Hujan Mulai Turun di Kubu Raya, Bupati Sujiwo Ingatkan Penanganan Karhutla Jangan Lengah

Ashri Isnaini • Dipublikasikan Senin, 7 September 2026 | 14:36 WIB
Bupati Kubu Raya, Sujiwo mengikuti doa bersama petugas dan relawan pemadam api di halaman Kantor PUPRPRKP Kubu Raya, Sabtu (5/9) malam. Sujiwo mengingatkan penanganan karhutla tetap harus fokus meski hujan mulai mengguyur. (ISTIMEWA)
Bupati Kubu Raya, Sujiwo mengikuti doa bersama petugas dan relawan pemadam api di halaman Kantor PUPRPRKP Kubu Raya, Sabtu (5/9) malam. Sujiwo mengingatkan penanganan karhutla tetap harus fokus meski hujan mulai mengguyur. (ISTIMEWA)

PONTIANAK POST - Bupati Kubu Raya Sujiwo meminta seluruh pihak tidak lengah dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), meski hujan mulai mengguyur sejumlah wilayah Kubu Raya dan sekitarnya, Sabtu (5/9).

Sujiwo mengatakan hujan yang turun saat ini merupakan bagian dari Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Karena itu, prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) tetap menjadi acuan dalam menentukan langkah penanganan karhutla.

“Perkiraan dari BMKG tetap menjadi acuan,” kata Sujiwo, Sabtu malam (5/9), usai mengikuti doa bersama petugas dan relawan pemadam api di halaman Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PUPRPRKP) Kabupaten Kubu Raya.

Baca Juga: Embung Darurat Dibuat di Padu Banjar, Tim KPH Malah Dapat Laporan Karhutla Saat Meninjau Lokasi

Dia menyebut, berdasarkan prediksi BMKG, pada 6–7 September masih terdapat potensi pertumbuhan bibit awan yang dapat didorong menjadi hujan melalui modifikasi cuaca.

“Prediksi dari BMKG, tanggal 6 dan 7 masih ada potensi bibit-bibit awan yang kemudian bisa di-booster untuk dijadikan hujan. Maka kita berdoa bersama. Karena memang salah satu yang ampuh adalah ketika hujan turun,” tuturnya.

Menurut Sujiwo, kondisi tersebut menjadi momentum bagi seluruh pihak untuk tetap fokus menangani karhutla. Hujan yang turun belum menjadi alasan untuk mengurangi kewaspadaan terhadap potensi kebakaran.

Selain kesiapsiagaan, Sujiwo menekankan pentingnya soliditas dan kerja sama seluruh unsur yang terlibat dalam penanganan karhutla. Menurutnya, persoalan bencana tidak dapat dihadapi oleh satu pihak secara sendiri-sendiri.

Baca Juga: Karhutla Kayong Utara dan Kekeringan Makin Berdampak, Bupati Ingatkan Warga Jangan Egois

“Di situasi seperti ini tidak ada yang superman. Semuanya adalah supertim. Tim yang kuat, yang super. Kita berkolaborasi, saling melengkapi, saling menyempurnakan, saling menguatkan, dan saling memotivasi. Itulah makna dari bergotong royong,” ujarnya.

Karena itu, dia mengajak seluruh petugas, relawan, pemerintah, serta elemen masyarakat untuk tetap solid menghadapi karhutla dan dampak kemarau.

“Jadi kita harus solid dan bersama-sama menghadapi tantangan dan ujian dari Yang Maha Kuasa ini,” lanjutnya.

Sujiwo memastikan dirinya akan terus berada di tengah petugas dan relawan yang bekerja menangani karhutla. Kehadiran tersebut, kata dia, menjadi bagian dari upaya menjaga semangat dan memperkuat koordinasi antarpihak.

“Saya akan selalu membersamai, memotivasi, hadir untuk menyemangati. Dan pada malam hari ini kita jadikan momentum untuk kita terus memperkuat berkolaborasi,” katanya.

Pada kesempatan itu, Sujiwo juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang selama ini terlibat dalam penanganan karhutla dan dampak kemarau di Kubu Raya.

Baca Juga: Sebut Karhutla Kalbar Makin Parah, Heri Mustain: Saatnya Bergerak, Jangan Saling Menyalahkan!

Dia mengucapkan terima kasih kepada unsur pemerintah, swasta, kelompok relawan, komunitas, elemen masyarakat, hingga masyarakat secara perorangan yang ikut membantu penanganan di lapangan.

“Atas nama masyarakat dan pemerintah daerah kami mengucapkan terima kasih tak terhingga,” pungkasnya. (ash)

Editor : Miftakhair
Karhutla Kubu Raya bmkg kebakaran hutan dan lahan sujiwo modifikasi cuaca