PONTIANAK POST – Pemerintah Kabupaten Kubu Raya memastikan ketersediaan air minum bagi masyarakat tetap aman di tengah kemarau yang masih berlangsung. Hingga Senin (7/9), sekitar 300 ribu liter air telah didistribusikan ke sejumlah wilayah yang membutuhkan.
"Dan tentunya distribusi air terus dimaksimalkan dengan melibatkan berbagai instansi dan organisasi," kata Bupati Kubu Raya Sujiwo saat bersilaturahmi dengan para pengemudi dan operator mobil tangki air minum di Kantor Bupati Kubu Raya, Senin (7/9).
Sujiwo mengapresiasi para pengemudi dan operator yang tetap bekerja mendistribusikan air ke sejumlah tandon yang telah disiapkan di berbagai titik.
Baca Juga: Atasi Krisis Air Bersih, Polres Landak Bangun Sumur Bor untuk Warga
Pasokan air minum tersebut berasal dari PT Alas Kusuma. Air kemudian diangkut menggunakan mobil tangki milik sejumlah instansi dan organisasi, di antaranya Kodim, Lanud Supadio, Koderal (Komando Daerah Angkatan Laut), PMI, Manggala Agni, dan BPBPK.
Air selanjutnya didistribusikan ke tandon-tandon yang tersebar di sejumlah kecamatan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Alhamdulillah per hari ini sudah di atas 300 ribu liter air minum yang sudah kita distribusikan. Dan ini kita akan terus maksimalisasi,” kata Sujiwo.
Dia merinci, pada hari pertama distribusi mencapai sekitar 42 ribu liter. Jumlah tersebut meningkat menjadi 74 ribu liter pada hari kedua dan 89 ribu liter pada hari ketiga. Pada hari keempat, sebanyak 86 ribu liter air kembali disalurkan ke sejumlah wilayah.
Baca Juga: Tanggap Krisis Air Bersih, Polres Sanggau Bangun Sumur Bor Bagi Warga Terdampak Kekeringan
Selain mengandalkan mobil tangki, dukungan penanganan kebutuhan air juga datang dari jajaran Brimob melalui mobil pengolahan air minum.
Sujiwo mengatakan, satu unit mobil pengolahan air mampu memproduksi sekitar 20 ribu liter air dalam waktu 10 jam. Dengan dua unit mobil yang dioperasikan, kapasitas produksi mencapai sekitar 40 ribu liter per hari.
Dukungan lainnya datang dari Pasukan Gerak Cepat (Pasgat). Kapasitas produksi air dari unit tersebut mencapai sekitar 5.000 liter per jam. Jika beroperasi selama 10 jam, produksinya bisa mencapai sekitar 50 ribu liter per hari.
Dengan dukungan tersebut, Sujiwo memastikan kebutuhan air minum masyarakat tetap terjaga. Dia meminta masyarakat tidak panik maupun menimbun air secara berlebihan.
“Saya ingin sampaikan kepada seluruh masyarakat Kabupaten Kubu Raya, berkaitan dengan air minum, stoknya sangat aman. Sangat aman. Masyarakat jangan panik, masyarakat jangan bingung. Tenang, tetapi harus sabar,” tegasnya.
Sujiwo menjelaskan, distribusi air dilakukan melalui beberapa tahapan, mulai dari pengambilan air dari tangki penampungan, pengisian ke mobil tangki, pengangkutan menuju lokasi, hingga pengisian ke tandon yang telah disiapkan.
Baca Juga: Polres Landak Salurkan 1.400 Liter Air Bersih untuk 40 KK di Tengah Kemarau
Karena melalui sejumlah tahapan distribusi, masyarakat diminta memperhatikan kebersihan dan keamanan air sebelum dikonsumsi. Sujiwo menegaskan air yang diambil dari tandon harus dimasak terlebih dahulu sebelum diminum.
“Karena prosesnya dari mulai tangki penampungan ke tangki mobil, masuk ke tandon, tidak ada yang menjamin tentang sterilisasinya. Maka wajib untuk dimasak sebelum diminum,” ujarnya.
Dia juga menjelaskan perbedaan air minum dan air bersih yang didistribusikan pemerintah. Air minum diperuntukkan bagi kebutuhan konsumsi, tetapi tetap harus dimasak sebelum diminum. Sementara air bersih digunakan untuk kebutuhan nonkonsumsi, seperti mencuci, mandi, dan keperluan MCK. (ash)
Editor : Hanif