PONTIANAK POST - Pemerintah Kabupaten Kubu Raya menyiapkan dukungan anggaran sekitar Rp3,3 miliar untuk memperkuat pemberdayaan masyarakat melalui program Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) serta posyandu di tingkat desa pada 2027.
Bupati Kubu Raya Sujiwo mengatakan, dukungan anggaran diperlukan agar berbagai target pembangunan manusia yang dibebankan kepada PKK dan posyandu dapat dijalankan secara optimal. Hal itu disampaikannya saat membuka kegiatan Peningkatan Kapasitas Tim Pembina Posyandu Desa Kabupaten Kubu Raya Tahun 2026 di Aula Praja Utama Kantor Bupati Kubu Raya, Senin (7/9).
Menurut Sujiwo, pemerintah tidak cukup hanya menetapkan target kepada perangkat daerah maupun organisasi pelaksana. Target tersebut harus diikuti dukungan anggaran dan moril agar dapat direalisasikan.
Baca Juga: Pemkab Kubu Raya Matangkan Proyek Strategis 2027, Pasar Induk hingga Stadion Disiapkan
"Ketika saya menargetkan kepada perangkat daerah, ya tetap harus saya cover dengan support anggarannya. Saya cover dengan support morilnya," kata Sujiwo.
Dia mengakui kondisi keuangan daerah saat ini masih menghadapi keterbatasan fiskal. Kondisi tersebut berdampak pada dukungan anggaran untuk kegiatan PKK dan posyandu, baik di tingkat desa maupun kecamatan, yang masih terbatas.
Meski demikian, Sujiwo menegaskan keterbatasan fiskal tidak boleh mengurangi perhatian terhadap pembangunan manusia. Dia juga mengapresiasi sejumlah kepala desa yang mengalokasikan anggaran lebih besar untuk mendukung kegiatan pemberdayaan masyarakat di wilayah masing-masing.
Sujiwo menilai, keberadaan PKK dan posyandu memiliki peran strategis dalam pembangunan manusia karena program yang dijalankan bersentuhan langsung dengan kehidupan masyarakat.
Baca Juga: Pemkab Kubu Raya Genjot Optimalisasi Aset Daerah, Sejumlah Ruang Publik Mulai Hasilkan PAD
Sepuluh Program Pokok PKK, kata dia, tidak semata-mata berkaitan dengan kegiatan organisasi. Program tersebut mencakup berbagai aspek kehidupan keluarga dan masyarakat. Demikian pula dengan posyandu yang memiliki peran penting dalam pelayanan dan pemberdayaan masyarakat di tingkat paling dekat dengan warga.
"Jika kita bicara tentang Sepuluh Program Pokok PKK, itu tentang pembangunan manusia juga. Begitu juga dengan program-program posyandu, ini adalah pembangunan manusia," ujarnya.
Karena itu, dukungan anggaran yang disiapkan untuk 2027 diharapkan dapat memperkuat peran Tim Penggerak PKK dan Tim Pembina Posyandu, mulai tingkat kabupaten, kecamatan hingga desa.
Sujiwo mengingatkan agar PKK dan posyandu tidak berhenti pada kegiatan rutin maupun seremonial. Keduanya harus mampu menjadi instrumen pemberdayaan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
"Keterbatasan ruang fiskal bukan alasan untuk menghentikan upaya pemberdayaan masyarakat," tegasnya.
Dia berharap dukungan anggaran yang disiapkan pada 2027 dapat berjalan beriringan dengan peningkatan kapasitas pengurus dan penguatan koordinasi antartingkatan. Dengan demikian, PKK dan posyandu diharapkan semakin optimal menjalankan perannya sebagai ujung tombak pembangunan manusia di tingkat desa.
Baca Juga: TP PKK Kalbar Perkuat Peran Keluarga Cegah Perkawinan Usia Anak di Kabupaten Landak
" Dengan dukungan anggaran yang disiapkan serta penguatan kapasitas pengurus, kita berharap PKK dan posyandu di Kubu Raya semakin mampu menjadi ujung tombak pembangunan manusia di tingkat paling dekat dengan masyarakat," pungkasnya. (ash)
Editor : Hanif