TNI Kerahkan Dua Water Treatment ke Limbung Kubu Raya, Atasi Krisis Air Bersih Warga

Ashri Isnaini • Dipublikasikan Sabtu, 5 September 2026 | 13:42 WIB
Dua unit kendaraan water treatment bantuan Kogabwilhan I dioperasikan untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih warga Desa Limbung, Kubu Raya, Kamis (3/9). (ISTIMEWA)
Dua unit kendaraan water treatment bantuan Kogabwilhan I dioperasikan untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih warga Desa Limbung, Kubu Raya, Kamis (3/9). (ISTIMEWA)

PONTIANAK POST – TNI mengerahkan dua unit kendaraan penjernih air atau water treatment ke Desa Limbung, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kamis (3/9). Bantuan tersebut untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga yang terdampak kemarau panjang.

Dua armada bantuan Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) I kepada Kodam XII Tanjungpura itu digunakan untuk mengolah sumber air baku di sekitar lokasi menjadi air bersih yang aman digunakan dan dikonsumsi masyarakat.

Kedua armada tersebut memiliki kapasitas produksi ratusan liter air siap minum dan air bersih setiap jam. Masyarakat dapat memperoleh air dengan mengambil langsung di titik penempatan kendaraan maupun melalui penampungan komunal yang disiapkan di lokasi.

Baca Juga: Bukan Sekadar Air Bersih, 8 Sumur Bor di Kubu Raya Disiapkan untuk Hadapi Ancaman Karhutla

Pengoperasian armada tersebut ditinjau langsung Pangkogabwilhan I Letjen TNI Kunto Arief Wibowo bersama Pangdam XII Tanjungpura Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito dan sejumlah pejabat utama (PJU).

Air hasil pengolahan diberikan secara gratis kepada masyarakat. Penyaluran diprioritaskan bagi permukiman yang mengalami kesulitan air bersih, terutama warga yang sumber air sumurnya telah mengering.

Pangkogabwilhan I Letjen TNI Kunto Arief Wibowo mengatakan, pengerahan kendaraan water treatment merupakan bagian dari kesiapsiagaan TNI menghadapi potensi bencana sekaligus dukungan kepada masyarakat yang terdampak kemarau.

“Kita membawa teknologi water treatment air ini karena dampak kemarau air sulit. Air sungai atau mungkin air laut yang ada bisa kita kelola untuk kebutuhan masyarakat,” kata Kunto Arief Wibowo.

Baca Juga: Potensi Hujan Kalbar Masih Rendah hingga 9 September, Kemarau Panjang Tingkatkan Risiko Karhutla

Menurut dia, penanganan krisis air bersih merupakan bagian dari perencanaan penanggulangan bencana yang membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. TNI, kata Kunto Arief Wibowo, akan melengkapi dukungan yang belum tersedia di lapangan dan berkoordinasi dengan instansi terkait.

“Sebetulnya ini bagian dari perencanaan penanggulangan bencana itu sendiri. Unsur TNI sifatnya melengkapi, apa yang belum ada kita bawa dan kita bagi-bagi tugas bersama instansi terkait,” ujarnya.

Selain membantu memenuhi kebutuhan air bersih, Kunto Arief Wibowo mengatakan penanganan dampak kemarau dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) juga dilakukan melalui langkah preventif.

Menurut dia, penanganan tidak hanya berfokus pada pemadaman ketika karhutla terjadi, tetapi juga diarahkan pada pencegahan dan penyelesaian persoalan dari sumbernya. Salah satunya melalui pemanfaatan mikrobakteri untuk mempercepat kerapatan lahan serta penguatan kolaborasi pentahelix dengan melibatkan kalangan akademisi.

Sementara itu, Pangdam XII Tanjungpura Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito menyampaikan apresiasi kepada Kogabwilhan I atas bantuan dua unit kendaraan water treatment tersebut.

Menurutnya, keberadaan armada itu memperkuat kemampuan Kodam XII Tanjungpura dalam merespons kebutuhan air bersih masyarakat secara cepat, khususnya di wilayah yang terdampak kemarau.

“Diharapkan pengoperasian water treatment ini dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar warga selama sumber air bersih masih terdampak kemarau panjang,” ujarnya. (ash)

 

Editor : Hanif
Water Treatment Kemarau krisis air bersih kubu raya TNI