, kinerja seorang kepala sekolah maupun kepala puskesmas sudah dapat terlihat.

“Satu bulan pertama saya sudah evaluasi. Tiga bulan saya sudah bisa menyimpulkan layak tidaknya dia sebagai kepala puskesmas di sini. Layak tidak dia sebagai kepala sekolah,” ungkapnya.

Karena itu, Sujiwo meminta pejabat yang dilantik tidak menganggap jabatan sebagai posisi semata. Jabatan harus dibuktikan melalui kerja nyata dan pelayanan yang dirasakan langsung masyarakat.

Dia juga mengingatkan seluruh jajarannya untuk selalu menjaga kepercayaan publik yang telah dibangun melalui kerja bersama. Sujiwo pun meminta ASN tidak bekerja dengan pola menunggu persoalan menjadi perhatian publik atau viral di media sosial. Pemerintah harus mampu mendeteksi dan merespons persoalan sejak awal.

“Jangan nunggu viral, baru direspons. Jangan sampai no viral, no respons. Jangan viral dulu, baru direspons. Sebelum viral, sudah bergerak,” tegasnya.

Menurut Sujiwo, respons cepat merupakan bagian penting dari pelayanan publik. Pemerintah harus hadir ketika masyarakat membutuhkan, bukan baru bergerak setelah persoalan mendapat sorotan luas. (ash)

 

 

Editor : Hanif
Kepala Puskesmas pelayanan publik sujiwo kubu raya kepala sekolah